Saturday, January 14, 2017

Litecoin Menjadi alternatif di 2017

Yops... artikel hari ini cukup unik karna kita akan membahas ttg Litecoin (LTC) yg sudah tidak terdengar asing bagi kawan kawan yang sudah cukup akbrab dengan industri cryptocurrency. Sebelumnya perlu diperhatikan bahwa apa yang diulas dalam artikel yg satu ini merupakan sesuatu yg bersifat spekulatif karna apabila kita berbicara tentang "Para Paus", mereka merupakan orang orang berduit yang dapat menggoyangkan harga sesebuah cryptocurrency.
Setelah terjadinya keanjlokkan Bitcoin yang baru saja terjadi 3 hari yang lalu, para paus melirik kepada alternatif lain yang dapat berprestasi lebih baik daripadanya, yaitu Litecoin (LTC) yang dikenal sebagai klonegannya Bitcoin. Seperti yang kita ketahui bahwanya komunitas Bitcoin sejak bertahun tahun dulunya sampai sekarang masih terus berdebat bagaimana cara untuk menskalakan networknya supaya dapat memproses lebih banyak transaksi dalam satu block. Perdebatan ini tercetuskan atas dua faktor yg penting yaitu, sekuritas dengan kapasitas transaksi. Memang benar bahwanya dengan meningkatkan size block diatas 1MB maka Bitcoin dapat memperbesar kapasitas transaksinya, tapi untuk melaksanakannya, Bitcoin diharuskan untuk hardfork yg dapat mencetuskan permasalahan sekuritas serta perpecahan fork.

Menanggapi hal tersebut, Developer Bitcoin pun menghadirkan solusi softfork yg disebut dengan Segragated Witness yang dapat meningkatkan kapasitas block Bitcoin sebesar 1.7MB secara sidechain sehingga tidak perlu hardfork. Segrageted Witness ini pun telah diintegrasikan kedalam software Bitcoin, akan tetapi mereka memerlukan persetujuan 95% Miner supaya ia dapat diaktifkan. Hakikatnya, sudah lebih dari 2 bulan berlalu, cuma 22% saja Miner yang bersetuju, sedangkan ada pula sesebuah pihak (14.2%) yang sama sekali tidak akan mendukung Segragted Witness. Dikarenakan permasalahan politik yang kerap terjadi dalam komunitas Bitcoin, maka sangat sulit sekali untuk Bitcoin mencapai kesepakatan suara.

Disinilah Litecoin menjadi incaran para paus karna para developer Litecoin memanfaatkan peluang ini untuk mengimplementasikan Segregated Witness kedalam protokol mereka. Dikarenakan Litecoin mempunyai protokol yg sama percis dengan Bitcoin maka secara teknikal, ia dapat diintegrasikan. Lagipun, litecoin mempunyai komunitas yg kuat dan hanya memerlukan 75% voting untuk mengaktifkan Segregated Witness, sedangkan Pool terbesar Litecoin F2Pool yg menaungi 40% hashrate telahpun setuju untuk mendukung Segwit. Lebih menarik lagi ialah, menurut para paus, meskipun Litecoin pada sisi teknikal ialah klonegan dari Bitcoin, tapi developernya mempunyai visi serta misi yg berbeda dengan Bitcoin. Tambahan lagi, fee dan kecepatan transaksi Litecoin lebih cepat dari Bitcoin. 

Market Litecoin dianggap cukup undervalue oleh para paus yang dikarenakan trend menurun sejak tahun 2015 sampai sekarang. Market Litecoin masih terus diperdagangkan jauh dibawah marketcap 1milyar dollar semenjak tahun 2013 yg dulu, padahal hampir keseluruhan platform Exchangers baik itu di china ataupun di barat telahpun mendukung perdagangan Litecoin. Jadi untuk itu... para para paus berpendapat bahwa jika secara fundamentalnya Litecoin dapat berbuat lebih baik dari Bitcoin, jangan terkejut jika 14milyar marketcap Bitcoin dapat dirampas oleh Litecoin. Indikasi aksi dari para paus telah pun dapat kita buktikan dengan melihat pergerakan harga Litecoin yang meroket diatas 10% dalam 24jam terakhir ini.

Eranya Internet Desentralisasi Di Masa Depan



Yops...
postingan artikel dari TechCrunch yang ane rasakan cukup menarik untuk dikongsi kepada kawan kawan semua ialah berhubungan dengan bagaimana teknologi blockchain akan mencetuskan internet desentralisasi di masa hadapan. Ketika kita masih cuma sekedar memerhatikan cryptocurrency seperti Bitcoin, dibelakang layar pula, teknologi blockchain telah mulai berkembang jauh lebih pesat daripada Bitcoin. Teknologi blockchain tak cuma berbicara tentang kompetisinya dengan alat-alat pembayaran, tapi masih ada lagi aspek besar yang belum disadari oleh orang orang di dunia ini. Dalam dunia yang dipenuhi dengan berbagai rasa blockchain dan beratus ratus token yang dibangun diatasnya, maka fase berikutnya ialah "Internet".

Sejauh ini, perusahaan perusahaan Bitcoin telah menerima lebih dari 1Milyar Dollar dari para investor, sedangkan Ethereum pula yg merupakan sebuah protokol blockchain yg membenarkan pengeksekusian transaksi finansial dalam kondisi kondisi tertentu yg diatur oleh smartcontract, belum sebegitu mendapat perhatian oleh VC (Venture Capital). Akan tetapi uniknya, dengan melakukan crowdfunding (pengumpulan dana) secara terbuka, Ethereum didukung oleh para backers yang ada di seluruh dunia yang menjana lebih dari 250juta dollar. Jadi... pertanyaannya kenapa sedikit dana aja yang mengalir dari VC (Venture Capital) ke Ethereum? Mungkin alasannya Ethereum masih tergolong baru dan lebih beresiko jika dibandingkan dengan perusahaan perusahaan Bitcoin. Keberadaan para entrepeneurs yang melakukan pengumpulan dana melalui alternatif baru dengan cara mengisukan tokennya sendiri diatas blockchain, tidak bisa kita anggap enteng. Ini disebabkan oleh karna ia menunjukkan bahwa tanda tandanya dunia yang baru di masa hadapan tidak memerlukan perusahaan dan hanya protokol saja yg dibutuhkan.

Pengisuan token token tersebut nantinya akan berfungsi sebagai representasi network yg dibangun oleh mereka. Terlebih lebih lagi, fungsi dari token token ini tidak semestinya melambangkan unit duit seperti bitcoin, namun sebuah token yang dimanfaatkan untuk mengaplikasikan sesebuah platform. Contohnya: GNT Token selaku peer to peer market untuk merentalkan tenaga komputasi sedangkan, REP Token selaku media yang dipergunakan dalam prediksi market. Bayangkan jika kita nantinya dapat menghasilkan duit dengan berkontribusi pada sosial media, bukankah itu menarik sekali?

Untuk pertama kalinya, akhirnya pencetus proyek open sources dapat memonetisa networknya secara langsung. Misalnya founder dari network decentralized file store dapat mengisukan token berbasis blockchain yang mempresentasikan hak kepemilikan dalam networknya untuk membeli dan menjual storage yg nganggur. Tim Founder biasanya akan menyimpan lebih kurang 10% dari keseluruhan token untuk dirinya sendiri, dan apabila jika networknya menjadi popular sehingga mencetuskan peningkatan pada permintaan maka nilainya akan turut ikut naik, bahkan lebih baik lagi kalau total supply tokennya ialah fix. Dalam artikata lain, para founders dapat memonetisa networknya hanya dengan sekedar memiliki token tersebut dan berusaha lebih giat lagi untuk menjadikan networknya bermanfaat. Apabila mereka memerlukan dana untuk melanjutkan proyek mereka yg berikutnya, maka mereka dapat menjual seporsi tokennya kedalam open market. 

Mari kita lihat dunia internet saat ini seperti Facebook, Twitter, Uber, Ebay dllnya, dimana mereka - mereka itu menjadi bernilai karna adanya dukungan dari para pengguna. Namun demikian, setiap nilai yang dijana oleh para penggunanya, hasilnya masuk ke kantong pemiliknya. Nah disinilah model sistem blockchain akan mengubah segalanya dengan cara memberikan kembali nilai network kepada para pengguna sesuai dengan kontribusinya. Apa yang dapat kita kutip dari pernyataan tersebut ialah, ia akan mengguncang keseluruhan web services yang ada saat ini dengan skala yang besar. Kemungkinan besar apa yang akan terjadi ialah bermunculannya Protokol Twitter tanpa perusahaan Twitter atau Protokol Facebook tanpa perusahaan Facebook. Selaku investor, ini mungkin akan menjadi kesempatan emas untuk duluan membeli seporsi dari networknya, dimana diyakini akan menjadi semakin bernilai karna ia dapat mengubah infrastruktur internet pada masa hadapan.

Mungkin sedikit sebanyak semua yang dibahas diatas terdengar merumitkan karna ini tandanya industri blockchain masih sangat baru dan dalam tahap eksperimentasi. Tapi walaupun demikian, jika ada satu saja apps yang meledak dan menjadi viral karna dapat memberikan insentif kepada para penggunanya, maka ini akan menjadi sesuatu yg sangat luar biasa. Apabila di masa hadapan, protokol blockchain yg berdesentralisasi mulai menggantikan satu per satu web service di internet, maka era internet desentralisasi akan tiba.

Sekian aja dulu artikel untuk hari ini, semoga bermanfaat!

Wednesday, January 4, 2017

apa itu bitcoin?

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Cari jawaban untuk berbagai pertanyaan dan mitos tentang Bitcoin.


Umum

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah jaringan konsensus yang memungkinkan sistem pembayaran baru dan uang yang sepenuhnya berbentuk digital. Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer desentralisasi pertama yang dikontrol sepenuhnya oleh penggunanya tanpa ada otoritas sentral ataupun perantara. Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin serupa seperti uang tunai di dunia internet. Bitcoin juga dapat dipandang sebagai sistem pembukuan tiga pencatatan paling menonjol yang ada saat ini.

Siapa yang menciptakan Bitcoin?

Bitcoin adalah implementasi pertama tentang konsep yang bernama "cryptocurrency", yang pertama kali dijelaskan pada tahun 1998 oleh Wei Dai dalam milis cypherpunks, menyarankan ide tentang bentuk baru uang yang menggunakan kriptografi untuk mengontrol pembuatan dan transaksi, alih-alih menggunakan otoritas terpusat. Spesifikasi Bitcoin pertama dan bukti konsep dipublikasikan pada tahun 2009 dalam sebuah milis kriptografi oleh Satoshi Nakamoto. Satoshi meninggalkan proyek ini pada akhir tahun 2010 tanpa memberitahukan banyak tentang dirinya. Komunitas Bitcoin berkembang pesat seiring banyaknya pengembang yang mengerjakan Bitcoin.
Anonimitas Satoshi seringkali menimbulkan perhatian yang salah, kebanyakan berhubungan dengan salah paham atas sifat Bitcoin yang berbasis sumber terbuka. Protokol dan perangkat lunak BItcoin dipublikasikan secara terbuka dan pengembang dari seluruh dunia dapat meninjau kode atau membuat sendiri perangkat lunak Bitcoin yang telah dimodifikasi versi mereka. Sama halnya dengan pengembang saat ini, pengaruh Satoshi terbatas pada beberapa perubahan yang ia ciptakan dan diadopsi oleh pengembang lain, dan dia tidak mengontrol Bitcoin. Dengan demikian, mencari identitas penemu Bitcoin saat ini sama saja seperti mencari identitas penemu surat kabar.

Siapa yang mengendalikan jaringan Bitcoin?

Tidak ada yang memiliki jaringan Bitcoin, sama seperti tidak ada yang memiliki teknologi pengoperasian email. Bitcoin dikendalikan oleh semua penggunanya di seluruh dunia. Pengembang memang dapat meningkatkan perangkat lunak Bitcoin, tetapi mereka tidak bisa memaksakan perubahan dalam protokol Bitcoin karena semua pengguna bebas memilih perangkat lunak dan versi yang ingin mereka gunakan. Agar dapat tetap kompatibel satu sama lain, semua pengguna perlu menggunakan perangkat lunak yang mengikuti peraturan yang sama. Bitcoin hanya bisa bekerja dengan baik bila ada konsensus penuh diantara semua penggunanya. Dengan demikian, semua pengguna dan pengembang memiliki insentif yang kuat untuk melindungi konsensus ini.

Bagaimana cara kerja Bitcoin?

Dari sudut pandang pengguna, Bitcoin tidak lebih dari aplikasi ponsel atau program komputer yang menyediakan dompet Bitcoin dan memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima bitcoin. Inilah cara Bitcoin bekerja untuk sebagian besar pengguna.
Di belakang layar, jaringan Bitcoin membagikan sebuah catatan publik yang disebut "rantai-blok". Catatan ini berisi semua transaksi yang pernah diproses, memungkinkan komputer pengguna untuk memverifikasi kebsahan tiap transaksi. Keaslian tiap transaksi dilindungi oleh tanda tangan digital yang berhubungan dengan alamat pengirim, memungkinkan semua pengguna memiliki kontrol penuh atas pengiriman bitcoin dari alamat Bitcoin mereka. Sebagai tambahan, semua orang dapat memroses transaksi menggunakan kekuatan penghitungan perangkat keras khusus dan mendapatkan hadiah dalam bentuk bitcoin untuk layanan ini. Kegiatan ini seringkali disebut dengan "penambangan". Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Bitcoin, Anda dapat menuju halaman khusus dan surat kabar asli.

Apakah Bitcoin benar-benar digunakan oleh banyak orang?

Ya. Ada banyak bisnis dan individu yang menggunakan Bitcoin. Termasuk bisnis fisik di dunia nyata seperti restoran, apartemen, firma hukum, dan juga layanan online terkenal seperti Namecheap, WordPress, Reddit, dan Flattr. Meskipun Bitcoin termasuk fenomena baru, namun berkembang sangat pesat. Pada akhir Agustus 2013, nilai total semua bitcoin yang beredar melebihi 1,5 milyar dolar AS, dengan transaksi pertukaran bitcoin senilai jutaan dolar dilakukan setiap hartinya.
Screenshot

Bagaimana cara mendapatkan bitcoin?

Meskipun masih mungkin untuk menemukan individu yang berniat menjual bitcoin untuk ditukar dengan pembayaran kartu kredit ataupun PayPal, sebagian besar transaksi tidak mengizinkan pembayaran melalui metode-metode tersebut. Hal ini dikarenakan kasus-kasus di mana seseorang membeli bitcoin menggunakan PayPal, lalu membatalkan separuh transaksi mereka. Kasus seperti ini biasanya disebut "chargeback".

Sulitkah melakukan pembayaran menggunakan Bitcoin?

Pembayaran dengan Bitcoin lebih mudah dibandingkan dengan kartu kredit maupun debit, dan dapat diterima tanpa akun penjual. Pembayaran dilakukan melalui aplikasi dompet, baik di komputer maupun ponsel Anda, dengan memasukkan alamat penerima, jumlah pembayaran, dan tekan kirim. Untuk mempermudah memasukkan alamat penerima, banyak dompet kini dapat membaca alamat dengan memindai kode QR atau menyentuhkan dua ponsel bersamaan dengan teknologi NFC.
Screenshot Screenshot

Apa keuntungan menggunakan Bitcoin?

  • Kebebasan Pembayaran - Memungkinkan Anda untuk mengirim dan menerima uang secara instan di manapun dan kapanpun. Tidak ada libur bank. Tidak ada batas negara. Tidak ada batasan yang diberlakukan. Bitcoin memberikan penggunanya kontrol penuh atas uang mereka.
  • Biaya sangat rendah - Pembayaran Bitcoin saat ini diproses tanpa biaya atau dengan biaya yang sangat rendah. Pengguna dapat memasukkan biaya dalam transaksi untuk memperoleh pemrosesan prioritas, sehingga mendapat konfirmasi transaksi yang lebih cepat oleh jaringan. Sebagai tambahan, prosesor penjual ada untuk membantu penjual dalam pemrosesan transaksi, mengubah bitcoin ke dalam mata uang fiat konvensional, dan memasukkan uang langsung ke rekening bank penjual setiap harinya. Karena semua layanan ini berbasis Bitcoin, maka biaya yang diperlukan jauh lebih rendah dibanding jaringan kartu kredit maupun PayPal.
  • Rendah risiko bagi penjual - Transaksi Bitcoin sangat aman, tidak bisa dibatalkan, dan tidak mengandung informasi pribadi atau sensitif dari pelanggan. Hal ini melindungi penjual dari kerugian akibat penipuan atau kecurangan chargeback, serta tidak perlu penyesuaian PCI. Penjual dapat dengan mudah berekspansi ke pasar baru di mana kartu kredit tidak tersedia dan tingkat penipuan sangat tinggi. Hasil akhir dari Bitcoin adalah biaya yang lebih rendah, pasar yang lebih luas, dan pengeluaran administratif yang lebih sedikit,
  • Keamanan dan kontrol - Pengguna Bitcoin memiliki kontrol penuh atas transaksi mereka; tidak mungkin bagi penjual untuk membuat tagihan yang tidak diinginkan ataupun diperhatikan sebagaimana yang bisa terjadi dengan metode pembayaran lainnya. Pembayaran dengan Bitcoin bisa dibuat tanpa menyertakan identintas pribadi untuk proses pembayarannya. Hal ini memberikan perlindungan yang kuat dari para pencuri identitas. Pengguna Bitcoin juga bisa melindungi uang mereka dengan pencadangan dan enskripsi.
  • Transparan dan netral - Semua informasi terkait suplai uang Bitcoin telah tersedia dalam rantai-blok bagi siapa saja yang ingin memverifikasi atau menggunakannya secara waktu-nyata. Tidak ada individu ataupun organisasi yang dapat mengontrol atau memanipulasi protokol Bitcoin karena sangat aman secara kriptografis. Hal ini memungkinkan inti Bitcoin untuk dapat sepenuhnya netral, transparan, dan dapat diprediksi.

Apa kerugian menggunakan Bitcoin?

  • Tingkat penerimaan - Banyak orang masih belum menyadari keberadaan Bitcoin. Setiap hari, makin banyak bisnis yang menerima bitcoin karena mereka menginginkan keuntungan dari penggunaan bitcoin, namun tetap saja daftar pengguna masih sedikit dan perlu bertumbuh untuk mendapat keuntungan dari efek jaringan.
  • Volatilitas - Nilai total dari bitcoin yang beredar dan jumlah bisnis yang menggunakan Bitcoin masih sangat kecil dibanding yang semestinya. Karena itu, acara-acara kecil, perdagangan, ataupun aktivitas bisnis dapat secara signifikan mempengaruhi harga bitcoin. Secara teori, volatilitas ini akan berkurang seiring berkembangnya pasar dan teknologi Bitcoin. Sebelumnya tidak pernah ada mata uang yang diciptakan sendiri, sehingga sangat sulit (dan menarik) untuk membayangkan perkembangan apa yang akan terjadi selanjutnya.
  • Pengembangan yang sedang berlangsung - Perangkat lunak Bitcoin masih dalam versi beta dengan banyak fitur tidak lengkap yang masih dikembangkan secara aktif. Perangkat, fitur, dan layanan baru tengah dikembangkan untuk membuat Bitcoin lebih aman dan mudah diakses publik. Beberapa pengembangan ini masih belum siap untuk semua orang. Sebagian besar bisnis Bitcoin masih tergolong baru dan belum menawarkan asuransi. Secara umum, Bitcoin masih dalam proses pendewasaan.

Mengapa banyak orang percaya dengan Bitcoin?

Kebanyakan kepercayaan pada Bitcoin datang dari fakta bahwa Bitcoin tidak memerlukan kepercayaan sama sekali. Bitcoin sepenuhnya berbasis sumber-terbuka dan terdesentralisasi. Ini berarti setiap orang memiliki akses ke seluruh kode sumber setiap saat. Semua pengembang di dunia dapat memverifikasi bagaimana tepatnya cara kerja Bitcoin. Semua transaksi dan bitcoin yang diterbitkan dapat dilihat secara transparan dan waktu-nyata oleh siapa saja. Semua pembayaran dapat dilakukan tanpa tergantung pada pihak ketiga dan seluruh sistem dilindungi oleh algoritma kriptografi peer-review seperti yang digunakan dalam perbankan online. Tidak ada organisasi ataupun individu yang dapat mengontrol Bitcoin, dan jaringan tetap aman meskipun tidak semua pengguna dapat dipercaya.

Bisakah saya mendapatkan penghasilan dengan Bitcoin?

Anda sebaiknya jangan berharap untuk menjadi kaya dengan Bitcoin atau dengan kemunculan teknologi terbaru lainnya. Penting untuk berhati-hati terhadap segala sesuatu yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan atau menyalahi prinsip dasar ekonomi.
Bitcoin adalah inovasi yang sedang tumbuh dan merupakan peluang bisnis yang juga memiliki risiko. Tidak ada jaminan bahwa Bitcoin akan terus tumbuh meskipun telah berkembang sedemikian cepatnya sampai saat ini. Investasi waktu dan sumber daya pada segala sesuatu yang berhubungan dengan Bitcoin membutuhkan kemampuan wirausaha. Banyak cara untuk menghasilkan uang dengan Bitcoin seperti penambangan, spekulasi atau menjalankan bisnis baru. Semua metode ini bersifat kompetitif dan tidak ada jaminan adanya keuntungan. Semua bergantung pada masing-masing individu untuk membuat evaluasi biaya dan risiko yang mungkin muncul dalam proyek apapun.

Apakah Bitcoin sepenuhnya virtual dan tidak berwujud?

Bitcoin bersifat virtual layaknya kartu kredit dan jaringan perbankan online yang saat ini kita gunakan setiap hari. Bitcoin bisa digunakan untuk pembayaran online dan di toko nyata seperti halnya uang konvensional. Bitcoin bisa juga ditukarkan dengan bentuk materiil seperti pada koin Casascius, tetapi pembayaran dengan ponsel biasanya tetap lebih mudah. Saldo Bitcoin disimpan pada sebuah jaringan distribusi yang besar dan nilai saldo ini tidak bisa dicurangi ataupun diubah oleh siapapun. Dengan kata lain, pengguna Bitcoin memiliki kendali eksklusif atas uang mereka dan bitcoin tidak bisa hilang hanya karena berbentuk virtual.

Apakah Bitcoin anonim?

Bitcoin didesain untuk memungkinkan penggunanya mengirim dan menerima pembayaran dengan level privasi yang cukup seperti halnya berbagai bentuk lain dari uang. Namun, Bitcoin tidak anonim dan tidak dapat memberikan level privasi yang sama seperti uang tunai. Penggunaan Bitcoin memerlukan pencatatan publik secara luas. Ada berbagai mekanisme untuk melindungi privasi pengguna, dan lebih banyak lagi tengah dikembangkan. Meski demikian, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum fitur-fitur ini bisa digunakan dengan benar oleh sebagian besar pengguna Bitcoin.
Beberapa kekhawatiran telah muncul terkait transaksi-transaksi pribadi bisa digunakan untuk keperluan ilegal dengan menggunakan Bitcoin. Bagaimanapun juga, patut diperhatikan bahwa Bitcoin akan menjadi bagian dari peraturan-peraturan yang sudah ada dalam sistem keuangan. Bitcoin tidak bisa lebih anonim daripada uang tunai dan tidak akan menyulitkan pengadaan investigasi kriminal bila diperlukan. Sebagai tambahan, Bitcoin juga didesain untuk mencegah kejahatan keuangan dalam jumlah besar.

Apa yang terjadi saat bitcoin hilang?

Ketika pengguna kehilangan dompet, ini berdampak pada hilangnya uang dari sirkulasi. Bitcoin yang hilang masih berada dalam rantai-blok seperti bitcoin-bitcoin lainya. Namun, bitcoin yang hilang akan tetap tidak aktif selamanya karena tidak ada cara yang bisa digunakan oleh siapapun untuk menemukan kunci pribadi yang memungkinkannya untuk digunakan lagi. Karena hukum kebutuhan dan penawaran, ketika bitcoin yang beredar hanya sedikit, maka jumlah yang tersisa akan lebih dibutuhkan dan memiliki nilai yang lebih tinggi sebagai dampaknya.

Dapatkah Bitcoin tumbuh menjadi jaringan pembayaran yang utama?

Jaringan Bitcoin sudah bisa memproses lebih banyak transaksi tiap detik dibanding hari ini. Kondisi ini, bagaimanapun juga, belum sepenuhnya siap untuk menangani jumlah transaksi sebesar jaringan kartu kredit. Pengembangan sedang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan yang ada dan segala yang dibutuhkan untuk itu di masa depan. Sejak awal diciptakan, setiap aspek dari jaringan Bitcoin berproses untuk terus tumbuh dalam hal kematangan, keoptimalan dan spesialisasi dan kondisi ini diharapkan akan terus terjadi beberapa tahun ke depan. Seiring dengan pertumbuhan trafik, semakin banyak pengguna Bitcoin menggunakan klien kapasitas ringan dan simpul jaringan penuh bisa menjadi layanan yang semakin terspesialisasi. Untuk lebih lengkapnya, lihat halaman Skalabilitas pada Wiki.

Sah

Apakah Bitcoin sah?

Sepengetahuan kami, Bitcoin belum dinyatakan ilegal di sebagian besar negara. Meskipun ada beberapa negara (seperti Argentina dan Rusia) yang secara ketat melarang mata uang asing. Negara lain (seperti Thailand) membatasi izin entitas mata uang tertentu seperti pertukaran Bitcoin.
Para pembuat kebijakan dari berbagai negara tengah mengambil langkah untuk menyediakan peraturan bagi individu dan bisnis mengenai bagaimana mengintegrasikan teknologi baru ini dengan peraturan sistem finansial formal. Contohnya, Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), sebuah biro di Departemen Keuangan Amerika Serikat, menerbitkan panduan lepas mengenai bagaimana pemerintah menangani aktivitas tertentu terkait mata uang virtual.

Apakah Bitcoin bisa digunakan untuk aktivitas ilegal?

Bitcoin adalah uang, dan uang selalu digunakan untuk tujuan sah maupun ilegal. Uang tunai, kartu kredit dan sistem perbankan saat ini secara luas melampaui Bitcoin dalam hal penggunaan untuk kegiatan kriminal. Bitcoin dapat membawa inovasi yang signifikan dalam sistem pembayaran dan keuntungan inovasi tersebut sering dianggap jauh melampaui potensi kekurangan Bitcoin.
Bitcoin didesain sebagai langkah besar untuk membuat uang menjadi lebih aman dan sekaligus berfungsi sebagai bentuk perlindungan terhadap kejahatan keuangan. Sebagai contoh, bitcoin sama sekali tidak bisa dipalsukan. Pengguna memiliki kontrol penuh atas pembayaran mereka dan tidak bisa menerima tagihan yang tidak mereka setujui seperti yang bisa terjadi pada pembobolan kartu kredit. Transaksi bitcoin tidak bisa dibatalkan dan kebal terhadap penipuan chargeback. Bitcoin memungkinkan uang menjadi lebih aman dari pencurian dan risiko kehilangan dengan menggunakan mekanisme yang sangat kuat seperti pencadangan, enkripsi dan tanda tangan berganda.
Beberapa kekhawatiran timbul mengenai peluang Bitcoin digunakan oleh kriminal karena sifatnya yang dapat dibelanjakan untuk pembayaran pribadi dan tidak dapat dibatalkan. Meski demikian, sebenarnya peluang ini telah ada dengan pembayaran uang tunai dan transfer bank, yang telah digunakan sejak lama. Penggunaan Bitcoin tentunya akan mengikuti peraturan serupa yang telah ada dalam sistem finansial saat ini, dan Bitcoin tidak akan menghalangi berjalannya investigasi kriminal. Secara umum, terobosan baru biasanya memang dianggap kontroversial sebelum berbagai keuntungannya dimengerti sepenuhnya oleh publik. Internet adalah contoh kasus yang baik untuk menggambarkan hal ini.

Bisakah Bitcoin diregulasi?

Protokol Bitcoin tidak dapat dimodifikasi tanpa kerjasama dari hampir keseluruhan penggunanya, yang dapat memilih perangkat lunak apa yang ingin mereka gunakan. Berusaha memberikan hak khusus pada otoritas lokal pada dasarnya mustahil dilakukan dalam jaringan Bitcoin global. Sebuah organisasi kaya dapat berinvestasi dalam perangkat keras penambangan untuk mengontrol separuh kekuatan penghitungan dari jaringan dan menjadi mampu untuk memblokir atau membatalkan transaksi-transaksi terbaru. Namun, tidak ada garansi bahwa mereka dapat mempertahankan kemampuan tersebut karena membutuhkan dana investasi yang setara dengan semua penambang di dunia.
Meski demikian, tetap mungkin untuk mengatur penggunaan Bitcoin seperti halnya mengatur instrumen keuangan lainnya. Sama seperti dolar, Bitcoin dapat digunakan untuk berbagai tujuan, beberapa diantaranya mungkin dianggap legal ataupun ilegal tergantung hukum yang berlaku di suatu negara. Terkait hal itu, Bitcoin tidak berbeda dari perangkat atau sumber daya lain yang harus mengikuti peraturan yang berbeda-beda dalam tiap negara. Bitcoin juga dapat dipersulit dengan adanya peraturan ketat, sehingga sulit untuk menentukan berapa persen dari pengguna akan tetap menggunakan teknologi ini. Pemerintahan yang melarang Bitcoin akan mencegah bisnis dan pasar domestiknya berkembang, sehingga menggeser peluang inovasi ke negara lain. Tantangan bagi pembuat kebijakan, seperti yang selalu terjadi, adalah mengembangkan solusi yang efisien tanpa menghambat pertumbuhan bisnis dan pasar yang baru muncul.

Bagaimana dengan Bitcoin dan pajak?

Bitcoin bukanlah mata uang fiat dengan status sah di negara manapun, tetapi seringkali tetap terikat pada aturan kewajiban pajak terlepas dari media uang yang digunakan. Ada berbagai macam undang-undang di banyak negara yang dapat menyebabkan pajak pendapatan, penjualan, penggajian, laba, atau bentuk lain dari kewajiban pajak muncul dengan Bitcoin.

Bagaimana dengan Bitcoin dan perlindungan konsumen?

Bitcoin membebaskan penggunanya untuk bertransaksi dengan aturan mereka sendiri. Setiap pengguna dapat mengirim dan menerima pembayaran dalam cara yang mirip dengan uang tunai, tetapi mereka juga dapat mengambil bagian dalam kontrak yang lebih rumit. Tanda tangan berganda memungkinkan transaksi untuk dapat diterima oleh jaringan hanya jika sejumlah orang dalam kelompok tertentu setuju untuk menandatangani transaksi. Hal ini memungkinkan layanan mediasi sengketa inovatif untuk dikembangkan di masa depan. Layanan tersebut dapat memungkinkan pihak ketiga untuk menyetujui atau menolak transaksi dalam kasus perselisihan antara pihak-pihak lain tanpa memiliki kontrol atas uang mereka. Berbeda dengan uang tunai dan metode pembayaran lainnya, Bitcoin selalu meninggalkan bukti publik bahwa transaksi itu terjadi, yang dapat berpotensi digunakan dalam bukti penelusuran terhadap bisnis dengan praktik penipuan.
Perlu dicatat bahwa meski penjual biasanya bergantung pada reputasi publik mereka untuk mempertahankan bisnis dan menggaji karyawan, namun mereka tidak memiliki akses ke level informasi yang sama saat berhubungan dengan pelanggan baru. Cara kerja Bitcoin memungkinkan individu dan pelaku bisnis untuk dilindungi dari penipuan dan chargeback, sembari memberikan pilihan kepada konsumen untuk meminta pengamanan lebih saat mereka tidak mempercayai penjual tertentu.

Ekonomi

Bagaimana bitcoin dibuat?

Bitcoin baru tercipta dari sebuah proses kompetitif dan desentralisasi yang disebut "penambangan". Dalam proses ini, individu mendapat hadiah dari jaringan atas layanan yang mereka berikan. Para penambang Bitcoin memroses transaksi dan mengamankan jaringan menggunakan perangkat keras khusus dan sebagai gantinya mendapat bitcoin baru.
Protokol Bitcoin didesain sedemikian rupa sehingga bitcoin baru dibuat dengan nilai tetap. Hal ini membuat penambangan Bitcoin menjadi bisnis yang sangat kompetitif. Ketika semakin banyak penambang bergabung pada jaringan, menjadi semakin sulit untuk mendapatkan keuntungan dan penambang harus mencari cara paling efisien untuk memotong biaya operasional. Tidak ada pemegang kekuasan utama ataupun pengembang yang memiliki kekuatan untuk mengontrol ataupun memanipulasi sistem untuk meningkatkan keuntungan pribadi. Setiap koneksi Bitcoin di seluruh dunia akan menolak apapun yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Bitcoin diciptakan dengan tingkat yang dapat diprediksi dan semakin menurun. Jumlah bitcoin yang diciptakan setiap tahunnya secara otomatis berkurang separuh hingga penerbitan bitcoin berhenti sepenuhnya saat jumlah totalnya mencapai 21 juta bitcoin. Saat ini, penambang Bitcoin kemungkinan akan didukung secara eksklusif oleh sejumlah biaya-biaya transaksi bernominal kecil.

Mengapa bitcoin memiliki nilai?

Bitcoin memiliki nilai karena berguna sepeti layaknya uang. Bitcoin memiliki sifat-sifat uang (tahan lama, ringkas, bisa ditukarkan, langka, bisa dibagi, dan bisa dikenali) berdasarkan rumusan matematika daripada berdasarkan pada bentuk fisik (seperti emas dan perak) ataupun kepercayaan pada pihak pusat (seperti mata uang fiat). Singkat kata, Bitcoin didukung oleh matematika. Dengan atribut-atribut ini, semua yang diperlukan dari uang untuk memiliki nilai tukar adalah kepercayaan dan penerimaan. Dalam kasus Bitcoin, kondisi ini bisa diukur dengan pertumbuhan pengguna, penjual dan pengguna awal. Seperti mata uang lainnya, nilai bitcoin datang hanya dari orang-orang yang mau menerimanya sebagai alat pembayaran.

Apa yang menentukan harga bitcoin?

Harga bitcoin ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Ketika permintaan untuk bitcoin meningkat, harga meningkat dan ketika permintaan menurun, harga turun. Bitcoin yang sudah beredar jumlahnya terbatas dan bitcoin baru dibuat dengan tingkat yang dapat diprediksi dan menurun, yang berarti permintaan harus mengikuti besaran inflasi untuk menjaga harga tetap stabil. Karena Bitcoin masih merupakan pasar yang relatif kecil dibanding potensi yang sebenarnya bisa dicapai, maka tidak memerlukan jumlah uang yang besar untuk menggerakkan harga pasar naik atau turun, dan oleh karena itu harga bitcoin masih sangat mudah berubah.
Harga Bitcoin, tahun 2013 hingga 2015
chart

Bisakah bitcoin menjadi tidak berharga?

Ya. Sejarah dipenuhi dengan mata uang yang gagal dan tidak lagi digunakan, seperti Mark Jerman selama pemerintahan Republik Weimar, dan yang terbaru adalah dolar Zimbabwe. Meskipun kegagalan mata uang pada umumnya terjadi karena jenis hiperinflasi yang tidak mungkin terjadi pada Bitcoin, selalu ada potensi terjadinya kegagalan teknis, persaingan mata uang, isu politik dan sebagainya. Sebagai aturan dasar yang utama, tidak ada mata uang yang bisa dianggap sangat aman dari kegagalan dan masa sulit. Bitcoin telah terbukti bisa diandalkan selama bertahun-tahun sejak pencanangannya dan berpotensi besar untuk terus tumbuh. Bagaimanapun juga, tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi bahwa masa depan akan memihak Bitcoin.

Apakah Bitcoin merupakan fenomena gelembung?

Peningkatan harga yang cepat tidak selalu merupakan fenomena gelembung. Penilaian berlebih yang dibuat-buat yang akan membawa pada penurunan koreksi secara drastis merupakan fenomena gelembung. Pilihan berdasarkan perilaku manusia oleh ratusan ribu pelaku pasar merupakan penyebab dari perubahan harga bitcoin sehingga pasar berusaha menemukan harga. Alasan perubahan perilaku bisa jadi termasuk hilangnya kepercayaan terhadap Bitcoin, perbedaan yang besar antara nilai dan harga tidak berdasarkan pada dasar ekonomi Bitcoin, peningkatan liputan pers yang memunculkan permintaan spekulatif, ketakutan akan ketidakpastian, dan antusiasme kuno yang berlebih dan keserakahan.

Apakah Bitcoin merupakan skema Ponzi?

Skema Ponzi adalah kegiatan penipuan investasi yang membayarkan laba kepada investor dari uang mereka sendiri, atau uang yang sudah dibayarkan oleh investor sebelumnya, dan bukan dari laba yang diterima oleh masing-masing individu yang menjalankan bisnis. Skema Ponzi didesain untuk hancur pada pendanaan investor terakhir ketika jumlah peserta baru sudah tidak mencukupi.
Bitcoin adalah proyek piranti lunak tanpa otoritas pusat. Konsekuensinya, tidak ada seorang pun yang dapat berlaku curang terkait dengan keuntungan investasi. Seperti mata uang utama pada umumnya seperti emas, dolar Amerika Serikat, euro, yen, dll. tidak ada garansi atas kemampuan membeli dan nilai tukar bergerak bebas. Hal ini membawa pada volatilitas di mana pemilik bitcoin bisa secara tidak terkira mendapatkan atau kehilangan uang. Di luar faktor spekulasi, Bitcoin juga merupakan sistem pembayaran yang berguna dan kompetitif yang sedang digunakan oleh ribuan pengguna dan bisnis.

Bukankah Bitcoin menguntungkan pengguna awal secara tidak adil?

Beberapa pengguna awal memiliki bitcoin dalam jumlah besar karena mereka mengambil risiko dan menginvestasikan waktu dan sumber daya pada teknologi yang belum terbukti, yang pada saat itu masih jarang digunakan dan belum memiliki keamanan yang memadai. Banyak para pengguna awal menghabiskan bitcoin dalam jumlah besar beberapa kali sebelum bitcoin menjadi berharga, atau membeli dalam jumlah kecil dan tidak mendapatkan keuntungan yang besar. Tidak ada jaminan bahwa harga bitcoin akan naik atau turun. Hal ini sangat mirip dengan berinvestasi pada tahap awal yang mungkin bisa memberikan nilai seiring kegunaan dan popularitasnya atau bahkan tidak pernah menjadi apapun. Bitcoin masih pada tahapan awal, dan telah dirancang untuk tujuan jangka panjang. Sulit dibayangkan bagaimana Bitcoin menguntungkan pengguna awal, karena pengguna Bitcoin hari ini bisa saja menjadi pengguna awal di kemudian hari, bisa juga tidak.

Tidakkah jumlah bitcoin yang terbatas menjadi kendala?

Bitcoin ini unik karena hanya akan ada 21 juta bitcoin yang dibuat. Namun demikian, ini tidak akan menjadi batasan karena nilai transaksi bisa dipecah menjadi bagian unit yang lebih kecil dari sebuah bitcoin, seperti bit - terdapat 1.000.000 bit dalam 1 bitcoin. Bitcoin dapat dibagi dalam maksimal 8 tempat desimal (0,000 000 01) dan bahkan memungkinkan unit yang lebih kecil jika diperlukan di masa mendatang seiring penurunan ukuran rata-rata transaksi.

Akankah Bitcoin jatuh dalam spiral deflasi?

Teori spiral deflasi menyatakan bahwa jika harga diperkirakan turun, orang akan memilih membeli di masa depan dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan dari harga yang lebih rendah. Penurunan permintaan ini akan menyebabkan penjual menurunkan harga mereka untuk mencoba merangsang permintaan, yang justru akan membuat masalah semakin buruk dan berujung pada depresi ekonomi.
Meskipun teori in merupakan cara yang populer untuk membenarkan inflasi bagi para bankir pusat, namun tidak selalu benar dan dianggap sebagai kontroversi oleh para ekonom. Barang elektronik adalah salah satu contoh dari sebuah pasar yang harganya selalu turun secara konstan tetapi tidak berarti sedang dalam masa depresi. Serupa dengan itu, nilai dari bitcoin telah turun selama ini akan tetapi besaran ekonomi Bitcoin juga telah tumbuh pesat. Karena nilai dari mata uang dan besaran ekonomi mulai dari nol pada tahun 2009, Bitcoin adalah contoh ketidaksesuaian yang menunjukkan bahwa sebuah teori terkadang bisa saja salah.
Meskipun ada kondisi ini, Bitcoin tidak didesain untuk mengalami penurunan nilai mata uang. Lebih tepatnya Bitcoin dibuat untuk mengalami inflasi di tahun-tahun awal dan menjadi stabil di tahun-tahun berikutnya. Satu-satunya kondisi di mana jumlah bitcoin dalam sirkulasi akan turun adalah jika orang-orang ceroboh kehilangan dompet mereka karena tidak membuat pencadangan. Dengan dasar keuangan dan ekonomi yang stabil, nilai dari mata uang harusnya tetap stabil.

Bukankah spekulasi dan ketidakpastian merupakan masalah bagi Bitcoin?

Ini adalah kondisi seperti perumpamaan "mana yang lebih dulu: telur atau ayam". Agar harga bitcoin bisa stabil, ekonomi skala besar perlu berkembang dengan lebih banyak bisnis dan pengguna. Agar perekonomian skala besar berkembang, bisnis dan pengguna akan mencari kestabilan harga.
Untungnya, ketidakpastian tidak berpengaruh pada manfaat utama Bitcoin sebagai sistem pembayaran untuk mentransfer uang dari A ke B. Mudah bagi para pelaku bisnis untuk mengubah pembayaran bitcoin ke mata uang mereka secara instan, sehingga mereka mendapatkan keuntungan dari Bitcoin tanpa harus mengalami fluktuasi harga. Bitcoin menawarkan banyak fitur yang bermanfaat dan unik, karenanya banyak pengguna memilih menggunakan Bitcoin. Dengan solusi dan insentif yang demikian, sangat mungkin bahwa Bitcoin akan dewasa dan tumbuh hingga mencapai tahap di mana ketidakpastian/volatilitas nilainya sudah sangat berkurang.

Bagaimana jika seseorang membeli semua bitcoin yang ada?

Hanya sepersekian dari semua bitcoin yang telah diterbitkan saat ini yang dijual di pasar pertukaran. Pasar Bitcoin bersifat kompetitif, artinya harga bitcoin akan naik atau turun tergantung pada permintaan dan penawaran. Terlebih lagi, bitcoin baru akan terus diterbitkan dalam dekade-dekade mendatang. Karena itu bahkan pembeli yang paling ambisius tidak akan bisa membeli semua bitcoin yang ada sekarang. Meski demikian, situasi ini tidak mengindikasikan bahwa pasar tidak rentan terhadap manipulasi harga; masih tidak memerlukan jumlah uang yang banyak untuk menggerakkan harga pasar naik atau turun, sehingga sejauh ini Bitcoin masih tergolong aset yang mudah berubah.

Bagaimana jika seseorang menciptakan mata uang digital yang lebih baik?

Hal itu mungkin terjadi. Untuk saat ini, Bitcoin tetap menjadi mata uang virtual tak terpusat yang paling populer, akan tetapi tidak ada jaminan bahwa posisinya akan tetap demikian. Sudah ada seperangkat mata uang lain yang terinspirasi dari Bitcoin. Mungkin bisa diasumsikan bahwa pengembangan yang signifikan akan dibutuhkan oleh mata uang baru untuk mengambil alih Bitcoin dalam hal kemampuan membangun pasar; meskipun hal ini tetap tidak bisa diprediksi. Bitcoin kemungkinan juga bisa mengadopsi pengembangan yang dilakukan mata uang saingan, selama tidak mengubah dasar pokok dari protokol.

Transaksi

Mengapa saya harus menunggu 10 menit?

Menerima pembayaran hampir instan dengan Bitcoin. Namun ada penundaan rata-rata 10 menit sebelum jaringan mulai mengonfirmasi transaksi Anda dengan memasukkannya dalam blok dan sebelum Anda dapat menggunakan bitcoin yang Anda terima. Sebuah konfirmasi berarti ada konsensus pada jaringan bahwa bitcoin yang Anda terima belum dikirim ke orang lain dan masih dianggap sebagai milik Anda. Setelah transaksi Anda telah dimasukkan dalam satu blok, itu akan terus tertimbun di bawah setiap blok setelahnya, yang secara eksponensial akan mengonsolidasikan konsensus ini dan mengurangi risiko transaksi dibatalkan. Setiap pengguna bebas menentukan pada titik mana sebuah transaksi sudah dikonfirmasi, tetapi 6 konfirmasi sering dianggap aman seperti halnya menunggu 6 bulan pada transaksi kartu kredit.

Berapa biaya transaksinya?

Sebagian besar transaksi bisa diproses tanpa biaya, tetapi pengguna disarankan untuk membayar biaya secara sukarela untuk mendapatkan konfirmasi transaksi yang lebih cepat dan untuk membayar kompensasi bagi para penambang. Ketika biaya dibutuhkan, pada umumnya mereka hanya mengharap jumlah yang sedikit. Klien Bitcoin Anda biasanya akan berusaha memperkirakan berapa biaya yang dibutuhkan.
Biaya transaksi digunakan sebagai pelindung terhadap pengguna yang mengirimkan transaksi untuk membebani jaringan. Cara kerja biaya ini masih sedang dikembangkan dan akan berubah dari waktu ke waktu. Karena biaya tidak berhubungan dengan jumlah bitcoin yang dikirim, maka bisa jadi membuatnya tampak sangat rendah (0.0005 BTC untuk sebuah transfer 1.000 BTC) atau bahkan terlalu tinggi (0.004 BTC untuk pembayaran 0.02 BTC). Biaya ditentukan oleh atribut seperti data dalam transaksi dan pengulangan transaksi. Sebagai contoh, jika Anda menerima sejumlah besar pembayaran dengan nomimal kecil, maka biaya untuk mengirimkannya akan lebih tinggi. Pembayaran semacam itu dapat dibandingkan dengan membayar tagihan restoran dengan menggunakan uang receh. Membelanjakan pecahan kecil bitcoin Anda dengan cepat juga akan memerlukan biaya. Jika aktivitas Anda mengikuti pola transaksi konvensional, maka biaya akan tetap sangat rendah.

Apakah yang terjadi jika saya menerima sebuah bitcoin ketika komputer saya dalam keadaan mati?

Tidak masalah. Bitcoin akan muncul saat Anda memulai aplikasi dompet Anda. Bitcoin tidak benar-benar diterima oleh perangkat lunak pada komputer Anda, mereka ditambahkan pada buku catatan publik yang dibagi antara semua perangkat pada jaringan. Jika Anda menerima bitcoin saat program klien dompet Anda tidak berjalan dan Anda nanti menjalankannya, maka program tersebut akan mengunduh blok-blok dan akan merekam segala jenis transaksi yang belum diketahui, dan bitcoin akhirnya akan muncul seolah-olah baru saja diterima saat itu. Dompet Anda hanya diperlukan bila Anda ingin membelanjakan bitcoin.

Apa yang dimaksud dengan "sinkronisasi" dan mengapa butuh waktu lama sekali?

Sinkronisasi yang lama hanya diperlukan dengan klien koneksi penuh seperti Bitcoin Core. Secara teknis, sinkronisasi adalah proses mengunduh dan memverifikasi semua transaksi Bitcoin sebelumnya pada jaringan. Beberapa klien Bitcoin perlu memperhatikan semua transaksi sebelumnya untuk menghitung saldo yang tersisa pada dompet Bitcoin Anda dan membuat transaksi baru. Langkah ini dapat memerlukan banyak sumber daya, bandwith dan penyimpanan yang cukup untuk mengakomodasi rantai block ukuran penuh. Agar Bitcoin tetap aman, beberapa orang harus tetap menggunakan klien koneksi penuh karena mereka bertugas memvalidasi dan menyampaikan transaksi.

Penambangan

Apa itu penambangan Bitcoin?

Penambangan adalah proses pengeluaran daya komputasi untuk memproses transaksi, mengamankan jaringan, dan membuat semua orang dalam sistem tersinkronisasi bersama-sama. Hal ini bisa diumpamakan seperti pusat data Bitcoin, kecuali bahwa ini telah dirancang untuk sepenuhnya tidak terpusat dengan penambang yang beroperasi di semua negara dan tidak ada individu yang memiliki kontrol atas jaringan. Proses ini disebut dengan "penambangan" sebagai analogi seperti penambangan emas, karena merupakan mekanisme sementara yang digunakan untuk menerbitkan bitcoin baru. Tetapi tidak seperti pertambangan emas, penambangan Bitcoin memberikan imbalan sebagai bentuk pertukaran atas layanan yang berguna yang diperlukan untuk mengoperasikan jaringan pembayaran yang aman. Penambangan masih akan diperlukan setelah bitcoin terakhir diterbitkan.

Bagaimana cara kerja penambangan Bitcoin?

Setiap orang bisa menjadi penambang Bitcoin dengan cara menjalankan perangkat lunak dengan perangkat keras tertentu. Perangkat lunak untuk penambangan memantau siaran transaksi melalui jaringan peer-to-peer dan melakukan tugas-tugas tertentu untuk memroses dan mengonfirmasi transaksi-transaksi ini. Para penambang Bitcoin melakukan pekerjaan ini karena mereka dapat memperoleh biaya transaksi yang dibayarkan oleh pengguna untuk pemrosesan transaksi yang lebih cepat, dan bitcoin baru pun diterbitkan berdasarkan suatu rumus tetap.
Agar transaksi baru bisa dikonfirmasi, perlu dimasukkan ke dalam blok bersama dengan bukti matematis dari kinerja tersebut. Bukti tersebut sangatlah sulit dibuat karena tidak ada cara untuk membuatnya selain dengan mencoba miliaran kalkulasi per detik. Hal ini memerlukan penambang untuk melakukan perhitungan ini sebelum blok mereka diterima oleh jaringan dan sebelum mereka mendapat imbalan. Seiring makin banyak orang yang mulai menambang, kesulitan untuk menemukan blok yang valid secara otomatis ditingkatkan oleh jaringan untuk memastikan bahwa waktu rata-rata untuk menemukan blok tetap sekitar 10 menit. Akibatnya, penambangan adalah bisnis yang sangat kompetitif di mana tidak ada penambang perorangan dapat mengontrol apa yang ada dalam rantai blok.
Bukti kinerja tersebut juga didesain untuk bergantung pada blok sebelumnya untuk memaksakan urutan kronologis dalam rantai-blok. Hal ini membuatnya sulit secara eksponensial untuk membatalkan transaksi sebelumnya karena memerlukan penghitungan ulang dari bukti-bukti kinerja dari semua blok berikutnya. Ketika dua blok ditemukan pada saat bersamaan, penambang akan mengerjakan blok pertama yang mereka terima dan berganti ke rantai terpanjang dari blok segera setelah blok berikutnya ditemukan. Ini memungkinkan penambangan untuk mengamankan dan mempertahankan konsensus global berdasarkan kekuatan pemrosesan.
Penambang Bitcoin tidak bisa berlaku curang dengan meningkatkan hadiah mereka sendiri, juga tidak bisa memproses transaksi curang yang bisa merusak jaringan Bitcoin karena semua koneksi Bitcoin akan menolak segala jenis blok yang mengandung data tidak sah berdasarkan peraturan dari protokol Bitcoin. Dengan demikian, jaringan tetap aman meski tidak semua penambang Bitcoin bisa dipercaya.

Bukankah penambangan Bitcoin menyia-nyiakan energi?

Menghabiskan energi untuk mengamankan dan menjalankan sistem pembayaran adalah sesuatu yang tidak sia-sia. Seperti layanan pembayaran lainnya, penggunaan Bitcoin diikuti oleh adanya biaya proses pembuatan. Layanan yang diperlukan untuk menjalankan berbagai sistem keuangan yang sudah ada seperti bank, kartu kredit dan kendaraan bersenjata juga memerlukan banyak energi. Meskipun tidak seperti Bitcoin, total konsumsi energi mereka tidak transparan dan tidak bisa diukur dengan mudah.
Penambangan Bitcoin telah didesain untuk makin optimal seiring berjalannya waktu dengan perangkat keras khusus yang membutuhkan lebih sedikit energi, dan biaya pelaksanaan penambangan akan semakin sesuai dengan permintaan. Ketika penambangan Bitcoin menjadi terlalu kompetitif dan kurang menguntungkan, beberapa penambang memilih untuk berhenti dari aktifitasnya. Terlebih lagi, seluruh tenaga yang dikeluarkan penambang sebenarnya berubah menjadi panas, dan penambang yang paling diuntungkan adalah mereka yang bisa memanfaatkan kondisi panas ini. Jaringan penambangan yang optimal dan efisien adalah yang tidak memakan energi ekstra. Meskipun ini tergolong kondisi ideal, nilai ekonomis dari kegiatan penambangan membuat para penambang berusaha keras dalam aktifitas ini.

Bagaimana penambangan membantu mengamankan Bitcoin?

Penambangan hampir serupa seperti lotre kompetitif yang membuat semua orang sulit untuk menambahkan blok-blok transaksi baru ke dalam rantai-blok. Ini melindungi netralitas jaringan dengan mencegah siapapun mendapat kekuasaan untuk memblokir transaksi tertentu. Mekanisme ini juga mencegah siapapun mengganti bagian-bagian dari rantai-blok untuk menarik kembali uang yang mereka belanjakan, yang bisa digunakan sebagai penipuan terhadap pengguna lain. Penambangan membuat sangat sulit secara eksponensial untuk membatalkan transaksi yang telah terjadi dengan meminta penulisan ulang semua blok setelah transaksi tersebut.

Apa yang saya butuhkan untuk mulai menambang?

Pada awal kemunculan Bitcoin, siapa saja bisa menemukan blok baru dengan menggunakan CPU komputer mereka. Seiring dengan makin banyaknya orang yang mulai menambang, makin sulit untuk menemukan blok baru hingga sampai pada level di mana hanya metode yang paling ramah biaya untuk menemukan blok baru adalah dengan menggunakan perangkat keras khusus. Anda dapat mengunjungi BitcoinMining.com untuk informasi lebih lanjut.

Keamanan

Apakah Bitcoin aman?

Teknologi Bitcoin - protokol dan kriptografi - memiliki catatan rekor keamanan yang kuat, dan jaringan Bitcoin kemungkinan adalah proyek penghitungan terdistribusi yang terbesar di dunia. Kelemahan Bitcoin yang paling umum terletak pada kesalahan penggunanya. Data-data dompet Bitcoin yang menyimpan kunci pribadi dapat terhapus tanpa sengaja, hilang, atau dicuri. Hal ini serupa dengan uang tunai fisik yang disimpan dalam bentuk digital. Untungnya, pengguna dapat menerapkan langkah-langkah pengamanan untuk melindungi uang mereka atau menggunakan jasa penyedia layanan yang menawarkan keamanan tingkat tinggi dan asuransi terhadap pencurian atau kehilangan.

Pernahkah Bitcoin diretas pada masa lalu?

Aturan protokol dan kriptografi yang digunakan oleh Bitcoin masih bekerja bertahun-tahun setelah dibuat pertama kali, yang merupakan pertanda bagus bahwa konsep ini didesain dengan baik. Meski demikian, kelemahan keamanan telah ditemukan dan diperbaiki seiring waktu dengan penerapan berbagai perangkat lunak. Seperti perangkat lunak lainnya, keamanan dari perangkat lunak Bitcoin bergantung pada kecepatan menemukan dan mengatasi masalah. Semakin banyak masalah yang ditemukan, semakin Bitcoin mencapai kematangan.
Sering terjadi kesalahan konsep tentang pencurian dan peretasan keamanan yang terjadi pada berbagai tempat penukaran dan bisnis. Meskipun hal-hal tadi merupakan musibah, tidak ada satupun dari hal tersebut melibatkan Bitcoin dibajak, tidak pula berarti ada kelemahan dalam Bitcoin. Sama seperti adanya perampokan bank bukan berarti mata uang dolar telah melemah atau tercemar. Bagaimanapun juga, memang penerapan keamanan yang bagus dan berbagai solusi keamanan dibutuhkan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi keamanan uang pengguna, dan untuk mengurangi risiko terjadinya pencurian dan kehilangan. Beberapa tahun terakhir, sistem keamanan telah berkembang dengan cepat, seperti enkripsi dompet, dompet offline, dompet perangkat keras, dan transaksi tanda tangan berganda.

Bisakah pengguna berkolusi melawan Bitcoin?

Tidaklah mungkin untuk mengubah protokol Bitcoin semudah itu. Klien Bitcoin yang tidak mengikuti aturan yang sama tidak bisa memaksakan peraturan mereka sendiri kepada pengguna lain. Menurut spesifikasi saat ini, pembelanjaan ganda tidak mungkin terjadi dalam rantai-blok yang sama, demikian pula dengan membelanjakan bitcoin tanpa tanda tangan yang valid. Karena itu, tidak mungkin menciptakan jumlah bitcoin baru yang tidak terkontrol, membelanjakan uang pengguna lain, merusak jaringan, atau yang lain semacam itu.
Namun, sebagian besar penambang dapat seenaknya memilih untuk memblokir atau membatalkan transaksi-transaksi terbaru. Mayoritas pengguna juga dapat memberikan tekanan agar diberlakukan beberapa perubahan. Karena Bitcoin hanya bekerja dengan benar bila ada konsensus lengkap antara semua pengguna, maka mengubah protokol Bitcoin bisa sangat sulit dan membutuhkan mayoritas pengguna untuk mengadopsi perubahan sehingga sisa pengguna hampir tidak punya pilihan selain mengikuti. Sebagai aturan umum, sulit untuk membayangkan mengapa pengguna Bitcoin akan memilih untuk mengadopsi perubahan yang dapat membahayakan uang mereka sendiri.

Apakah Bitcoin rentan terhadap komputerisasi kuantum?

Ya, kebanyakan dari sistem yang berdasar pada kriptografi umumnya memang rentan terhadap komputerisasi kuantum, termasuk sistem bank tradisional. Meski demikian, komputer kuantum belum ada dan setidaknya belum akan ada untuk sementara ini. Pada saat komputerisasi quantum bisa menjadi ancaman serius bagi Bitcoin, protokol sudah bisa ditingkatkan sampai tahap algoritma post-kuantum. Mengingat pentingnya pembaruan ini, dapat diharapkan bahwa hal ini akan menjadi tinjauan penting bagi pengembang dan diadopsi oleh semua pengguna Bitcoin.

Bantuan

Saya ingin mempelajari lebih lanjut. Di mana saya bisa mendapatkan bantuan?

Anda dapat menemukan lebih banyak informasi dan bantuan pada laman sumber daya dan komunitas atau pada laman FAQ Wiki.

Wednesday, December 28, 2016

Uang Elektronik dalam Prespektif Syariah

Uang elekronik: manfaat, keunggulan dan kekurangannya. Dengan kemajuan teknologi, terciptalah uang ‘digital’ atau uang elektronik. Ada juga yang menyebutnya dengan e-money. Wujudnya tidak lagi berbentuk fisik, melainkan berupa data digital yang disimpan dalam memori sebuah kartu yang praktis dibawa kemana-mana.
Banyak varian e-money ini, sebagiannya mengharuskan penggunanya punya acoount di sebuah bank tertentu. Ada pula yang berbentuk kartu e-money yang dijual bebas. Kita cukup membeli kartu e-money itu dengan uang fisik sesuai nilai yang kita inginkan. Lalu kita bebas menggunakannya cukup dengan melakukan tapping atau gesek di kasir pembayaran sebuah merchant.
Manfaat e-money ini tidk hanya untuk membayar telepon umum, tetapi dapat pula digunakan untuk membayar tagihan listrik, telepon, tv berlangganan, pembelian tiket, jalan tol, tiket kereta, bus, pembelian bahan bakar, dan belanja keperluan sehari-hari.
Menurut Bank Indonesia, uang elektronik adalah alat pembayaran yang memenuhi unsur (1) diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor oleh pemegang kepada penerbit, (2) nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip, (3) alat pembayaran kepada pemegang yang bukan penerbit uang elektronik itu, dan (4) nilai uang elektronik itu bukan merupakan simpanan sebagaimana disebut dalam undang-undang perbankan.
Secara umum uang elektronik dibedakan dua jenis yaitu uang elektronik bentuk kartu dimana identitas pemegang terdaftar dan tercatat pada penerbit atau ter-registrasi serta uang elektronik bentuk kartu yang tanpa identitas pemegang. Selain itu, ada pula uang elektronik yang menggunakan telepon seluler sebagai medium penyimpanannya. Keunggulan uang elektronik bersifat praktis karena kita tidak perlu membawa fisik uang.
Keunggulan lainnya adalah transaksi lebih cepat, tinggal menempel kartu dan tidak perlu menghitung lembar demi lembar uang. Keunggulan selanjutnya adalah kita bisa melacak setiap pengeluaran sehingga memudahkan dalam mengelola keuangan.
Adapun kekurangan uang elektronik diantaranya adalah tidak semua penyedia barang dan jasa dapat menerima transaksi elektronik, apalagi di pedesaan dan pasar tradisional. Uang elektronik ini juga mempunyai risiko hilang dan rusak, apalagi jika kita memasukkan nilai uang dalam jumlah besar, maka sekali kartu itu rusak atau hilang, maka hilanglah semua uang kita.
Hukum muamalah uang elektronik.
Uang elektronik pada dasarnya sama seperti uang biasa karena memiliki fungsi sebagai alat pembayaran atas transaksi jual beli barang. Dalam perspektif syariah hukum uang elektronik adalah halal. Kehalalan ini berlandaskan kaidah; setiap transaksi dalam muamalah pada dasaarnya diperbolehkan kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya, maka saat itu hukumnya berubah menjadi haram.
Oleh karena itu uang elektronik harus memenuhi kriteria dan ketetentuan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah seperti yang akan diterangkan selanjutnya dalam tulisan ini. Faktor lainnya yang menjadi alasan kehalalan uang elektronik adalah, karena adanya tuntutan kebutuhan manusia akan uang elektronik, dan pertimbangan banyaknya kemaslahatan yang ada di dalamnya.
Saat ini beberapa Bank Syariah juga telah mengeluarkan produk yang terkait dengan uang elektronik. Mereka tidak akan berani meluncurkan produk itu kecuali setelah mendapat dukungan dari otoritas jasa keuangan dan MUI dalam hal ini melalui fatwa Dewan Syariah Nasional. Artinya uang elektronik sudah sah digunakan baik menurut agama maupun Negara. Selanjutnya yang dibutuhkan adalah kebijakan dan penghematan dalam menggunakannya, agar tidak boros & menyebabkan kerugian di lain hari.
Prinsip-prinsip Syariah dalam Transaksi Uang Elektronik
  1. Tidak Mengandung Maysir (unsur perjudian, untung-untungan atau spekulatif yang tinggi). Penyelenggaraan uang elektronik harus didasarkan oleh adanya kebutuhan transaksi pembayaran ritail yang menuntut transaksi secara lebih cepat dan efisien, tidak untuk transaksi yang mengandung maysir.
  2. Tidak Menimbulkan Riba yang berbentuk pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam dan pengalihan harta secara batil. Transaksi uang elektronik merupakan transaksi tukar-menukar/jual beli barang ribawi, yaitu antara nilai uang tunai dengan nilai uang elektronik dalam bentuk Rupiah.
Pertukaran antara nilai uang tunai dengan nilai uang elektronik harus sama jumlahnya (tamatsul) baik kualitas maupun kuantitasnya, jika tidak, maka tergolong ke dalam bentuk riba al-fadl (tambahan atas salah satu dua barang yang dipertukarkan dalam pertukaran barang Ribawi yang sejenis. Oleh karena itu, tidak boleh melakukan pertukaran nilai uang tunai yang lebih kecil atau lebih besar dari nilai uang elektronik.
Sebagai contoh penerbit tidak boleh menjual uang elektronik sebesar Rp 3.000.000,00 dengan penyetoran uang/dana dari pemegang kepada penerbit sebesar Rp 3.030.000,00 dan penerbit juga tidak boleh memberikan potongan harga atas penjualan uang elektronik, seperti uang elektronik dengan nilai uang elektronik sebesar Rp 3.000.000,00 dijual oleh penerbit melalui penyetoran uang/dana dari pemegang kepada penerbit sebesar Rp 2.970.000,00, kelebihan pembayaran oleh pemegang dan potongan harga oleh penerbit tersebut termasuk riba al-fadl.
Pertukaran antara nilai uang tunai dengan nilai uang elektronik harus dilakukan secara tunai (taqabudh), jika tidak, maka tergolong ke dalam bentuk riba al-nasiah (penundaan penyerahan salah satu dua barang yang dipertukarkan dalam jual-beli barang ribawiyang sejenis). Sebagai contoh pada saat pemegang atau pedagang menukarkan kembali (refund/redeem) nilai uang elektronik dengan nilai uang tunai kepada penerbit, maka penerbit harus memenuhi hak tagih tersebut dengan tepat waktu tanpa melakukan penangguhan pembayaran.
  1. Tidak Mendorong Israf (Pengeluaran yang Berlebihan) Uang elektronik pada dasarnya digunakan sebagai alat pembayaran ritail/mikro, agar terhindar dari Israf(pengeluaran yang berlebihan) dalam konsumsi dilakukan pembatasan jumlah nilai uang elektronik serta batas paling banyak total nilai transaksi uang elektronik dalam periode tertentu.
  2. Tidak Digunakan untuk Transaksi objek Haram dan Maksiat Uang elektronik sebagai alat pembayaran dengan menggunakan prinsip Syariah, uang elektronik tidak boleh digunakan untuk pembayaran transaksi objek haram dan maksiat, yaitu barang atau fasilitas yang dilarang dimanfaatkan atau digunakan menurut hukum Islam.
Akad-akad syariah terkait uang elektronik.
Uang elektronik merupakan alat pembayaran yang diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit, kemudian nilai uang tersebut disimpan secara elektronik dalam suatu media uang elektronik yang digunakan sebagai alat pembayaran oleh pemegang kepada pedagang.
Uang elektronik tersebut dipersamakan dengan uang karena pada saat pemegang menggunakannya sebagai alat pembayaran kepada pedagang, bagi pedagang tersebut nilai uang elektronik berpindah dari media uang elektronik yang dimiliki oleh pemegang ke terminal penampungan nilai uang elektronik milik pedagang. Apapun satuan nilai dalam media uang elektronik tersebut, pada dasarnya berupa nilai uang yang pada waktunya akan ditukarkan kepada penerbit dalam bentuk uang tunai (cash).
Dengan dipersamakannya uang elektronik dengan uang, maka pertukaran antara nilai uang tunai (cash) dengan nilai uang elektronik merupakan pertukaran atau jual beli mata uang sejenis yang dalam literatur Fikih Muamalat dikenal dengan Al-Sharf. Disamping al-shorf terdapat akad-akad lain yang terkait dengan transaksi uang elektronik, diantaranya adalah : al-ijarah, dan wakalah.
Secara umum jual beli mata uang (Sharf) diidentikkan dengan tukar menukar antara emas dan emas dan perak dengan perak atau emas dengan perak. Dengan demikian, yang menjadi syarat-syarat dalam transaksi tukar menukar emas dengan emas dan perak dengan perak atau emas dengan perak tersebut berlaku juga dalam transaksi jual beli mata uang. Syarat-syarat tersebut adalah; tunai, jumlahnya sama, tidak boleh ada khiyar syarat, dan tidak boleh ditangguhkan.
Relevansi akad Sharf dalam implementasi uang elektronik dapat dilihat pada syarat-syarat akad berikut ini :
  1. Syarat akad tunai (Al-Taqabudh). Nilai uang elektronik yang berada di tangan pemegang sepenuhnya berada dalam kekuasaan pemegang. Dana float yang terkumpul di penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang tentang Perbankan dan sepenuhnya berada dalam penguasaan.
  2. Syarat al-tamatsul (jumlahnya sama) Nilai satu Rupiah pada nilai uang elektronik harus sama dengan satu Rupiah pada uang tunai (cash).
  3. Syarat tidak boleh ada Khiyar. Syarat Dalam transaksi uang elektronik tidak terdapat Khiyar Syarat, pada saat transaksi dilakukan, ketika masing-masing pihak telah menunaikan kewajiban dan mendapatkan haknya, maka transaksi telah selesai.
  4. Syarat tidak boleh ditangguhkan Pada saat proses penerbitan, ketika pihak pemegang menyetorkan uang, maka penerbit saat itu juga menyerahkan nilai uang elektronik kepada pemegang dan pada saat terjadi redeem baik oleh pemegang atau oleh pedagang, penerbit harus dapat menunaikannya secara tepat waktu.
Akad-akad Lain yang Terkait dengan uang elektronik.
Melihat dari relevansi tersebut di atas, maka jelaslah bahwa akad utama yang digunakan dalam penyelenggaraan uang elektronik adalah akad Sharf, yaitu tukar-menukar atau jual beli uang. Namun dalam implementasinya, penyelenggaraan uang elektronik dapat dilengkapi oleh akad-akad lain, yaitu :
  1. Akad Ijarah Ijarah adalah transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan atau upah mengupah atas suatu jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa atau imbalan jasa. Akad Ijarah digunakan dalam hal terdapat transaksi sewa menyewa atas perle ngkapan/peralatan dan atau terdapat pelayanan jasa dalam penye lenggaraan uang elektronik.
  2. Akad Wakalah Wakalah adalah pemberian kuasa kepada orang lain untuk bertindak sebagai pemberi kuasa dalam transaksi yang diperbolehkan dan diketahui. Akad Wakalah digunakan dalam hal penerbit bekerjasama dengan pihak lain sebagai agen penerbit dan/atau terdapat bentuk perwakilan lain dalam transaksi uang elektronik.
Wallahu a’lam bi al-showab. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/mumtazamin/uang-elektronik-dalam-perspektif-syariah_5580ffd1e022bd03320e7771

PENGERTIAN CRYPTOCURRENCY

Cryptocurrency adalah mata uang digital desentralisasi dan di kelola oleh jaringan teknologi peer-to-peer.
Pelaksanaannya tergantung pada prinsip-prinsip kriptografi untuk memvalidasi transaksi dan generasi mata uang itu sendiri.
Atau bisa di sebut dalam arti lain suatu bentuk mata uang yang berdasakan perhitungan atau matematika saja.
Tidak seperti mata uang kertas atau coin logam, yang di cetak. Cryptocurrency di produksi dengan memecahkan soal-soal matematika berdasarkan kriptografi.
Semua cryptocurrency adalah mata uang alternatif karena tidak ada negara yang mengadopsinya, sebagai alternatif mata uang fiat.
Karena itu nilainya tidak dapat di pengaruhi atau terjadi inflasi di sebabkan oleh bank central,
Nilainya di tentukan oleh peminat, penawaran dan permintaan di pasar seperti sama halnya dengan emas atau logam mulia lainnya.
Pada umumnya cryptocurrency di rancang secara bertahap untuk memperkenalkan unit baru mata uang memastikan jumlah tetap total uang yang akan beredar dan inovation untuk kelangsungan mata uang itu sendiri.
Hal ini di lakukan untuk meniru kelangkaan dan nilai dari logam mulia dan menghindari hiperinflasi.
Di bandingkan dengan mata uang fisik yang di selenggarakan oleh lembaga keuangan atau di simpan sebagai kas, cryptocurrency adalah kurang rentan terhadap di sita oleh penegak hukum.
Transaksi semi anonim yang hampir tidak dapat di lacak telah menciptakan pasar-pasar transaksi ilegal seperti narkoba, senjata api dan hal yang barang yang di larang.
Karena tidak ada repositori pusat maupun penegak hukum baik pemrosesan pembayaran memiliki yuridiksi untuk membekukan rekening pengguna cryptocurrency.
Namun bagi para pendukung cryptocurrency anonimitas ini adalah salah satu kekuatan utama teknologi karena memungkinkan untuk pergeseran kekuasaan dari lembaga untuk invidu meskipun tujuannya untuk terlarang tapi masih banyak pula dengan tujuan yang lebih kebaikan.


*1. KEAMANAN*
Tak seperti mata uang konvensional yang rawan pemalsuan, aturan kriptografi yang diterapkan pada Crypto currency membuat para pemiliknya terhindar dari risiko yang sama.

*2. BERPERAN SEBAGAI MATA UANG GLOBAL*
Crypto currency tidak dimiliki oleh negara manapun, menjadikannya dapat dengan mudah digunakan dimanapun di seluruh dunia. Hal ini membuat transaksi internasional menjadi lebih mudah karena tidak ada lagi pembahasan mengenai pembayaran akan digunakan mengikuti kurs negara mana dan tentunya harga tidak dipengaruhi oleh kurs mata uang negara.

*3. TABUNGAN*
Crypto currency merupakan bentuk baru tabungan masyarakat yang diterapkan dengan sistem yang tidak merepotkan. Selain itu dengan menabung Crypto currency, semua perantara keuangan yang biasa dilakukan di bank-bank dapat dihilangkan. Para pemegangnya juga tak perlu membayar biaya layanan dan registrasi.

*4. DISIMPAN PADA FILE WALLET KOMPUTER*
Ini sangat menguntungkan karena kita dapat mengontrol keuangan sendiri. Crypto currency tidak disimpan pada akun yang sewaktu-waktu bisa dibekukan. Selain itu, Anda juga tidak perlu khawatir akan batasan transaksi atau batasan lainnya seperti yang biasa ditemui di perbankan.

*5. PELINDUNG DARI INFLASI*
Tidak seperti mata uang FIAT yang diproduksi oleh bank suatu negara tertentu dimana beresiko tergerus oleh inflasi tahunan dan pelemahan kurs mata uang akan mata uang negara lain. Crypto currency nilainya ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Secara logika perkembangan dunia yang semakin maju menuntut sirkulasi bisnis yang cepat dan tanpa batas. Membuat para pelaku ekonomi membutuhkan crypto currency sebagai alternatif alat pembayaran lintas negara. Dengan demikian permintaan dari tahun ke tahun semakin banyak dan nilainya berpotensi mengalami kenaikan setiap tahunnya.

*6. CRYPTO CURRENCY LEBIH BAIK DARI PADA EMAS*
Jika kita melihat dari sisi fisiknya crypto currency dapat disimpan di website berupa data2 yang artinya selagi anda ada koneksi internet dan smart phone anda sudah bisa bertransaksi dengan crypto currency. Dan tabungan anda aman seaman rahasia pasword yang anda simpan. Tidak seperti emas yang rawan akan perampokan atau pencurian karena berbentuk fisik. Jika kita melihat dari kenaikan nilainya crypto currency memiliki percepatan kenaikan berdasarkan permintaan dan penawaran, kenaikannya bisa menembus ratusan persen dalam hitungan bulan dan bahkan minggu.

Syarat *CRYPTOCURRENCY* WAJIB TERDAFTAR DI SINI
http://coinmarketcap.com
Klo ga terdaftar berarti dia bukan CRYPTOCURRENCY tapi mata uang komunitas