Friday, January 12, 2018

Bappebti: Kajian Perdagangan Bitcoin Rampung Sebelum Juli



Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bakal melakukan kajian guna menambahkan mata uang kripto bitcoin dalam daftar subjek kontrak berjangka di Indonesia.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Dharmayugo Hermansyah menjelaskan, kajian ini ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari enam bulan dan mulai dilakukan minggu depan. Artinya, kajian ini selesai sebelum bulan Juli.




Hal ini perlu dilakukan untuk melihat secara rinci mengenai pangsa pasar (market share) di dalam negeri dan pengaruhnya terhadap portofolio atau instrumen investasi lain.

"Jadi, berapa yang investasi di bitcoin, nilainya berapa, pengaruhnya bagaimana terhadap portofolio investasi lainnya. Bisa berpengaruh ke ekonomi nasional atau tidak," ujar Dharmayugo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/1).

Ia menyadari jika euforia masyarakat Indonesia sudah terlalu tinggi terhadap investasi bitcoin. Makanya, pihaknya akan melakukan pendataan untuk mengetahui secara detil porsi investasi bitcoin.

Selain itu, kajian ini dilakukan untuk meminimalisir potensi penipuan (fraud) yang rentan terjadi dalam transaksi bitcoin di Indonesia. Apalagi, belum ada regulasi yang melindungi investor bitcoin di dalam negeri.

"Sekarang, kami mau petakan juga tentang potensi pencucian uang pada bitcoin," imbuh dia.

Rencananya, Bappebti akan menjadikan Amerika Serikat (AS) dan Jepang sebagai bahan kajian terhadap investasi bitcoin. Seperti diketahui, kedua negara itu sudah memiliki regulasi resmi untuk memperdagangkan bitcoin.

"Tapi, apakah regulasi di kedua negara itu aturannya di bawah Kementerian keuangan, atau Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangannya di sana atau tidak itu akan kami pelajari," jelas Dharmayugo.



Sebelumnya, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan telah melarang tegas bitcoin dijadikan alat tukar pembayaran di Indonesia. Dharmayugo mengaku tidak akan bertentangan dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

"Ini murni hanya dijadikan trading saja nantinya, tapi lagi-lagi masih melihat hasil kajiannya," terang dia.

Kajian ini juga akan mengikutsertakan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Keduanya merupakan bursa berjangka komoditi di Indonesia.

"Kemudian, kami juga mengajak lembaga kliring berjangka, kami bersama-sama melihat potensi bitcoin," tutur Dharmayugo.

Setelah kajian selesai dilakukan dan apabila hasilnya menunjukkan jika bitcoin perlu dimasukkan ke dalam subjek kontrak berjangka, Bappebti tetap belum bisa memastikan bitcoin bisa atau tidak diperdagangkan resmi di Indonesia.

“Bergantung bursa berjangkanya tertarik atau tidak, walaupun kami katakan bagus untuk kontrak berjangka tapi bursa berjangka tidak mau ya tetap tidak bisa," ungkap Dharmayugo.


Masing-masing pihak bursa berjangka perlu mengirim proposal secara mandiri kepada Bappebti untuk meminta restu penerbitan kontrak berjangka bitcoin. Proposal tersebut berisi tentang analisis dampak terhadap ekonomi, spesifikasi produk, harga produk, satuan harga produk, dan jam perdagangan produk.

"Itu semua harus persetujuan Bappebti," tutup Dharmayugo

sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180112112452-92-268368/bappebti-kajian-perdagangan-bitcoin-rampung-sebelum-juli/

Wednesday, January 10, 2018

Resolusi 2018 Bos Facebook: Belajar Soal Bitcoin

Jakarta - Mata uang digital seperti Bitcoin, Ripple, hingga Litecoin menjadi tren belakangan ini. Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg pun tertarik mempelajarinya di 2018.

Hal ini masuk ke dalam ritual tantangan pribadi yang dilakukan Zuck tahun ini. Seperti diketahui, Zuck memang punya kebiasaan menantang dirinya sendiri melakukan sesuatu di tahun baru.

Zuck mengungkapkan ada dua teknologi yang membuatnya penasaran, yaitu enkripsi dan criptocurrency seperti Bitcoin. Kedua teknologi itu mengarah pada kekuatan desentralisasi, yang menurut Zuck adalah langkah positif.

Khusus untuk criptocurrency, suami dari Priscilla Chan ini ingin mempelajarinya lebih dalam. Dia bahkan mencari cara mengeksplorasi bagaimana mata uang digital tersebut dapat diterapkan di platform miliknya.

"Saya tertarik untuk melangkah lebih dalam dan mempelajari aspek positif dan negatif dari teknologi ini dan cara terbaik untuk menggunakannya dalam layanan kami," ucap Zuck melalui status Facebook-nya.



sumber:
https://inet.detik.com/cyberlife/d-3802569/resolusi-2018-bos-facebook-belajar-soal-bitcoin

Bappebti buka peluang transaksi bitcoin



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) membuka peluang perdagangan mata uang kripto bitcoin di Indonesia. Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Dharmayugo Hermansyah melihat kesempatan yang besar pada perdagangan produk ini.
"Untuk bitcoin sedang kami bahas, kami sudah dapat arahan dari Pak Bachrul (Kepala Bappebti), dan bursa serta kliring sedang dipersiapkan untuk diskusi bitcoin," jelas Dharmayugo kepada media dalam agenda Market Review 2017 dan Outlook 2018 PT Bursa Berjangka Jakarta, Rabu (10/10).

Menurut Dharmayugo, diskusi antara bursa derivatif komoditas dan Kliring Berjangka Indonesia direncanakan pada Januari ini. Hasilnya akan digunakan sebagai rujukan untuk Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa mengizinkan perdagangan bitcoin di bursa.
"Kami belum membahas sampai mengenai kontrak fisiknya, tapi masih dalam tahap pembahasan yang detail untuk kontrak berjangka," jelas Dharmayugo.
sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/bappebti-buka-peluang-transaksi-bitcoin

Thursday, January 4, 2018

Halal Haram Hukum Bitcoin? Ini Mungkin Bisa Menjawab


Halal Haram Hukum Bitcoin? Ini Mungkin Bisa Menjawab


News 12 april 2018



dalam artikelnya
Paper Penelitian Mengumumkan Compliant Bitcoin Dengan Hukum Syariah
Matthew J. Martin, pendiri startup Blossom Finance.
Hukum Nasional Menggantikan Syariah
Martin menjelaskan bahwa bitcoin memenuhi syarat sebagai uang Islam sebagai "uang adat" tetapi hukum nasional menggantikan diizinkannya hukum syariah. Misalnya di Jerman, Martin menjelaskan bahwa bitcoin diakui sebagai mata uang hukum dan karenanya memenuhi syarat sebagai uang Islam di Jerman.

Paper Penelitian Mengumumkan Compliant Bitcoin Dengan Hukum Syariah
Blossom Finance mengatakan teknologi bitcoin sangat selaras dengan tujuan Syariah mengurangi ketidakpastian yang berlebihan.
Bitcoin Dengan Prinsip Syariah Uang,

"Blockchains membuktikan kepemilikan aset - ini membuktikan Anda benar-benar memiliki uang yang Anda kirim dalam suatu transaksi. Perbankan konvensional secara harfiah meminjamkan uang menjadi ada, dan itu sepenuhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah uang. "












Blossom Finance, startup fintech yang berbasis di Indonesia, telah merilis laporan oleh penasihat Syariah internal mereka yang menyimpulkan bahwa Bitcoin (BTC) "umumnya diizinkan" berdasarkan hukum Syariah, menurut siaran pers yang diterbitkan Kamis, 12 April 2018






Tambahan 1,8 miliar orang sekarang akan dapat membeli #bitcoin #bitcoin yang dinyatakan halal dan suci bagi Komunitas Islam. Mengharapkan pantulan segera setelah Arab Saudi, Qatar & Abudhabi Sovereign Funds memasuki Crypto Markets


 




Bitcoin sekarang menjadi hal yang ramai. Banyak orang menggunakannya sebagai transaksi dan investasi. Lalu apakah hukum bitcoin dalam Islam. Apakah bitcoin halal atau kah haram?




Lalu bagaimana pendapat ahli agama tentang bitcoin?

Karena ini adalah kasus baru yang belum ada di zaman Rasul, sudah tentu ada perbedaan pendapat. Di sini kami mengumpulkan 3 pendapat.

Pendapat 1 membahas bitcoin dari nilai intrinsiknya.
pendapat 2 membahas bitcoin dari regulasinya.
Pendapat 3 mengatakan bitcoin mempunyai peluang halal jika memenuhi syarat-syarat tertentu.


Untuk lebih jelasnya silahkan tonton videonya. 

https://www.youtube.com/watch?v=7brmNc45bmw&feature=youtu.be


MUI: Selama tidak Merugikan Umat, Bitcoin Sah Saja...
http://bisnisdigitalsukses.blogspot.co.id/2018/01/mui-selama-tidak-merugikan-umat-bitcoin.html





Jangan salahkan negara.
Jangan salahkan ulama.
Yg jadi masalah sudah benarkah diri kita sendiri?
Sudah mantapkah agama kita sndri?
Sudah pahamkah hukum haram/halal?
Kalo diri sndri blm paham dan dikasih tau malah mencela, sudah benarkah otak kita?
Introspeksi diri sndri aja bro.



Kalau menurut saya yang haram itu bukan bitcoin nya.. Tapi bagaimana cara mendapatkannya.. 
Sama juga dengan rupiah.. Rupiah itu halal.. Tp kalo cara mendapatkan nya dgn korupsi ya jadi haram rupiah nya...

*bacalengkapbiargaksalah*
-------
Maaf Ane ga bisa judging ini berita karena ane ga baca isi beritanya seperti apa karna koran ga sampe rumah ane. karna akan jadi salah jika hanya judging dari Judul saja. Karna Jika saya menjadi si penulis berita pun, saya akan memilih judul yang menarik minat baca kalayak ramai. Cuma saat ini saya mencoba ada ditengah. dengan opini saya pribadi. Melalui sudut pandang pembuat judul.
-------
MUI HARAMKAN TRANSAKSI BITCOIN , Lalu isi beritanya akan saya buat menjadi MUI HARAMKAN TRANSAKSI BITCOIN jika itu dipakai untuk Judi & Taruhan.
-------
DORAEMONSK HARAMKAN TRANSAKSI RUPIAH, so wath? Lalu isi beritanya saya buat menjadi , DORAEMONSK HARAMKAN TRANSAKSI RUPIAH jika digunakan untuk BERJUDI.
------
LHAA ITU Hanya Opini saya.
Lalu bukankah semua hal bisa jadi Haram jika disalah gunakan menurut Agama? Ane Beli Pisau itu Halal, Ane make Pisau itu buat bunuh Orang itu baru Haram.
------
Lha terus Bitcoin itu ga berbentuk, Udah jelas jelas itu Haram. Nah ane mau tanya, Ente Beli Voucher Listrik emang ada bentuknya? Ga ada kan, itu hanya Angka nomor dan Kode, Kan gunanya juga bermanfaat bisa untuk bayar listrik dan nambah saldo supaya Listrik dirumah tetep nyala.
-----
Nah contoh kasus Pulsa listrik itu kan sama aja seperti Transaksi Bitcoin jika digunakan dengan cara yang benar. Contoh Ane ngirim Bitcoin ke Luar negeri untuk membeli software Antivirus, bukankah itu sama sama bermanfaat??
-----
Mari Kita Kembali ke diri kita masing masing, Gunakan apapun dengan benar. selama masih ada akad dan kedua belah pihak menyetuji perjanjian itu, ane rasa itu udah sesuatu yang benar. 
-----
DUH TOLOL ni si DORAEMONSK, Masa akad jual beli hanya melalui internet, kan tidak sah. harusnya bertemu langsung, itu baru sah. lalu saya menjawab, bagaimana dengan Akad yang dilakukan di toko2 online? bukankan itu juga akad melalui internet?? 
-----





➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Berikut adalah jawaban dan penjelasan Ustadz Dr. H. Oni Sahroni, M.A. tentang Bitcoin.
PERTANYAAN
Assalamualaikum, Wr.Wb
Mohon penjelasan ustad seputar transaksi bitcoin yang selama ini marak terjadi. Apakah bitcoin termaksud mata uang ? Bagaimana hukumnya jual beli dan bertransaksi dengan bitcoin.
Abdullah, Jabodetabek
07 – 11 – 2017
JAWABAN

Hukum Bitcoin dalam Islam

Wassalamu’alaikum Wr Wb
Fikih Transaksi Bitcoin
PERTAMA, Proses Bitcoin bisa dijelaskan sebagai berikut:

A. Definisi Istilah Bitcoin

1. Alamat: Sebuah alamat Bitcoin mirip seperti sebuah alamat fisik atau email. Alamat Bitcoin adalah satu-satunya informasi yang perlu Anda berikan kepada orang yang hendak membayar Anda dengan Bitcoin. Satu perbedaan penting adalah: tiap satu alamat Bitcoin sebaiknya hanya digunakan untuk satu kali transaksi.
2. Bit: Bit adalah unit yang umum untuk menentukan sebuah sub-unit dari satu bitcoin – 1.000.000 bit setara dengan 1 bitcoin (BTC atau B⃦). Unit ini biasanya lebih nyaman digunakan untuk memberi harga tip, barang, dan jasa.
3. Bitcoin: Bitcoin adalah mata uang virtual yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini seperti halnya Rupiah atau Dollar, namun hanya tersedia di dunia digital.
4. Blok: Blok adalah rekaman dalam rantai-blok yang mengandung dan mengonfirmasi antrian transaksi. Rata-rata setiap 10 menit, sebuah blok baru yang mengandung banyak transaksi ditambahkan ke dalam rantai blok melalui penambangan.
5. BTC: BTC adalah unit yang umum digunakan untuk menentukan satu bitcoin.
6. Dompet: Sebuah dompet Bitcoin pada dasarnya *serupa dengan dompet fisik pada jaringan Bitcoin.* Dompet tersebut sebenarnya mengandung kunci pribadi yang memungkinkan Anda untuk membelanjakan bitcoin di dalamnya pada rantai-blok. Setiap dompet Bitcoin dapat menampilkan jumlah total dari semua bitcoin yang dimilikinya dan dapat memungkinkan Anda untuk membayar jumlah tertentu kepada seseorang, sama seperti dompet sungguhan. Berbeda dengan kartu kredit yang menarik tambahan biaya bagi Anda saat menggunakannya.
7. Konfirmasi: Konfirmasi berarti bahwa sebuah transaksi telah diproses oleh jaringan dan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa dibatalkan.
8. Kriptografi: Kriptografi adalah cabang dari matematika yang memungkinkan kita untuk membuat bukti matematis dengan tingkat keamanan yang tinggi. Perdagangan dan perbankan online sudah menggunakan kriptografi. Dalam kasus Bitcoin, kriptografi digunakan untuk mencegah seseorang membelanjakan dana dari dompet pengguna lain atau merusak rantai-blok. Kriptografi juga dapat digunakan untuk mengenkripsi dompet, sehingga tidak dapat digunakan tanpa kata sandi.
9. Kunci Pribadi: Kunci pribadi adalah bagian rahasia dari data yang membuktikan hak Anda untuk membelanjakan bitcoin dari dompet Bitcoin tertentu melalui tanda tangan kriptografi.
10. P2P: Peer-to-peer mengacu pada sistem yang bekerja seperti sebuah kolektif terorganisir dengan memungkinkan setiap individu berinteraksi secara langsung dengan lainnya.
11. Penambang: Penambangan Bitcoin adalah sebuah proses yang membuat perangkat keras komputer melakukan perhitungan matematis bagi jaringan Bitcoin untuk mengonfirmasi transaksi dan sekaligus meningkatkan keamanan.
12. Pengeluaran Ganda: Jika pengguna berbahaya mencoba untuk membelanjakan bitcoin mereka pada dua penerima yang berbeda pada waktu yang sama, ini disebut pengeluaran-ganda.
13. Rantai Blok: Rantai-blok adalah catatan umum dari semua transaksi Bitcoin, berurutan secara kronologis.
14. Tanda Tangan: Tanda tangan kriptografi adalah sebuah mekanisme matematis yang memungkinkan seseorang untuk membuktikan kepemilikannya.
15. Tingkat Hash: Tingkat hash adalah satuan pengukuran atas kekuatan pengolahan di jaringan Bitcoin.

B. Kelebihan Bitcoin Dibanding Yang Lainnya:

1. Transfer instant secara peer to peer:
Maksudnya Bitcoin berjalan tanpa memiliki server pusat. Server penyimpanannya bersifat desentralisasi dan terdistribusi—dibagi ke berbagai server yang dijalankan oleh setiap pengguna yang terhubung ke dalam jaringan.
2. Transfer ke mana saja:
Tidak seperti emas, Bitcoin bisa dikirimkan kemana saja dalam hitungan detik, kapanpun dan darimanapun yang kita mau. Pengiriman uang dengan Bitcoin bisa terjadi hanya dengan modal sebuah smartphone dan koneksi internet.
3. Biaya transfer sangat kecil:
Biaya pengiriman pun bisa dihilangkan sampai gratis, namun untuk mempercepat transaksi, biasanya dompet Bitcoin kita akan memotong biaya sekitar 500 – 3,000 rupiah, tidak peduli berapa jumlah uang yang dikirimkan.
4. Transaksi bersifat irreversible:
artinya sekali ditransfer tidak bisa dibatalkan Bitcoin diberikan ke tangan orang lain, transaksi tidak dapat dibatalkan kecuali orang itu bersedia mengirimkan Bitcoinnya kembali.
5. Transaksi bitcoin bersifat pseudonymous:
Semua transaksi yang pernah dilakukan sekaligus saldo Bitcoin yang dimiliki seseorang bisa kita lihat, namun kita tidak tahu siapa pemilik alamat Bitcoin tersebut bila si pemilik tidak memberitahukannya. Setiap pengguna Bitcoin sebenarnya bisa memilih apakah namanya ingin dimunculkan atau tidak, namun meskipun si pengguna ingin merahasiakan identitasnya, semua transaksinya tetap tercatat dan dapat dipantau oleh publik.
6. Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun: 
Bitcoin yang menggunakan database Blockchain tidak dikontrol oleh suatu pihak, melainkan sangat terbuka untuk umum sehingga mustahil bagi seseorang untuk memalsukan transaksi di Blockchain. Seluruh transaksi tercatat secara live, transparan, dan tersebar ke jutaan server. Mereka yang ingin mengubah atau memalsukan data transaksi Bitcoin, harus meretas jutaan server tersebut di saat yang bersamaan.
7. Jumlahnya terbatas:
Suplai Bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin di seluruh dunia. Sistem penciptaan Bitcoin yang terus berkurang setiap 4 tahun sekali ini menyerupai sistem ekonomi berdasarkan deflasi dan dengan makin terbatasnya supply bitcoin, harga bitcoin cenderung naik.
8. Mulai Ramai Pembeli dan Pengguna:
Bitcoin dikembangkan dengan idealisme bahwa mata uang yang baik tidak dikontrol oleh pemerintah atau bank sentral. Krisis finansial beberapa waktu yang lalu menegaskan bahwa pemerintah selalu lalai dalam menjaga kestabilan ekonomi.*

C. Penerbit Bitcoin

Bitcoin baru diciptakan dengan proses yang disebut “mining”. Para miner menggunakan komputer canggih untuk menguraikan matematika kompleks untuk menemukan block baru Bitcoin, sebagai hadiahnya si penemu akan dihadiahi sejumlah bitcoin. Hadiah per ditemukannya 1 block awalnya ada 50 BTC, sekarang 25 BTC/block, selanjutnya akan terus berkurang diiringi dengan bertambahkan sirkulasi Bitcoin. Sistem telah memastikan bahwa maksimal bitcoin yang beredar di dunia adalah 21 Juta BTC sehingga tidak akan terjadi inflasi.

D. Keamanan Bitcoin


Kita mungkin berpikir bahwa sistem bitcoin yang open source memungkinkan seorang komputer jenius dapat membobol sistem bitcoin dan menerbitkan sejumlah bitcoin untuk dirinya sendiri. Kenyataannya sistem ini telah direview oleh berbagai kalangan sebagai tanpa cacat. Setiap data transaksi masa lampau tersimpan di semua peer di seluruh jaringan, dan harus berurutan. Setiap transaksi baru akan diverifikasi oleh sejumlah peer baru dinyatakan valid.

E. Proses Transaksi Bitcoin

1. Membuat Rekening transaksi. Misal, BCA, BNI, BRI, MANDIRI, dan bank yang ada di Indonesia.
2. Daftar Anggota di VIP. BITCOIN INDONESIA (tempat invest dan trading terpercaya).
3. Lakukan trading setelah membeli bircoin (BTC) dengan rupiah (IDR). Ikuti dan perhatikan perkembangan dengan melihat chart trading (info penting kapan posisi beli dan kapan posisi jual).
4. Membeli atau menjual wallet ecuranccy dengan tabungan digital atau sebaliknya.

F. Substansi Bitcoin Dan Proses Transaksinya

1. Bitcoin adalah alat transaksi di komunitas tertentu.
2. Pada umumnya bitcoin tidak diakui otoritas dan regulator sebagai mata uang dan alat tukar resmi karena tidak merefresentasikan nilai aset.
3. Skema atau proses transaksi yang terjadi dalam bitcoin mirip dengan forex, karena pada umumnya orang masuk dalam investasi bitcoin itu dengan cara jual-beli bitcoin.
4. Transaksi jual beli Bitcoin itu mirip Forex, dan di golongkan pada Forex.
5. Bitcoin sendiri pada beberapa negara digolongkan sebagai mata uang asing.
6. Karena digolongkan sebagai transaksi Forex maka jual beli bitcoin sekarang seperti halnya forex trader, maka trading bitcoin kental rasa spekulatifnya.

G. Ketentuan Fikih Tentang Bitcoin

1. Apakah bitcoin adalah itu uang atau alat tukar atau komuditas atau apa ?
Para ulama berpendapat mengenai Bitcoin:
A. Beberapa ulama mengatakan bahwa bitcoin itu adalah alat tukar karena telah memenuhi karakteristik dari alat tukar yaitu diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar sebagaimana definisi dari uang itu sendiri.
B. Bitcoin itu sebagai nilai dari aset atau barang.
C. Bitcoin sebagai standar barang.
Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa bitcoin itu belum memenuhi unsur uang karena karateria pertama belum terpenuhi dimana bitcoin itu belum diterima oleh masyarakat luas :
“النقد هو كل وسيط للتبادل يلقي قبولا عاما مهما كان ذلك الوسيط وعلى أيّ حال يكون”
“Naqd (uang) adalah segala sesuatu yang menjadi media pertukaran dan diterima secara umum, apa pun bentuk dan dalam kondisi seperti apa pun media tersebut.” (Abdullah bin Sulaiman al-Mani‟, Buhuts fi al-Iqtishad al-Islami, Mekah: al-Maktab al-Islami, 1996, h. 178)
“النقد: ما اتخذ الناس ثمنا من المعادن المضروبة أو الأوراق المطبوعة ونحوها، الصادرة عن المؤسسة المالية صاحبة الإختصاص”
“Naqd adalah sesuatu yang dijadikan harga (tsaman) oleh masyarakat, baik terdiri dari logam atau kertas yang dicetak maupun dari bahan lainnya, dan diterbitkan oleh lembaga keuangan pemegang otoritas.” (Muhammad Rawas Qal‟ah Ji, al-Mu‟amalat al-Maliyah al-Mu‟ashirah fi Dhau‟ al-Fiqh wa al-Syari‟ah, Beirut: Dar al-Nafa‟is, 1999, h. 23)
Sehingga kelompok pertama menyimpulkan bahwa bitcoin perlu ada penjelasan atau analisa lebih lanjut tentang status bitcoin ini. Karena perlu juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan pengaruh keberadaan bitcoin terhadap ekonomi makro.
2. Berdasarkan penjelasan dan proses transaksi sebagaimana yang telah disebutkan dalam sub judul apa itu bitcoin, maka berdasarkan potret dan identifikasi tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
A. Bitcoin sebagai alat tukar yang tidak resmi itu ada unsur gharar:
“نهار رسول الله صلى لله عليه وسلم عن الغرر”
“bahwa Rasulullah SAW melarang transaksi gharar” dan sebagaimana juga standar syariah AAOIFI Bahrain yang melarang transaksi gharar fahisy atau gharar berat.
Kalau kita telaah gharar yang terjadi dalam alat tukar bitcoin ini adalah ketidakjelasan yang terjadi pada harga dan juga barang. Karena seharusnya agar tidak terjadi gharar, maka baik harga ataupun barang baik bitcoin yang menjadi harga beli ataupun bitcoin yang dijual itu memiliki nilai yang jelas dan merefresentasikan aset sebagai alat tukar. Tetapi bitcoin yang tidak diakui sebagai alat tukar tidak merefresentasikan sehingga tidak jelas dan tidak diakui oleh masyarakat.
B. Jika jual-beli bitcoin itu masuk dalam kategori forex, jika memenuhi syarat berikut:
– Jika terjadi transaksi antar sesama bitcoin maka harus tunai dan sama serta tidak boleh ada kelebihan.
– Jika terjadi transaksi penukaran antara bitcoin dengan mata uang lain, maka harus tunai. Dua ketentuan tersebut berdasarkan hadits dari Ubadah bin Shamait.
الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ
“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim).

Menurut fatwa DSN MUI Transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya boleh dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).
2. Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).
3. Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (attaqabudh).
4. Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Kesimpulan Hukum Bitcoin

Jika bitcoin itu dijadikan alat tukar untuk membeli komuditas tertentu maka dibolehkan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam transaksi jual-beli (jika objeknya barang atau komuditas) atau mengikuti ketentuan hukum ijarah (jika objek belinya adalah manfaat atau jasa). Begitu pula jika bitcoin ini dijadikan modal investasi maka dibolehkan dengan syarat mengikuti ketentaun hukum mudharabah atau musyarakah. Kedua opsi tersebut, baik dijadikan harga beli ataupun modal dalam prosesnya harus terhindar dari praktek-praktek terlarang seperti riba, gharar, monopoli dan sejenisnya.