Wednesday, March 21, 2018

Blockchain Sulit Dibobol, Bisa Dipakai untuk Pemilu 2019?




Jakarta - Pemanfaatan teknologi blockchain yang luas, dianggap mampu mengakomodasi berbagai bidang. Sektor birokrasi pun tak luput menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan.

Blockchain adalah sebuah teknologi yang memungkinkan untuk menyimpan data yang sama di dalam banyak server sekaligus. Hal tersebut membuat datanya menjadi semakin akurat dan tidak bisa dimodifikasi untuk menghindari pencurian dan penyalahgunaan data, dibandingkan jika informasi itu hanya disimpan di dalam server tunggal.

Oscar Darmawan, Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), mengatakan bahwa ada satu lagi keunggulan dari teknologi blockchain.

"Selain daripada multiple server, setiap datanya itu saling terkait satu sama lain. Setiap server itu juga terhubung dan saling memeriksa data yang berada di dalamnya satu sama lain," ujarnya di Jakarta, Rabu (21/3/2018).


"Sampai sekarang teknologi blockchain masih belum bisa di-hack karena memang benar-benar strong. Jika ada salah satu server yang kena hack, server lain akan menganggap server itu tidak valid, karena mereka saling memverifikasi," katanya menambahkan.

Dengan kemampuannya tersebut, Oscar mengatakan bahwa teknologi blockchain mampu diimplementasikan untuk berbagai hal.

"Blockchain bisa digunakan dalam percepatan perjanjian bilateral. Lalu, tidak akan ada lagi yang namanya pemalsuan sertifikat, akta tanah, surat kelahiran, hingga ijazah," tuturnya.

Bahkan, terdapat kemungkinan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bisa mengadaptasi teknologi blockchain. Teknologi ini akan menghilangkan multiple vote yang kerap terjadi di dalam pemilu. Selain itu, hasil pemungutan suara juga bisa terlihat lebih transparan sekaligus tidak dapat dimodifikasi.

Meski demikian, kemungkinan untuk pemanfaatan blockchain untuk digunakan dalam pemilu mendatang, diaktakan Oscar bahwa itu masih kecil untuk diterapkan.

"Saya kira Indonesia belum siap untuk Pemilu 2019 karena waktunya terlalu mepet, hanya setahun. Bahkan, kita itu belum menjajaki yang namanya electronic voting. Jadi, kalau langsung ke blockchain agak terlalu cepat," ujarnya menambahkan.

Saat ini, Oscar dan rekan-rekan di ABI masih menggodok sektor mana yang paling bermanfaat untuk disisipkan teknologi blockchain.

"Implementasinya bisa ke arah otomatisasi, kecerdasan buatan, robotik, biotechnology, dan nanotechnology. Kita masih mempertimbangkan mana yang paling bermanfaat untuk masyarakat luas," kata Yos Ginting, Ketua Dewan Pengawas ABI.

Selain itu, Yos juga mengatakan bahwa regulasi blockchain di Indonesia belum memadai. Disampaikannya, regulasi yang mampu mengakomodir kecepatan dan memaksimalkan manfaat teknologi blockchain belum diatur, sehingga menjadi batu sandungan.

Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan optimisme dari ABI terkait dengan perkembangan teknologi tersebut di Indonesia.

"Akan tiba waktunya saat masyarakat sudah menggunakan teknologi blockchain tanpa disadari oleh mereka sendiri, karena teknologi ini berjalan di belakang bukan di depan," ujar Oscar.

"Apa yang negara lain bisa lakukan dengan teknologi blockchain, Indonesia juga bisa. Ini adalah suatu kesempatan bagaimana Indonesia bisa menjadi setara atau bahkan lebih baik lagi di bidang teknologi karena ini baru awal dari teknologi blockchain," pungkas Oscar. 

sumber: https://inet.detik.com/cyberlife/d-3929574/blockchain-sulit-dibobol-bisa-dipakai-untuk-pemilu-2019

Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Resmi Berdiri






JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) secara resmi diluncurkan. Asosiasi ini merupakan wadah pelaku industri yang memiliki visi untuk berinovasi, memajukan, dan membentuk ekosistem teknologi blockchain Indonesia yang berkualitas. Chairman ABI Oscar Darmawan menyebut, ABI didirikan oleh sejumlah perusahaan blockchain yang merupakan anggota-anggota awal ABI, yakni Blocktech Indonesia, Blockchain Zoo, INDODAX, Indonesian Blockchain Network, Luno, dan Pundi X. Meskipun demikan, imbuh Oscar, ke depan ABI diyakini bakal memiliki lebih banyak anggota, sejalan dengan perkembangan blockchain yang pesat di Indonesia. "Kepada anggota, ABI memudahkan akselerasi adopsi teknologi blockchain dalam era industri 4.0 melalui intregrasi, kolaborasi, dan pertukaran pengetahuan," jelas Oscar dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/3/2018).


Oscar menuturkan, ABI pun memosisikan diri sebagai mitra pemerintah untuk menghimpun pelaku industri agar menjadi mitra dalam merumuskan kebijakan yang diperlukan untuk kemajuan eksosistem teknologi blockchain. Untuk itu, ABI berkomitmen menjalin kerja sama erat dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk di dalamnya adalah Kementerian Perdagangan, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Asosiasi Fintech Indonesia. Menurut Oscar, ABI pun akan menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

"Teknologi blockchain memiliki potensi yang sangat besar. Indonesia memiliki talenta yang mumpuni. ABI ingin mengambil momentum ini untuk dapat mengambil manfaat yang maksimal bagi Indonesia," jelas Oscar.

Adapun Yos Ginting, Ketua Dewan Pengawas ABI menuturkan, blockchain adalah teknologi baru yang berkembang dengan pesat di Indonesia. Oleh karena itu, antusiasme pelaku industri blockchain pun perlu ditopang regulasi yang akomodatif dan yang dapat memaksimalkan manfaat teknologi blockchain. "Pembatasan yang ada, harus diimbangi dengan ketersediaan kebebasan untuk bereksperimen agar talenta dan potensi yang kita miliki tidak tersia-siakan," jelas Yos.


sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/21/152105726/asosiasi-blockchain-indonesia-resmi-berdiri

Saturday, March 17, 2018

AKHIRNYA INI YANG DITUNGGU, INVESTOR CRYPTO MENDAPAT PAJAK SEHINGGA NYAMAN KE DEPANNYA

Upaya dinas pajak Amerika Serikat (AS) atau Internal Revenue Service (IRS) untuk menarik pajak dari mata uang crypto agaknya mulai membuahkan hasil.
Situs Wall Street Journal, Jumat (16/1/2018) mengabarkan, sejak akhir tahun lalu IRS membujuk seorang hakim federal untuk memerintahkan Coinbase, bursa mata uang crypto di San Francisco dengan sekitar 20 juta pelanggan, untuk menyerahkan informasi pelanggan.
Tuntutan IRS ini mulai membuahkan hasil, hari Jumat (16/3/2018), IRS sudah mengantongi data 13.000 klien Coinbase yang membeli, menjual, mengirim atau menerima mata uang crypto dengan nilai transaksi rata-rata US$ 20.000 atau lebih antara tahun 2013 dan 2015.

Data tersebut mencakup nama pelanggan, nomor identifikasi wajib pajak, tanggal lahir dan alamat, ditambah laporan rekening.
Bryan Skarlatos, seorang pengacara Kostelanetz & Fink, mengingatkan investor mata uang crypto tentang kehebatan IRS mengungkap berbagai penyimpangan pajak.
Adalah IRS yang berhasil membujuk perbankan Swiss untuk transparan terkait data-data nasabah, membuat Swiss tak lagi menjadi surga buat para pengemplang pajak AS.
"Sejak 2009, lebih dari 56.000 orang Amerika yang menyembunyikan uang di rekening luar negeri telah membayar lebih dari $ 11 miliar untuk menyelesaikan masalah pajak. Pemegang mata uang crypto seharusnya tidak berpikir mereka bisa bersembunyi dari IRS," ujar Skarlatos, dilansir dari Wall Street Journal.

Friday, March 16, 2018

Lightning Network Bitcoin Makin Ciamik Dengan Twitter



Tepatnya 15 Maret kemarin, Lightning Labs, startup Lightning Network Bitcoin mengumumkan versi beta software LND (Lightning Network Daemon). LND ini berfungsi sebagai komponen software utama yang menggerakkan jaringan Lightning Network. Dengan versi beta ini, artinya LND sudah siap sepenuhnya berjalan di mainnet bitcoin.

Pada peluncuran versi beta LND kemarin, adalah versi beta yang telah benar-benar teruji, menjadi sebuah teknologi yang mutakhir sebagai cara mengirim transaksi bitcoin dengan lebih cepat, biaya yang jauh lebih rendah. Menggunakan lightning network dalam mengirim transaksi, artinya mengirim transaksi micropayment diluar blockchain.
LND, adalah satu varian pengembangan saja dari beberapa pengembangan lightning network lain yang telah dilakukan. Selain LND, ada juga Γ‰CLAIR, C-Lightning, LIT, Lightning-Onion, Lightning-Integration, maupun juga Ptarmigan.
Secara lebih luas, pengembangan-pengembangan teknologi lightning network, dilakukan untuk membuat transaki pembayaran cryptocurrency berjalan lebih cepat, murah, dan jauh lebih efektif. Lebih jauh, akan muncul lebih banyak lagi aplikasi-aplikai pembayaran kripto baru yang lebih banyak mendukung implementasi Lightning Network.
Misalnya saja pada protokol C-Lightning dari Blockstream, yang telah mengintegrasikan lightning network, dan diujikan dalam platform e-commerce. Begitu juga dengan ACINQ, yang telah juga merilis Live Alpha di bulan Januari tahun ini. Namun dapat dikatakan, bahwa memang pengembangan LND adalah yang paling baik dan jauh lebih matang.
Yang cukup menarik, pengembangan yang dilakukan oleh Lightning Labs, didukung dengan banyak investor besar. Mulai dari CEO Twitter, Jack Dorsey, Jacqueline Reses dari Direksi Square Capital, David Sacks mantan COO Paypal, dan juga Charlie Lee pendiri Litecoin.
Seperti yang telah di tuliskan di Coindesk, meski CEO twitter dan direksi Square Capital menolak berkomentar, tapi keduanya memang telah berinvestasi untuk pengembangan LND tersebut. Sementara itu, David Sacks mengaminin bahwa protokol LND di Lightning Network dalam jaringan Bitcoin adalah pengembangan terbaik saat ini.
Menurut Elizabeth Stark, CEO Lightning Labs, pengembangan lightning network ini telah didukung oleh kontribusi ribuan orang di seluruh dunia. Memberikan komentar di coindesk, “Keterlibatan masyarakat pada pengembangan Lightning begitu luar biasa,” ungkapnya.

LND Beta 0.4

Beberapa hal menarik pada versi beta lnd 0.4 ini adalah, jika sebelumnya LND masih membutuhkan btcd untuk bisa berjalan, sekarang sudah bisa menggunakan bitcoind. Disamping itu, lnd juga telah support deterministic key untuk mempermudah generate key dan fungsi recovery untuk backup node.
Dengan adanya fitur untuk recovery tersebut, node lightning network juga akan jauh lebih aman. Pada sisi keamanan, versi beta lnd juga telah dapat berfungsi untuk mengatasi berbagai macam hal, misalnya saja untuk mengatasi keterputusan power node di jaringan, adanya kesalahan atau gangguan jaringan, dan lain-lain.
Tidak hanya itu, versi beta lnd 0.4 juga terdapat fitur Smarter Path Finding. Fitur tersebut digunakan untuk meningkatkan performa menemukan route payment node di dalam jaringan Lightning Network. Jika dalam versi sebelum beta ini, node masih cukup sulit menemukan route node LN tanpa ada address yang spesifik, maka itu akan lebih cepat dan mudah dengan fitur ini.
Versi beta lnd 0.4, adalah awalan saja untuk pengembangan-pengembangan selanjutnya. Seperti yang ditulis di rilis blog Lightning Labs, bahwa nantinya LND juga akan jauh melakukan pengembangan lanjutan. Menjadikan Lightning Network lebih user friendly.

Seperti untuk mengintegrasikan Atomic Multipath Payment (AMP), yang berfungsi untuk memecah transaksi menjadi transaksi-transaksi kecil, Desktop dan Mobile App, maupun juga Cross chain atomic swap yang bisa mempertukarkan aset secara langsung antara Bitcoin dan Litecoin.
Lebih spesifik untuk Mobile Apps, adalah proyeksi mendatang yang akan dipersiapkan. Versi beta LND 0.4 sebetulnya sudah diproyeksikan untuk bisa menjangkau implementasi di mobile apss. Namun sejauh ini, masih menyentuh untuk platform desktop saja yang telah siap dan telah dirilis aplikasinya.

sumber: https://edukasibitcoin.com/lightning-network-bitcoin-makin-ciamik-dengan-twitter/

Thursday, March 15, 2018

Ini Aturan Baru Transaksi Cryptocurrency di Korea Selatan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Korea Selatan bakal melarang penggunaan rekening bank anonim dalam transaksi cryptocurrency.
Wakil Kepala Komisi Jasa Finansial (Financial Services Commission/FSC) Korea Selatan (Korsel) Kim Yong Beom mengatakan para trader uang virtial lokal tidak akan bisa mengirim dana ke rekening uang virtualnya jika identitasnya tidak sama dengan identitas pada rekening bank mereka.





Pernyataan itu disampaikan Kim dalam sebuah konferensi pers di Seoul, Selasa (23/1/2018), seperti dilansir dari Reuters. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai 30 Januari 2018.
Pemerintah Korsel sebelumnya telah mengumumkan akan mengatur perdagangan uang virtual setelah valuasinya melambung pada 2017. Hal itu dikhawatirkan mendorong aksi investasi spekulatif di masyarakat Negeri Ginseng. Apalagi, pemilik cryptocurrency di negara itu sangat bervariasi, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga.
Selain itu, ada pula kekhawatiran dana yang ditransaksikan terkait dengan aksi kriminal seperti pencucian uang atau terorisme.
Pekan lalu, pemerintah setempat juga menyampaikan bakal menutup tempat perdagangan uang virtual lokal.
Otoritas keuangan Korsel mengungkapkan akan mengeluarkan panduan bagi bank-bank lokal untuk mengidentifikasi kliennya berdasarkan nama asli mereka dalam transaksi uang virtual.
Berdasarkan data Bithumb, salah satu biro perdagangan uang virtual terbesar di Korsel, harga bitcoin turun 4,35% menjadi US$12.567 pada perdagangan hari ini.


sumber: http://kabar24.bisnis.com/read/20180123/19/729471/ini-aturan-baru-transaksi-cryptocurrency-di-korea-selatan

Wednesday, March 14, 2018

JUMLAH PEMAKAI BITCOIN AKAN MELEBIHI JUMLAH INVESTOR DI BEI

KOMPAS.com - Para pengguna platform jual beli mata uang digital Bitcoin.co,id segera memiliki 1,5 juta pengguna dalam waktu dekat, atau melampaui jumlah investor di Bursa Efek Indonesia ( BEI) yang saat ini mencapai 1,18 juta investor. Hal itu dikatakan Chief Executive Officer Bitcoin.co.id Oscar Darmawan, seperti dikutip dari Bloomberg. Platform Bitcoin.co.id sendiri mulai dibuka pada 2014 silam dan saat ini memiliki 1,14 juta investor. Dalam Bitcoin.co.id tidak hanya memperdagangkan mata uang digital bitcoin saja, tetapi juga mata uang digital lain seperti ethereum dan ripple. "Sekitar 3.000 anggota baru bergabung setiap hari. Kebanyakan memperdagangkan bitcoin walaupun transaksi ethereum juga meningkat," kata Oscar Darmawan.

Bitcoin.co.id sendiri menargetkan volume perdagangan mata uang kripto akan meningkat dari rerata Rp 100 miliar per hari menjadi dua kali lipat per hari. Sebagai perbandingan berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), transaksi harian BEI mencapai 550 juta dollar di 2017 atau sekitar Rp 7,59 triliun per hari (kurs Rp 13.800).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jumlah Trader Bitcoin Segera Lampaui Jumlah Investor di BEI", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/14/174558426/jumlah-trader-bitcoin-segera-lampaui-jumlah-investor-di-bei. 

Editor : Aprillia Ika

Thursday, March 1, 2018

Menteri Ekonomi Ingin Swiss Menjadi Negara Kripto



Menteri ekonomi Swiss, Johann Schneider-Ammann, berkeinginan agar Swiss menjadi negara kripto. Menjadi alasan utamanya, sebab di Swiss telah menjadi pusat Initial Coin Offerings (ICO). Belum lagi ada sebuah yayasan besar di Swiss yang berada di balik Ethereum.



Keuntungan lebih bagi Swiss, mengingat China dan Korea Selatan telah melarang ICO. Atas hal itu, Swiss nampak ingin lebih menonjol dalam bermain di baris depan. Upaya logis yang dilakukan adalah dengan mendukung dan memberikan kerangka aturan yang lebih lunak, serta menguntungkan bagi peluncuran mata uang baru berbasis kripto.
Terkait dengan ICO ini, Swiss mengklaim sebagai sebuah rumah ideal peluncuran ICO. Regulator di Swiss ingin menerapkan aturan dan pengawasan yang lebih mendetail akan tentang peluncuran ICO. Kabarnya, di Swiss bahkan telah membentuk tim khusus untuk mengkaji peregulasian dan pengawasan ICO.
Obsesi yang ingin negara Swiss menjadi negara kripto dirasa cukup logis, terutama jika menyangkut banyaknya relasi dan aktivitas perbankan di Swiss yang bisa dilibatkan. Meskipun, dunia cryptocurrency masih dianggap menjadi subyek yang cukup kontroversial di kalangan bank sentral di banyak negara. Dunia masih berada di area ketidakpastian tentang kebijakan yang mesti diambil oleh otoritas moneter, tentang apakah harus membuat mata uang digital sendiri atau tidak.
Dilansir dari CoinDaily, Chairman Six Group Swiss, Romeo Lacher. juga mendukung upaya pemereintah untuk bisa menerbitkan mata uang Franc digital sendiri. Menurutnya, arah strategis peluncuran mata uang digital cukup bagus, meski nantinya akan ada banyak kesalahan yang terjadi, tapi nantinya akan belajar banyak dari hal itu.
Lacher cukup yakin bahwa Swiss akan meraih sukses dengan rencana peluncuran mata uang digital Swiss itu. Lebih spesifik tentang ICO, Lacher merasa ada kekhawatiran, terutama terkait dengan nilainya yang acapkali runtuh pasca ICO selesai. “Setelah ICO pertama selesai, akan ada jari yang terbakar,” tegasnya.
Senada dengan Lacher, pimpinan UBS, Axel Weber, pada tahun lalu juga menilai bank sentral harus lebih terbuka untuk dapat membuat versi digital mata uangnya. Anggapannya, mata uang digital itu dapat memberi manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Tidak hanya itu, Waber juga ingin agar lembaga keuangan besar di Swiss dapat mengembangkan aplikasi yang menggunakan teknologi ledger terdistribusi (blockchain) yang menjadi tulang punggung bitcoin.
Pasca peluncuran mata uang kripto Petro di Venezuela, beberapa negara lain memang mulai marak kembali berkeinginan sama. Iran dan juga Turki, berkeinginan juga untuk membuat mata uang digital berbasis kripto sendiri. Bisa jadi, fenomena serupa akan terus bermunculan dalam beberapa waktu ke depan.

sumber: https://edukasibitcoin.com/menteri-ekonomi-ingin-swiss-menjadi-negara-kripto/