Sunday, May 19, 2019

JUAL - BELI VOUCHER INDODAX

VANDO EXCHANGER
TERIMA JUAL - BELI VOUCHER
HUBUNGI WA: 085641782225



barangkali ada dari kalian yang pernah deposit di situs jual beli bitcoin dan altcoin terbesar di indonesia yaitu bitcoin.co.id dan pernah menunggu deposit yang mungkin 1 – 2 jam lamanya saat jam padat. yes. itu wajar karena bertambahnya member bitcoin dan proses transfer ke bank berbeda memang memakan sedikit waktu. dan kadang hanya di proses pada saat jam kerja.
nah tapi ada nih solusinya dengan membeli voucher indodax kalian tinggal masukan vouchernya ke akun kalian dan saldo langsung terisi tanpa harus mengunggu , 5 detik sudah masuk saldonya. 



Cara Mengirim dan menerima voucher di bitcoin indonesia. indodax.com


Menerima Voucher 
jika anda misalkan membeli voucher saldo dari teman anda. nanti anda akan mendapatkan sebuah code voucher. contohnya seperti ini :  BTC-IDR-ABCDEFGH-IJKLMNOP-QRSTUVWX-YZ123456-7890ABCD
cara memasukanya . kalian tinggal copy code tersebut lalu masukan ke form kode vouchernya lalu klik cairkan voucher. jika kode vouchernya benar dan belum pernah dicairkan maka saldo anda akan langsung masuk ke akun anda.

Mengirim Voucher :
jika anda sudah punya banyak saldo di akun anda. baik itu dari hasil trading bitcoin atau mining bitcoin dll. kalian bisa menjualnya ke teman anda melalui voucher. keuntunganya adalah. anda tidak terkena fee penarikan dari indodax sebesar 1% atau min 25rb.
caranya :
masuk ke menu : Buat Voucher Baru

masukan nominal voucher yang kalian inginkan. nominalnya bebas, dan yang pasti saldo anda mencukupi ya.
email penerima boleh kalian kosongkan.
lalu masukan pin google authenticator anda. atau sms verifikasi jika kalian tidak menggunakan google authenticator.
nah setelah itu. akan ada email konfirmasi ke email anda yang terdaftar, jangan lupa konfirmasi. dan selesai. kode voucher anda selesai dibuat. anda akan mendapatkan sebuah kode voucher contohnya seperti ini :  BTC-IDR-ABCDEFGH-IJKLMNOP-QRSTUVWX-YZ123456-7890ABCD yang bisa kalian jual ke teman atau member di grup anda.
semoga bisa membantu untuk newbie. terima kasih.

Tuesday, May 14, 2019

Oscar Darmawan: Bitcoin Naik Karena Investor Semakin Percaya


Bagi CEO Indodax, Oscar Darmawan, keperkasaan Bitcoin dalam 3 bulan terakhir, yang mencapai 117 persen (US$3.631-US$7.886) adalah sebuah kewajaran, sebab Bitcoin selama setahun terakhir sudah mengalami kejenuhan penjualan dan investor semakin percaya terhadap konsep Bitcoin.

“Harganya tentu tidak bisa lebih turun lagi, karena habisnya jumlah para penjual. Pun secara umum kenaikan Bitcoin terjadi berkat adanya kesadaran besar-besaran terhadap konsep Bitcoin dan aset kripto. Itulah yang memungkinkan tercipta momentum kenaikan harga, yang kemudian disambut secara positif oleh pasar. Hal lainnya, secara khusus, karena pada tahun depan ada Reward Halving pada Bitcoin. Hal itu berarti supply Bitcoin per hari akan makin sedikit, yakni dari 1800 BTC menjadi hanya 900 BTC per hari,” katanya hari ini kepada Blockchainmedia.

Penyebab lainnya, kata Oscar, karena pada dasarnya hampir sebagian besar holderbesar Bitcoin cenderung membeli dalam jumlah yang stagnan setiap bulannya, lalu adanya kepercayaan pada konsep dari Bitcoin itu sendiri.
“Ke depan saya yakin uang yang masuk ke ekosistem Bitcoin semakin besar. Contohnya, yang dilakukan oleh CEO Twitter yang rutin membeli Bitcoin setiap minggu. Hal lainnya, di satu sisi supply Bitcoin yang terbatas dan di sisi lain tekanan jual semakin berkurang,” jelasnya.

Wednesday, March 13, 2019

3500 ATM Bitcoin Beroperasi Di Seluruh Dunia, Termasuk Bali

bitcoin semakin dominan dan tetap menjadi raja. Ini terbukti dengan adanya lebih dari 3500 ATM Bitcoin yang beroperasi tersebar di 73 negara. Mesin ini justru mempermudah pengguna untuk bertransaksi dengan mata uang fiat.
ATM Bitcoin adalah kios yang memungkinkan seseorang untuk menukar Bitcoin dan uang tunai. Beberapa ATM menawarkan fungsionalitas bi-directional, yaitu memungkinkan pembelian dan penujualan Bitcoin dengan uang tunai. Penyedia ATM Bitcoin mengharuskan pengguna untuk memiliki akun ataupun wallet yang sudah ada untuk bertransaksi.
Kios bitcoin terhubung ke internet, bisa menyisipkan uang tunai dalam pertukaran bitcoin. Transaksi ini mengeluarkan tanda terima berupa kertas. Sekilas terlihat seperti ATM pada umumnya, tetapi kios Bitcoin tidak terhubung ke rekening bank. Melainkan menghubungkan pengguna langsung ke exchanger cryptocurrency.
Saat ini mesin ATM bitcoin telah tersebar di 73 negara, yang dioperasikan oleh 481 operator. Dari 3500 ATM bitcoin, salah satunya beroperasi di Bali, dimana turis asing paling sering menggunakan mesin ini. Mesin ini dioperasikan oleh perusahaan Bitcoin Indonesia. ATM ini melayani jual beli bitcoin dan altcoin, termasuk BCH, ETH, DASH, LTC, ZEC, XMR, DOGE.

Map 3500 ATM Bitcoin Di 73 Negara


Mesin ini menjadi populer dan membuat bitcoin terus berubah harganya. Dimana beberapa tahun yang lalu hanya dihargai ratusan dolar, kini menjadi ribuan dolar. 
Tingkat penggunaan mesin ATM bitcoin bertambah dibeberapa daerah. Lebih tepatnya, saat ini telah tersedia 3509 ATM bitcoin yang beroperasi diseluruh dunia. Sekitar 32 persen dari 1846 ATM juga menyediakan pilihan penukaran altcoin, Litecoin dan Ether. Data juga menyebutkan bahwa Amerika Utara memiliki ATM bitcoin terbanyak secara global.
Diperkirakan 2594 ATM bitcoin ATM sudah terpasang atau sekitar 74,05 persen dari total keseluruhannya. Kemudian mesin ini juga beroperasi di Eropa, termasuk Inggris dan Austria, Rusia dan Republik Ceko. Perusahaan yang mendominasi pemasangan ATM adalah Genesis Coin mengambil pasar 33,69 persen. Menyusul General Bytes yang berbasis di Eropa mencapai 26,89 persen.
Mesin ATM ini terbagi menjadi dua jenis, yang pertama satu arah berfungsi hanya untuk membeli kripto. Dan jenis dua arah berfungsi untuk jual beli. Pemesanan mesin dua arah melonjak hingga 37 persen, peminat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Lebih dari 3500 ATM Bitcoin menawarkan pilihan tersendiri bagi pengguna kripto. Dimana konsumen bisa saja sewaktu-waktu membeli dan menjual cryptocurrency. Data lengkap tentang perkembangan ATM cryptocurrency dan lokasi mana saja yang beroperasi, bisa dilihat langsung di Map website Coinatmradar.

Thursday, February 28, 2019

Satelit Bitcoin Blockstream Jangkau Asia Pasifik, Termasuk Indonesia

Satelit Bitcoin Blockstream akhirnya sudah jangkau wilayah Asia Pasifik. Aktivasi Telstar 18V untuk wilayah Asia Pasifik tersebut merupakan rencana tahap kedua untuk menjangkau seluruh wilayah di dunia secara global. Pengguna dapat mengirim transaksi dengan koneksi langsung pada satelit tersebut, tanpa harus terkoneksi internet, menggunakan Lightning Network.
Satelit Bitcoin Blockstream saat ini sudah menjangkau wilayah Asia Pasifik, termasuk juga untuk Indonesia. Dengan jangkauan tersebut, pengguna Bitcoin di Indonesia juga bisa mengirim transaksi bitcoin menggunakan Lightning Network.
Aktivasi jangkauan satelit Bitcoin Blockstream melalui Telstar 18V pada fase kedua untuk wilayah Asia ini memang berjalan sedikit lamban dari jangka waktu target awalnya. Namun dengan aktivasi tersebut, artinya satelit Bitcoin besutan Blockstream tersebut kini sudah menjangkau seluruh wilayah di dunia.
Sebelumnya, jangkauan satelite Bitcoin Blockstream ini hanya menjangkau wilayah Amerika Utara dan Selatan, Afrika, dan juga Eropa saja. Sedangkan sekarang, artinya pengguna bitcoin di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk bisa bertransaksi bitcoin secara gratis, tanpa harus terkoneksi internet.

Fase II Satelit Bitcoin Blockstream sudah aktif, menjangkau wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia dengan Telstar 18V.
Memberikan komentar di Bitcoin Magazine, Chris Cook selaku kepala proyek Satelit Blockstream mengatakan:
“Empat satelit sudah aktif saat ini, dengan cakupan wilayah di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, dan sekarang Asia Pasifik. Lebih banyak lagi yang akan ditambahkan dimasa depan untuk menyempurnakan secara global”, tandasnya.
Pengguna bitcoin dapat mengakses node di jaringan Bitcoin melalui satelit tersebut, dan menyiarkan transaksi yang memanfaatkan teknologi “Lightning Network”. Nilai biaya transaksi menggunakan Lightning Network ini juga jauh lebih murah, dengan hitungan per kilobyte.
Akses pengguna di daerah terpencil, jauh dari jangkauan internet atau terbatas koneksi, dapat langsung terhubung dengan satelit ini. Menurut Chris Cook, tujuan utama satelit Blockstream itu memang agar menguntungkan bagi komunitas bitcoin secara global.
Pihak Blockstream sendiri memang sudah melengkapi fitur pengolah pesan untuk bertransaksi menggunakan Lightning Network. Node yang terhubung pada satelit itu, disebut menjadi lebih aman karena proses singkronisasi pun hanya bersifat menerima saja, sehingga jauh dari celah potensi peretasan.



Saturday, February 23, 2019

Mendekati Golden Cross, Siap Menuju Bull Market Bitcoin


Harga Bitcoin mulai perlahan pulih. Crypto Crew University Menyebut sudah mendekati momen Golden Cross yang menandakan pola Bull Market Bitcoin.

Di awal tahun 2019 harga Bitcoin dan hampir sebagian pasar kripto lain masih belum mampu untuk kembali pulih. Namun kondisi ini mulai nampak akan mulai berubah. Analis dari Crypto Crew University pada video yang diunggah di channel Youtube 13 Februari lalu, indikasi menuju Golden Cross semakin dekat.
Pola Golden Cross tersebut menunjukkan sudah ada bull market yang nampak di depan mata. Di dalam dunia trading, Golden Cross merupakan sebuah pola breakout bullish. Pola ini dapat terbentuk dari adanya perlintasan antara Moving Average dengan periode rendah ke atas Moving Average dengan periode yang lebih tinggi.
Singkat kata, Golden Cross ini menandakan bahwa bull market Bitcoin sudah ada di depan mata. Di dalam tayangan video itu, disebut bahwa di dalam pasar cryptocurrency, rata-rata pergerakannya umumnya dapat menggunakan evaluasi golden cross dengan MA 50 dan MA 200 hari.
Alasannya, time frame itu sudah dianggap waktu yang cukup dan penting untuk bisa melihat gambaran pergerakan pasar ke depan. Terutama jika hanya melihatnya dari jarak time frame yang lebih pendek, atau singkat.
Di dalam videonya dia mengatakan, “Golden Cross menandakan hari pertama bull market. Sekaligus menandakan bahwa tren turun sudah berakhir,” tegasnya. Dalam pandangan Crypto Crew, peristiwa munculnya Golden Cross tidak sering terjadi.
Pada dunia trading secara umum, ada dua penanda baik Golden Cross dan juga Death Cross. Sedangkan Death Cross, tentu saja memberikan penanda pola yang kebalikan dari Golden Cross. Terkait dengan pola Death Cross ini, kita sudah melihatnya pada bulan April 2018 yang lalu.

Pada gambar chart di atas, kita dapat melihat Death Cross Bitcoin yang pernah terjadi di sepanjang bulan Maret – April 2018. Dalam chart tersebut, harga Bitcoin sebelumnya berupaya untuk menembus MA 200. Namun upaya tersebut terbukti tidak berhasil. Artinya upaya untuk mempertahankan tren bull market saat itu juga tidak berhasil. Yang terjadi kemudian mulailah pola bear market, dan dimulai dengan Death Cross itu.
Sedangkan untuk contoh Golden Cross Bitcoin, Bitcoin juga pernah menunjukkannya di sekitar bulan Juni tahun 2015 silam. Dan saat itu dimulai rely tren harga naik.







Dari gambar diatas kita dapat melihat pola Golden Cross untuk melihat tren harga naik yang kuat. Bagaimanapun, tentu perlu dijadikan catatan, bahwa tidak akan ada indikator atau pola yang benar-benar absolut. Kita hanya dapat membuat sebuah pendekatan saja.
Pendekatan tersebut misalnya dengan melihat chart seperti diatas. Dalam chart itu, ada MA 50 palsu yang seakan menunjukkan ada tren turun kembali, namun tidak melintas di MA 200. Yang terjadi kemudian terjadi ada tren harga naik dengan intensitas yang tinggi.
Dilihat dari chart saat ini, Crypto Crew juga melihat ada pola yang sama akan terjadi. Posisi chart Bitcoin saat ini sudah dekat menuju ke arah Golden Cross tersebut.
Landasan yang digunakan oleh Crypto Crew tidak lain adalah bahwa saat ini Bitcoin telah mencapai titik level terendahnya. Di dalam pandangannya, kemungkinan Golden Cross tersebut akan muncul pada akhir bulan Maret mendatang. Sebagai bahan alternatif kemungkinan lain, jika pola bull market itu tidak terjadi di penghujung Maret, mungkin akan bergeser hingga di sekitar bulan Oktober atau November. Indikasi ini nantinya akan cukup banyak bergantung dari capaian level terendah yang memungkinkan dapat terjadi.

Thursday, February 21, 2019

BACA CERITA HARUS FULL, JANGAN HANYA MEMBACA JUDUL.. (HANYA PENAMBANG BLOCKCHAIN SAJA, PENAMBANG LAIN PAKAI MESIN LAMA AKAN KALAH SAING)



ORANG SERING MEMBACA JUDUL, DAN ISINYA PUN TAK PAHAM (AMBIL MENTAH SAJA)

ARTIKEL LOKAL DI INDONESIA,
ARTIKEL TUJUANNYA SUPAYA WEBNYA LARIS, JANGAN LUPA,
SEHINGGA MEMBUAT JUDUL YANG UNIK AGAR ORANG TERTARIK SAJA . .


https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20190220122716-37-56610/harga-bitcoin-cs-anjlok-perusahaan-ini-rugi-rp-7-t




BERITA SUDAH LAMA DAN DI ULANG SAJA KALAU DI INDONESIA
https://www.coindesk.com/600k-bitcoin-miners-shut-down-in-last-2-weeks-f2pool-founder-estimates




PENAMBANG MERUPAKAN BAGIAN DALAM EKOSISTEM BITCOIN,
HANYA PENAMBANG YANG TERCANTUM DALAM BLOCKCHAIN SAJA..
DI LUAR BLOCKCHAIN.COM/POOLS
MEREKA AKAN KALAH SAING..







DALAM ARTIKEL JELAS, MEREKA MEMAKAI MESIN LAMA, AKAN MEMATIKAN MESIN MEREKA . . KARENA TIDAK EFEKTIF ATAU KALAH SAING

SEHINGGA MEREKA MENJUAL MESIN TAMBANG YANG TUA, USANG, DAN TIDAK BISA DIGUNAKAN LAGI..

"PENAMBANGAN BITCOIN SELALU MERUPAKAN PROSES YANG DISESUAIKAN SECARA DINAMIS,"



SIMAK ULASAN LENGKAP DI:

ANDA CUMA BUTUH ILMU PASTI DALAM PERTAMBANGAN, BANYAK YANG TERKECOH, DAN DIMANFAATKAN ORANG KAYA


https://bisnisdigitalsukses.blogspot.com/2019/01/anda-cuma-butuh-ilmu-pasti-dalam.html

HARGA BITCOIN TURUN,PENAMBANG BITCOIN UNTUNG, APA ALASANNYA?







Bitcoin Index Nasdaq Segera Diluncurkan Bulan Ini

Dalam beberapa hari kedepan, Nasdaq sudah akan mulai meluncurkan Bitcoin Index. Alex Ziupsnys mengabarkan bahwa rencana peluncuran Bitcoin Index akan mulai berjalan 25 Februari mendatang.
Bitcoin Index Nasdaq
Tidak ingin ketinggal kereta, bursa saham besar kedua di dunia, Bitcoin Index Nasdaq akan segera diluncurkan bulan ini. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang analis cryptocurrency, Alex Ziupsnys di dalam ciutannya dua hari lalu.
Menurut Alex, Nasdaq sendiri tentu sudah membuat rencana tersebut. Alex mengatakan, “Nasdaq akan menambahkan Bitcoin Index di dalam platformnya. Mereka sudah menulis hal ini di dinding mereka, karena tidak ingin ketinggalan. Tidak akan ada yang bisa menghentikan ini. Adopsi secara bertahap ini sudah terjadi di depan mata anda, sampai anda akhirnya berhenti untuk melihat sekeliling, dan menyadari bahwa Bitcoin merupakan aset yang dominan”.

Index Nasdaq (Nasdaq Composite), sampai sejauh ini sudah memiliki 3.000 komponen. Index Nasdaq sendiri sudah banyak diikuti oleh Amerika Serikat sebagai salah satu indikator untuk menilai kinerja saham.
Nampaknya, Bitcoin Index Nasdaq nantinya tidak akan terlalu banyak terkonsentrasi di sebagian kecil bursa-bursa OTC (Over the Counter). Nasdaq lebih condong untuk mempertimbangkan semua platform yang memperdagangkan cryptocurrency, serta menemukan harga spot yang lebih reliable.
Inisiatif yang diambil oleh Nasdaq dianggap sebagai sebuah kabar besar yang bagus untuk Bitcoin. Peluncuran Nasdaq yang rencananya sudah mulai tayang pada 25 Februari mendatang ini dapat menggerakkan regulasi untuk derivatif berbasis kripto. Disusul kemudian, akan menjadi awalan yang langsung menggugah investor institusional.