Tuesday, February 12, 2019

Peraturan Perdagangan Berjangka Kripto Resmi Dirilis Bappebti

Bappebti tetapkan peraturan perdagangan cryptocurrency di bursa berjangka Indonesia. Peraturan itu merujuk berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 99 tahun 2018. Ada persayaratan penentuan varian cryptocurrency yang bisa masuk di bursa berjangka. Sekaligus, menyebut peraturan itu tidak berlaku untuk token ICO.







Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) resmi memberlakukan peraturan untuk pelaksanaan perdagangan berjangka untuk kripto. Peraturan yang dirilis resmi pada 8 Februari lalu adalah Peraturan Bappebti No 5 tahun 2019.
Dengan rilis resmi peraturan itu, artinya mata uang kripto (cryptocurrency) seperti Bitcoin dan beberapa Altcoin lainnya sudah sudah bisa diperdagangkan di bursa berjangka komoditi Indonesia.

Landasan turunnya peraturan itu adalah mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan No 99 tahun 2018yang sebelumnya sudah terbit. Pada aturan Bappebti itu, memberikan teknis bagaimana perdagangan kripto di bursa berjangka itu bisa dilakukan.
Perlindungan hukum secara pasti untuk memperdagangkan cryptocurrency di bursa berjangka pun sudah ada. Sekaligus, memberikan kepastian dan perlindungan untuk masyarakat untuk bertransaksi.

Pihak Bappebti, adalah otoritas yang nantinya berwenang sebagai penentu kebijakan terkait dengan perdagangan cryptocurrency di Indonesia. Secara teknis, dalam aturan itu disebutkan beberapa persyaratan jenis kripto yang nantinya dapat masuk dalam obyek perdagangangan di bursa berjangka.


Salah satunya adalah varian kripto tersebut harus masuk dalam urutan 500 terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar yang merujuk pasti menyebut “coinmarketcap” sebagai sumbernya. Bappebti juga menyebut bahwa aturan itu tidak diberlakukan untuk Initial Coin Offering (ICO).
Lebih mendetail terkait dengan persyaratan varian kripto itu adalah:
  • berbasis distributed ledger technology
  • berupa Aset Kripto utilitas (utilty crypto) atau Aset Kripto beragun aset (Crypto Backed Asset)
  • nilai kapitalisasi pasar (market cap) masuk ke dalam peringkat 500 (lima ratus) besar kapitalisasi pasar Aset Kripto (coinmarketcap) untuk Kripto Aset utilitas
  • masuk dalam transaksi bursa Aset Kripto terbesar di dunia
  • memiliki manfaat eknomi, seperti perpajakan, menumbuhkan industri informatika dan kompetensi tenaga ahli dibidang informatika (digital talent)
  • telah dilakukan penilaian risikonya, termasuk risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme serta proliferasi senjata pemusnah massal
Secara teknis, untuk perdagangan aset kripto nantinya hanya dapat difasilitasi oleh Bursa Berjangka yang telah memperoleh persetujuan dari pihak Bappebti sebagai otoritas yang berwenang. Ada beberapa persyaratan lain yang harus dipenuhi untuk penyelenggara perdagangan kripto. Salah satunya adalah dengan menyetor saldo sebesar Rp. 1 Trilyun. Dan kedua adalah harus memiliki saldo akhir sebesar Rp. 800 milyar. Dalam membuat peraturan tersebut, pihak Bappebti sudah memperoleh pertimbangan melalui beberapa pihak terkait, dan juga beberapa pemilik bursa kripto di Indonesia.

Monday, January 14, 2019

Apa itu Hashrate?

Hashrate adalah istilah yang banyak digunakan di dunia crypto, terutama untuk penambang. Sangat penting untuk mengetahui tentang hashrate ini? Mari kita baca artikel ini jika Anda ingin tahu jawaban untuk pertanyaan itu.

Apa itu hashrate?

Hash adalah output dalam fungsi hash di setiap blok dalam rantai Blockchain, dan hashrate adalah kecepatan untuk menyelesaikan masalah matematika untuk membentuk blok baru di Blockchain. Dengan kata lain, kecepatan peralatan penambangan yang dioperasikannya.

Seperti yang kita ketahui, penambangan crypto melibatkan penambang yang membentuk blok baru, dan menggunakan alat penambangan yang dapat membuat ratusan ribu atau jutaan tebakan setiap saat, penambang dapat menemukan jawaban untuk menyelesaikan masalah blok dalam waktu singkat.

Secara teknis, penambang akan mengoordinasikan blok hash baru di bawah atau sama dengan "target". Target ini berubah sesuai dengan tingkat kesulitan (yang juga berubah secara berkala). Untuk mencapai hash yang ditargetkan, penambang perlu mengoordinasikan angka di blok. Setiap nonce dimulai dengan "0" dan akan meningkat setiap kali untuk mendapatkan target.

Mengingat koordinasi nonce adalah sesuatu yang sia-sia, kemungkinan mencapai hash (target) sangat tipis. Para penambang harus mencoba berkali-kali dengan mengoordinasikan lembaga tersebut untuk mendapatkan target itu. Jumlah upaya yang dilakukan setiap saat adalah apa yang kita sebut hashrate atau hash power.

Perhitungan hasrate


Hashrate diukur dalam hash per detik (h / s) atau momen hash. Di antara istilah yang biasa digunakan untuk mengukur hash adalah mega, giga dan tayangan tergantung pada jumlah hash. Misalnya, peralatan penambangan dengan kecepatan 60 hash per detik dan tebak 60 kali per detik untuk menyelesaikan masalah blok. Kilohash (KH / s) melambangkan 1.000 hash, megahash (MH / s) untuk 1.000 kilohash, terahash (TH / s) untuk 1.000 megahash dan petahash (PH / s) untuk 1.000 terahash.

Peralatan yang digunakan untuk menambang crypts yang berbeda tidak memiliki hashrate yang sama. Sebagai contoh, peralatan untuk penambangan Bitcoin akan memiliki hashrate yang berbeda dengan peralatan untuk penambangan Ethereum. Hal ini disebabkan oleh berbagai algoritma yang digunakan setiap mata uang samar yang menentukan memori dan kekuatan komputer yang diperlukan untuk penambangan.


Real Miner BITCOIN Dalam Dunia Semua Berada Dalam Blockchain dibawah:

Blockchain.com/pools
atau bisa juga di cek dalam btc.com

Inilah tercantum nama MINER2 TERBESAR DUNIA yg memiliki kekuatan mesin dan MININGFARM yg sangat BESAR..
Dan HANYA MEREKA2 yg berada didalam GRAFIK LINGKARAN itu saja  dalam dunia yg akan berjaya mendapatkan BITCOIN2 BARU sebanyak 1800 BTC setiap hari!



Pentingnya hashrate

Di dunia Blockchain, hashrate jaringan adalah elemen yang paling penting, karena ini menunjukkan keamanan jaringan. Seperti dijelaskan di atas, hashrates melambangkan jumlah daya komputasi yang dilemparkan ke jaringan, oleh simpul di seluruh dunia.

Semakin banyak node yang masuk ke jaringan, semakin aman jaringan tersebut. Bayangkan jika hanya 1 peralatan penambangan dalam satu set mata uang samar, itu berarti bahwa penambang memiliki daya hashing 100%. Dan dengan semakin banyaknya penambang yang bersaing untuk mendapatkan hadiah blok, tingkat kesulitan blok akan meningkat dan hashrate juga akan meningkat, membuat jaringan lebih aman.

Ini adalah proses yang memecahkan masalah kerentanan mata uang digital terhadap serangan eksternal (dunia maya) serta masalah "pengeluaran ganda". Ini karena lebih menguntungkan untuk bersaing mendapatkan hadiah blok daripada mencoba memblokir Blockchain. Saat ini, jaringan Bitcoin memiliki lebih dari sepuluh kuintil momen hash, berdasarkan simpul dunia, menjadikannya jaringan komputasi terbesar di dunia.



Hashrate penentu harga pasar?

Ada teori yang mengatakan bahwa hashrate menentukan harga di pasar crypto. Benar kah?

Mari kita lihat apa yang terjadi pada hashrate ketika harga pasar turun. Diagram di bawah ini adalah pergerakan hashrate ketika jatuhnya harga Bitcoin pada Mei 2018. Melihat grafik ini, kita bisa melihat peningkatan konsisten dalam hashrate beberapa bulan sebelum kenaikan dan juga setelah penjualan besar-besaran di pasar.

Jika kita membandingkan modal pasar dan gerakan hashrate, kita akan menemukan bahwa keduanya bergerak berlawanan satu sama lain. Pertanyaannya di sini adalah mengapa hashrate naik ketika harga pasar terus menurun?





Seperti dijelaskan di atas, semakin banyak penambang bergabung dengan jaringan, meningkatkan hashrate dalam jaringan. Apa yang dapat kita simpulkan adalah meskipun harga Bitcoin turun, penambang masih melanjutkan aktivitas penambangan mereka.

Apakah penambang tahu sesuatu yang tidak kita ketahui?

Jika Anda seorang penambang, apa alasan utama mengapa Anda akan terus melakukan aktivitas penambangan mata uang rahasia meskipun harganya turun? Kita dapat menyimpulkan bahwa dalam pandangan penambang, lintasan harga mata uang kriptografis lebih bullish. Tentu saja para penambang akan tetap berada dalam aktivitas penambangan selama mereka masih menguntungkan, dan mungkin kondisi pasar yang bearish memungkinkan mereka untuk mengakumulasi lebih banyak Bitcoin untuk mengantisipasi momentum bullish Bitcoin berikutnya.

Yang pasti, penambang mengambil pandangan jangka panjang, dan akan mengabaikan penurunan di pasar kriptografi dalam jangka pendek.


Kesimpulan:

1. Kita harus ingat bahwa penambang dapat dikatakan sebagai aset paling penting dalam ekosistem Blockchain, terutama yang menggunakan algoritma PoW (Proof of Work).
2. Kondisi pasar turun, hashrate akan naik, karena tingkat kesulitan menurun, sehingga para penambang mendapat lebih banyak bitcoin (bitcoin turun, penambang senang saja).



Friday, December 28, 2018

WhatsApp Akan Hadirkan Fitur Pembayaran Digital Crypto

WhatsApp Akan Hadirkan Fitur Pembayaran Digital Crypto

Logo WhatsApp pada layar ponsel. (thenextweb.com)



TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi pesan WhatsApp dikabarkan akan menghadirkan fitur pembayaran baru yang berkaitan dengan cryptocurrency. Jika benar dilakukan, menurut laman cryptonewsreview.com, Rabu, 26 Desember 2018, WhatsApp diklaim menjadi aplikasi pesan pertama dengan fitur tersebut.
Sebelumnya, Facebook sebagai induk perusahaan WhatsApp telah mengembangkan secara tertutup mengenai cryptocurrency. Sekarang terungkap bahwa, WhatsApp akan mengenalkan sistem pembayaran digital baru, yang akan pertama difokuskan di India.
Tujuan dari mata uang crypto adalah untuk memproses transaksi, yang pada dasarnya melegitimasi transaksi yang terjadi di tingkat tertentu pada layanan. Juga, untuk menggelindingkan pekerjaan ke pasar lain yang sedang berkembang. Bagi India menjadi tempat uji coba untuk pekerjaan tersebut.
Laporan ini menyusul spekulasi berbulan-bulan setelah Facebook menggunakan staf blockchain awal tahun ini. Perusahaan ini sekarang diyakini memiliki tim pengembangan blockchain yang sedikitnya 50 orang.
Facebook belum membuat pengumuman resmi tentang apa yang akan dilakukan, tapi  semakin mendekati rilis untuk layanan itu pada 2019.
Simak kabar terbaru tentang pembaruan WhatsApp hanya di kanal Tekno Tempo.co

Monday, December 24, 2018

Meningkatnya Mining Difficulty Akan Membawa Bitcoin MEROKET pada Tahun 2020


Meningkatnya Mining Difficulty Akan Membawa Bitcoin MEROKET Tahun 2020




‘Prediksi yang tidak lazim’ mengenai peningkatan mining difficulty yang akan membawa harga bitcoin dikisaran harga MEROKET pada tahun 2020 nanti – adakah hubungan yang saling mempengaruhi di antara keduanya.


Hubungan antara Harga dan Difficulty
Salah satu pengguna Twitter dengan username @100trillionUSD kembali membuat prediksi dengan grafik menarik – kali ini ia mengkorelasikan hubungan antara harga dengan mining difficulty bitcoin yang akan terjadi di waktu mendatang.

Grafik diatas memvisualisasikan hubungan antara reward mining bitcoin yang berkurang sebanyak 50 persen dan dampaknya pada harga dari waktu ke waktu. Kali ini fokusnya adalah pada mining difficulty dan harga, karena banyak analis menganggap ada sebuah keterkaitan erat dengan jaringan hash rate.
“Harga Bitcoin mengikuti pergerakan hashrate,” kata Max Keizer awal tahun ini.

Mining tidak diragukan lagi menguntungkan ketika hash ratenya meningkat. Namun, tingkat hash yang tinggi juga menyebabkan mining difficulty Bitcoin meningkat. Ini membuat proses penambangan yang lebih intensif karena akan ada lebih banyak hash power yang diperlukan untuk mencapai hasil yang sama seperti pada tingkat difficulty yang rendah.
Jika hash rate terlalu tinggi dibandingkan dengan harga (seperti yang kita lihat pada tahun ini), penambang yang tidak mendapatkan keuntungan kemungkinan besar akan mematikan operasinya. Mereka akan menjual peralatan mereka atau hanya mematikan rig mereka sampai harga pulih kembali atau difficulty nya mulai turun kembali.

SIMAK PENJELASAN DI:


Thursday, December 20, 2018

Menteri Perdagangan Rilis Dasar Regulasi Perdagangan Kripto Berjangka

Kementrian Perdagangan RI merilis aturan dasar yang selanjutnya dapat digunakan sebagai landasan hukum untuk Bappebti dalam memasukkan aset kripto agar bisa diperdagangkan di bursa berjangka. Dalam rilis aturan itu disebutkan bahwa aset kripto merupakan komoditi.
Menteri Perdagangan Rilis Dasar Regulasi Perdagangan Kripto Berjangka
Menteri Perdagangan Republik Indonesia merilis dasar regulasi perdagangan berjangka aset kripto (cryptocurrency). Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2018 tersebut diterbitkan melalui halaman situs Direktorat Jenderal Peraturan dan Perundang-undangan Kemenkumhambaru-baru ini.
Pasal 1 pada peraturan itu menyebutkan bahwa Aset kripto ditetapkan sebagai komoditi yang dapat dijadikan sebagai subyek kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa berjangka. Sementara pada Pasal 2, menyebut Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai pihak pengawas langsung atas instrumen tersebut.
Landasan pertimbangan pada Peraturan Menteri Perdagangan RI itu adalah karena aset kripto telah berkembang luas di masyarakat. Pihak kementrian perdagangan memandang bahwa aset kripto juga merupakan komoditas yang layak dijadikan sebagai subyek Kontrak Berjangka.
Dasar pijakan penetapan kebijakan tersebut adalah sesuai dengan ketentuan pasal 2 UU nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Komoditi. UU itu kemudian diubah dengan UU no 10 Tahun 1011 tentang Perubahan UU No 32 Tahun 1997 terkait dengan Perdangan Berjangka Komoditi.
Sedangkan pada UU No 32 Tahun 1997 tersebut, perdagangan perdagangan berjangka komoditi sudah dipandang perlu untuk mengatur ketentuan mengenai penyelenggaraan perdagangan berjangka aset kripto.
Perlunya menetapkan kebijakan umum atas penyelenggaraan kontrak aset kripto berjangka agar diperdagangkan di bursa berjangka untuk melindungi masyarakat. Sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha di bidang perdagangan berjangka.
Beberapa hal terkait dengan pelaksanaan pajak, dan hal lain memang masih belum secara spesifik dibahas dalam peraturan itu, namun dari rilis peraturan itu dapat berfungsi sebagai landasan utama Bappebti selanjutnya.
Sementara pihak Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), memang sudah berupaya untuk merumuskan regulasi tentang aset kripto sejak Agustus. Perumusan itu juga dilakukan dengan melibatkan beberapa perusahaan ketiga yang bergerak sebagai penyedia layanan perdagangan kripto.
Penyelesaian regulasi terkait perdagangan aset kripto berjangka itu memang sudah diproyeksikan rampung akhir tahun 2018 ini. Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardhana sempat memberikan komentar di bulan November lalu, bahwa sejauh ini yang telah diperdagangkan adalah mata uang kripto Bitcoin dan Ethereum. 

Monday, December 17, 2018

Satelit Bitcoin Blockstream Jangkau Asia Pasifik, Termasuk Indonesia

Satelit Bitcoin Blockstream akhirnya sudah jangkau wilayah Asia Pasifik. Aktivasi Telstar 18V untuk wilayah Asia Pasifik tersebut merupakan rencana tahap kedua untuk menjangkau seluruh wilayah di dunia secara global. Pengguna dapat mengirim transaksi dengan koneksi langsung pada satelit tersebut, tanpa harus terkoneksi internet, menggunakan Lightning Network.
Satelit Bitcoin Blockstream
Satelit Bitcoin Blockstream saat ini sudah menjangkau wilayah Asia Pasifik, termasuk juga untuk Indonesia. Dengan jangkauan tersebut, pengguna Bitcoin di Indonesia juga bisa mengirim transaksi bitcoin menggunakan Lightning Network.
Aktivasi jangkauan satelit Bitcoin Blockstream melalui Telstar 18V pada fase kedua untuk wilayah Asia ini memang berjalan sedikit lamban dari jangka waktu target awalnya. Namun dengan aktivasi tersebut, artinya satelit Bitcoin besutan Blockstream tersebut kini sudah menjangkau seluruh wilayah di dunia.
Satelit Blockstream ini pertama kali diluncurkan pada bulan Agustus 2017. Sejak awal, proyeksi satelit tersebut memang ditujukan agar pengguna Bitcoin bisa jauh lebih mudah mengakses jaringan bitcoin, meskipun tidak memiliki koneksi internet.
Sebelumnya, jangkauan satelite Bitcoin Blockstream ini hanya menjangkau wilayah Amerika Utara dan Selatan, Afrika, dan juga Eropa saja. Sedangkan sekarang, artinya pengguna bitcoin di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk bisa bertransaksi bitcoin secara gratis, tanpa harus terkoneksi internet.
Memberikan komentar di Bitcoin Magazine, Chris Cook selaku kepala proyek Satelit Blockstream mengatakan:
“Empat satelit sudah aktif saat ini, dengan cakupan wilayah di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, dan sekarang Asia Pasifik. Lebih banyak lagi yang akan ditambahkan dimasa depan untuk menyempurnakan secara global”, tandasnya.
Pengguna bitcoin dapat mengakses node di jaringan Bitcoin melalui satelit tersebut, dan menyiarkan transaksi yang memanfaatkan teknologi “Lightning Network”. Nilai biaya transaksi menggunakan Lightning Network ini juga jauh lebih murah, dengan hitungan per kilobyte.
Akses pengguna di daerah terpencil, jauh dari jangkauan internet atau terbatas koneksi, dapat langsung terhubung dengan satelit ini. Menurut Chris Cook, tujuan utama satelit Blockstream itu memang agar menguntungkan bagi komunitas bitcoin secara global.
Pihak Blockstream sendiri memang sudah melengkapi fitur pengolah pesan untuk bertransaksi menggunakan Lightning Network. Node yang terhubung pada satelit itu, disebut menjadi lebih aman karena proses singkronisasi pun hanya bersifat menerima saja, sehingga jauh dari celah potensi peretasan.
Selain itu, Blockstream sendiri juga bakal memperbarui layanan API yang siap diluncurkan dan beroperasi pada awal tahun 2019 mendatang. Bahkan sebelumnya, Blockstream juga merilis Liquid Network. Sekian banyak pembaruan, inovasi baik dari Blockstream ataupun yang lain, adopsi dan optimisme makin terlihat, dampaknya dimasa depan adalah untuk adopsi massal komunitas bitcoin yang lebih luas.

Kepala Staf Gedung Putih Baru, Angin Segar Bitcoin

Mike Mulvaney terpilih menjadi Kepala Staf Gedung Putih yang baru. Mike selama ini dikenal sebagai seorang anggota kongres yang konservatif dan keras. Mike dipilih setelah dua kandidat lain mengundurkan dari dari pencalonan satu pekan terakhir. Terpilihnya Mike dianggap sebagai angin segar baru untuk Bitcoin, lantaran sejak 2014 lalu ia memang sudah tertarik dengan Bitcoin.
Kepala Staf Gedung Putih Baru
Mike Mulvaney ditunjuk sebagai Kepala Staf Gedung Putih Baru oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump, jumat lalu (15/12/18). Terpilihnya Mike Mulvaney ini dianggap bakal membawa angin segar untuk Bitcoin.
Disebut bakal menjadi angin segar untuk Bitcoin, lantaran Mike Mulvaney sendiri telah banyak mendukung Bitcoin sebelumnya. Pada bulan Juli tahun 2016, Mike Mulvaney pernah memberikan pidato di kelompok John Birch Society. Kelompok ini merupakan sebuah kelompok ekstrim sayap kanan yang terkenal dengan pemahaman teori konspirasi selama lebih dari setengah abad.
Pada kesempatan tersebut, ia menilai bahwa Federal Reserve tidak konsitusional dan seharusnya dihapuskan. “Satu-satunya uang konstitusional adalah koin emas dan perak”, sebutnya, seperti yang dimuat di MotherJones (19/12/16).
Pidatonya tersebut membuat Mike banyak mendulang kritik terutama dari Partai Demokrat dari South Carolina. Namun, Mike tetap berdiri dengan pendapatnya itu. Ia menyatakan bahwa keputusan dalam pidatonya adalah benar dan tepat. Mike mengatakan bahwa dia juga sudah berbicara tentang hal yang sama di kelompok-kelompok politik lain.
Mike justru memberikan pujian kepada Bitcoin sebagai mata uang yang tidak dimanipulasi oleh pemerintah manapun.
Bahkan di tahun 2014, Mulvaney sudah banyak tertarik dengan Bitcoin. Di sekitar bulan April 2014, Mike Mulvaney pernah membuat hearing komite bisnis yang membahas tentang Bitcoin. Menurutnya, rapat hearing tersebut bukan aji mumpung karena Bitcoin mulai populer, namun cukup menarik karena pada akhirnya Bitcoin dapat mempengaruhi dolar dan kebijakan moneternya.
Di pertengahan tahun ini, tepatnya di bulan September, Mike juga telah meluncurkan Congressional Blockchain Caucus. Kelompok yang didirikannya ini merupakan sebuah aliansi yang terdiri dari para anggota parlemen untuk mempromosikan dunia kripto di tingkat pemerintahan federal.