Saturday, April 14, 2018

EKONOMI DIGITAL BERDAMPAK PADA NILAI PDB

Ekonomi digital makin marak dibicarakan, mengingat teknologi semakin berkembang di era digital ini.  Ekonomi digital itu sendiri merupakan sebuah dampak dari penerapan teknologi informasi terhadap kegiatan ekonomi.
Terkadang  ekonomi digital ini sering didefinisikan sama seperti industrialisasi dan mekanisasi, namun pada kenyataannya ekonomi digital lebih menitikberatkan pada transaksi visual yang dapat dilakukan melalui internet. Menurut Don Tapscott, ada dua belas karakteristik dalam ekonomi digital yaitu Knowledge, Digitazion, Virtualization, Molecularization, Internetworking, Disintermediation, Convergence, Innovation, Prosumption, Immediacy, Globlization, dan Discordance.
Hal ini pun merupakan  kesempatan besar bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian, kesejahteraan penduduknya, bahkan mengejar negara-negara maju. Segala isu, permasalahan, kendala dalam ekonomi digital ini sudah saatnya diberikan perhatian khusus.
Terkait dengan ekonomi digital, Bhima Yudhistira Adhinegara selaku ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan selama ini kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi digital cukup signifikan terhadap perekonomian. Ekonomi digital pada tahun 2016 berkontribusi sebesar 7,3% terhadap PDB.
Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan perkembangan nilai transaksi yang cukup besar dari ecommerce yakni Rp75 triliun per tahun. Sementara dari nilai pendanaan melalui Fintech mencapai Rp1,6 triliun per September 2017 (data OJK). Pada tahun 2018 diproyeksi ekonomi digital akan berkontribusi sebesar 8,5% terhadap PDB.
Untuk prediksi kedepan, ekonomi digital ini diproyeksikan akan mengubah lanskap beberapa sektor industri khususnya manufaktur dan segmen UMKM. Penetrasi produk hasil industri tidak lagi melalui rantai pasokan yang panjang, sehingga pasar bisa terbuka lebih lebar. Ini artinya kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus pemasaran.
Dalam bidang kebijakan strategis, pemerintah perlu mendorong UMKM untuk masuk ke platform e-commerce karena saat ini 95% produk yang dijual di e-commerce adalah barang impor. Berbanding terbalik dengan produk UMKM yang kurang dari 2%.
Masih sangat kecil. Masuknya modal asing dari modal ventura seperti Alibaba dan Tencent juga memberikan pengaruh terhadap banjir barang impor ke e-commerce. Ini yang perlu diwaspadai oleh pemerintah khususnya Menteri Perdagangan, ujarnya dilansir dari sindonews.com.
Apabila dilihat dari potensinya, terkait pengembangan ekonomi digital di Indonesia saat ini masih cukup besar. Indonesia menduduki posisi kelima untuk negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia yakni 132 juta orang dan pengguna aktif sosial media lebih dari 70 juta orang. Namun kunci untuk meningkatkan daya saing ekonomi digital adalah perbaikan infrastruktur. Masih ada ketimpangan akses internet antara penduduk pulau Jawa dan luar jawa. Sementara di Sumatera penetrasi internet hanya 15%, dan Kalimantan 7% sedangkan di Jawa 65%.
Isu kedua adalah soal regulasi untuk mendukung ekosistem startup digital untuk semakin berkembang. Perlu intervensi berupa insentif pajak, akses kredit dan perizinan usaha yang mudah bagi startup. Ketiga, investasi dalam pengem bangan SDM dalam teknologi informasi. Ini dalam bentuk sekolah vokasi.
Tidak ketinggalan juga harus diperhatikan sektor konvensional agar juga berkembang dan perlu didorong untuk terus berkolaborasi dengan e-commerce. Tidak semua barang shifting ke online, seperti grocery atau kebutuhan pokok tetap butuh toko fisik.
Contohnya adalah kolaborasi Amazon dan Wholefood supermarket di AS justru menciptakan 6.000 tenaga kerja baru, ujarnya.
Pengamat IT Heru Sutadi memprediksi tren ekonomi ini 2018 akan memunculkan beberapa bidang yang makin berkembang seperti e-commerce, e-money, dan sistem pembayaran. Perkembangan ekonomi digital juga akan didukung beragam teknologi yang akan juga mulai banyak digunakan seperti big data dan teknologi finansial.

sumber: https://www.duniafintech.com/ekonomi-digital-berdampak-pada-pdb/

Hasil Studi: Bitcoin Halal Sesuai Syariat Islam




Sebuah hasil studi menyebutkan, Bitcoin sesuai syariat Islam. Hasil studi ini membuka potensi pasar Bitcoin lebih luas menjangkau 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia. 

Studi yang dilakukan oleh Muhammad Abu-Bakar dari Blossom Finance di Indonesia, fokus meneliti apakah Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sesuai dengan definisi uang dalam syariat Islam. Hasil penelitian tersebut lantas mendongkrak nilai tukar Bitcoin hingga USD 1.000 dalam kurun satu jam saja setelah hasil studi dirilis. 


"Sejumlah fatwa yang dikeluarkan lembaga muslim ternama memberikan opini yang tidak lengkap dan kontradiktif terkait topik ini," kata CEO Blossom Finance Matthew Martin menyebut latar belakang dilakukannya studi tersebut oleh lembaganya.
 


"Dengan semua kebingungan di luar sana, kami ingin menawarkan panduan jelas yang didukung oleh riset lengkap yang akan berguna baik bagi masyakat umum maupun para praktisi di bidang finansial syariah" sambungnya, seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (14/4/2018). 

Penelitian ini juga merujuk pada fakta bahwa Bitcoin sudah diakui sebagai mata uang legal di Jerman, dan karenanya memenuhi syarat halal di negara tersebut. 


"Bitcoin diizinkan karena dinilai berharga dalam perdagangan global dan diterima sebagai pembayaran di berbagai merchant atau pedagang," tulis studi tersebut. 

Melalui situs dan akun Twitternya, Blossom Finance mempublikasikan hasil studinya ini agar bisa diakses publik.

“I’ve had so many people ask me ‘Is Bitcoin halal or haram?’, and the honest answer is ‘it depends’. Bitcoin is not just a currency, but it’s also a transaction and payment network. And blockchain itself is a technology with wide ranging applications” said Blossom CEO Matthew J.



sumber: https://inet.detik.com/law-and-policy/d-3971612/hasil-studi-bitcoin-halal-sesuai-syariat-islam 

Konferensi Cryptocurrency Berskala Internasional Segera Digelar di Indonesia

Ajang bertajuk konferensi #CryptoEvent Indo akan digelar pada 11-12 Mei 2018 di Jakarta yang mempertemukan 1500 peserta dari 20 negara. Dihadiri oleh pakar otoritas di bloсkchain, kepala ICO, spesialis blockchain, hingga investor dan penambang mata uang kripto.




Menurut laporan dari IDACB (International Decentralized Association of Cryptocurrency and Blockchain), Jakarta merupakan salah satu dari 10 crypto-capital tertinggi di dunia. Peringkat ini disusun oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence) berdasarkan penelitian terkait mata uang digital di seluruh dunia.
Jakarta dinilai sebagai kota yang telah menciptakan ekosistem untuk perdagangan, pertukaran kripto (crypto-exchanges), penambangan dan ICO (Initial Coin Offering). Namun Pemerintah Indonesia masih bersikap skeptis terhadap perkembangan mata uang digital ini.
Bank Indonesia (BI) menegaskan virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kendati demikian, Pemerintah membebaskan masyarakat menggunakan uang digital menjadi alat investasi dengan risiko ditanggung sendiri.
Sejak pertama kali hadir, teknologi mata uang virtual yang ditandai dengan kemunculan Bitcoin pada 2009 ini telah mengalami perkembangan yang amat pesat di seluruh dunia. Komunitas bisnis pun menunjukkan minat yang semakin besar akan peluang baru ekonomi digital. Untuk menguak berbagai potensi dan solusi terkait mata uang kripto, CryptoEvent menggelar konferensi di Indonesia.
Acara konferensi #CryptoEvent ini akan dihadiri oleh keseluruhan komunitas cryptocurrency mulai dari pakar otoritas di bloсkchain, kepala ICO, spesialis blockchain, hingga investor dan penambang. Secara total, acara #CryptoEvent ini akan mempertemukan 1500 peserta dari 20 negara.
Lebih dari 30 ahli blockchain akan menyampaikan pidato mereka: CEO perusahaan di seluruh dunia, pemilik platform blockchain inovatif, proyek ICO terbesar, pengacara, dan analisis blockchain. Delegasi akan membahas masa depan uang digital, aspek hukum uang digital di berbagai negara, ICO, transformasi ICO-marketing dan keamanan informasi.
Workshop akan diadakan di dua aula: Red Hall dan Green Hall. Tema atau materi yang dibawakan adalah investasi dalam mata uang kripto, ramalan masa depan, pilihan strategi investasi dan ICO.
Beberapa pembicara telah mengkonfirmasi partisipasi mereka. Di antaranya adalah  Fakhrul Razi A.B., CEO & Pendiri Pinkexc Sdn Bhd; Łukasz Żeligowski (Polandia), CEO easyMINE; Robert Ryu, Co-founder dan Chief Strategy Officer Tristar Ventures dan lainnya. Peserta konferensi akan memiliki kesempatan untuk melihat presentasi proyek ICO di Red Hall pada 12 Mei 2018.
Konferensi ini juga akan menampilkan pameran dari perusahaan uang digital, dengan lebih dari 50 stan. Berbagai jenis perusahaan akan tampil di sini seperti dana investasi, proyek ICO, pemasok peralatan pertambangan, layanan untuk perdagangan, konsultasi dan perusahaan pemasaran, platform blockchain dan organisasi terkait lainnya.
Inisiator konferensi adalah perusahaan CryptoEvent dari Rusia, penyelenggara acara blockchain massal di Eropa dan Asia. “Teknologi Blockchain menjanjikan transparansi dan efisiensi, yang membawa hasil positif. Dengan dukungan dari pemerintah, industri dan masyarakat, kami pikir hanya masalah waktu sampai teknologi blockchain banyak digunakan di seluruh bangsa,” kata Nikolay Volosyankov, CEO CryptoEvent. 

Friday, April 13, 2018

IDG VENTURES INDIA MENDANAI STARTUP ASET DIGITAL BERTENAGA AI




Kristal.AI, Manajemen Aset Digital bertenaga AI, berbasis di Singapura. Ia mengumumkan raihan funding awal $ 1,85 juta, dipimpin oleh IDG Ventures India. Pendanaan ini diinvestori malaikat terkemuka, Shailesh Rao (Penasihat Senior -TPG, McKinsey) dan Amit Gupta (Mitra Pendiri, Newquest Capital).
Didirikan oleh Asheesh Chanda dan Vineeth Narasimhan, Kristal.AI bekerja dengan seluruh spektrum pelanggan, mulai dari dana canggih dan kantor keluarga hingga nasabah kaya, yang tidak menerima layanan yang seharusnya dari bank swasta. Platform ini menyediakan investor dan penasihat dengan portofolio canggih yang dikuratori (disebut sebagai Kristals) yang dibuat oleh para ahli keuangan di platform tersebut. Setiap Kristals didasarkan pada tema dan terdiri dari berbagai macam aset yang diperdagangkan di bursa termasuk saham, ETF, obligasi, opsi, futures, mata uang dan sebagainya.

Para Kristals dinilai dan diberi peringkat berdasarkan kriteria liga yang digunakan untuk mengevaluasi reksa dana dan hedge fund. Mesin kepatuhan eksklusif dan proses uji tuntas Kristal.AI memastikan strategi perdagangan diperiksa dan disetujui sebelum digunakan pada dana klien. Saat ini, ada 150+ Kristals di platform, yang memungkinkan investor untuk berinvestasi di pasar global seperti Amerika Utara, Eropa, Asia-pasifik termasuk India, Jepang, dan China. Kristal.AI saat ini berfokus pada investor di pasar Singapura, Hong Kong dan India.
Dengan dana yang dihimpun, perusahaan berencana untuk meningkatkan kemampuan teknologi perusahaan serta mempercepat integrasi kemampuan pembelajaran mesin untuk memberikan penasehat keuangan yang lebih cepat dan lebih efisien kepada kliennya. Hal ini juga melihat memperluas jangkauannya di luar tiga negara, terutama ke Asia Tenggara, Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Asheesh Chanda, Pendiri & CEO dari Kristal.AI mengatakan:
2017 telah menandai langkah pertama yang telah dilakukan Kristal.AI, sebagai platform manajemen aset digital bertenaga AI untuk memberikan solusi investasi yang beragam untuk klien kami dengan kejelasan, konsistensi dan transparansi penuh. Klien kami telah memainkan peran penting dalam membantu kami membebaskan dunia investasi canggih untuk semua orang. Kami senang mendapat dukungan dari IDG Ventures India dan kepercayaan yang kami nikmati dari klien kami, dan siap untuk pertumbuhan eksponensial selama beberapa tahun mendatang. ”
“Dalam dua tahun terakhir, kami telah membawa ide sederhana menjadi platform yang memberikan nilai kepada pelanggan kami. Visi kami adalah untuk memungkinkan pelanggan kami memiliki pengalaman investasi yang mulus, mandiri dan cerdas melalui platform kami,” tambah Vineeth Narasimhan, Co-founder & CTO dari Kristal.AI.

sumber: https://www.duniafintech.com/aset-digital-bertenaga-ai/

BAGAIMANA CARA BLOCKCHAIN MENGUBAH INDUSTRI HIBURAN?


Era digital ditandai dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan penggunaan teknologi, salah satunya adalah penggunaannya dalam industri hiburan.
Perubahan sebuah bisnis yang dulunya konvensional menjadi digital, tidak terlepas pula dari perkembangan atau penetrasi Blockchain pada beberapa sektor bisnis di dunia. Sebut saja sektor kesehatan, perdagangan waralaba (Carrefour, Wallmart) game (Ubisoft), supply chain, energi, termasuk industri hiburan, dll.
Bukan hanya itu saja, Blockchain juga sudah merambah ke dunia smartphone, marketing, periklanan hingga pada bidang seni atau hiburan. Dimana semua bisnis operasional tersebut sudah mengadopsi teknologi Blockchain.
Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai bagaimana cara kerja Blockchain dalam membantu industri hiburan dan seni seperti berikut ini:

Menggunakan Tokenized Assets Pada Blockchain

Semua karya seni yang diciptakan baik seperti lagu, video game, dll pasti tidak luput dari aksi kecurangan para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti plagiat dan pembajakan. Alhasil, para artis dan pihak-pihak yang terlibat mengalami kerugin dikarenakan hasil dibajak dan dijual dengan harga jual yang tidak semestinya.
Namun dengan menggunakan Tokenized Assets, para pelaku dunia hiburan dapat mengatur kuantitas replika hasil karya mereka yang tersedia dalam platform Tokenized Asset.
Tokonized Asset merupakan sebuah platform P2P (Peer to Peer Lending) Advertising yang terdesentralisasi dengan teknologi Blockchain.

Produksi Seni Menjadi Terdesentralisasi

Dengan Blockchain seluruh pelaku seni di dunia bisa dengan mudah saling berkaloborasi tanpa harus saling kenal.
Hal ini sudah dilakukan oleh The Scarab Experiment dengan mengumpulkan ribuan karya seniman di seluruh dunia, yang mana eksperimen menggunakan bantuan AI (Artifical Intelligence) dalam proses pembuatan kolaborasi karya seni tersebut.

Membantu Seniman Pemula Untuk Mendapatkan Penghasilan

Seperti diketahui nama besar seorang seniman dan juga karya mereka juga mempengaruhi penghasilan yang diperoleh tiap bulannya. Namun bagaimana nasib dengan para seniman pemula?
Kesenjangan dan kesulitan dalam menghasilkan pendapatan yang dialami oleh seniman pemula ingin diminimalisir dengan penerapan teknologi Blockchain. Dimana mereka bisa menggunakan sebuah galeri seni secara digital yang sudah terdesentralisasi sehingga mereka bisa menetapkan harga karya seni yang dibuat tanpa mengkhawatirkan biaya yang perlu dikeluarkan. Dikarenakan Blockchain memiliki keunggulan dalam menekan biaya promosi.

Menggunakan Smart Contract Pada Hasil Karya Seni

Salah satu layanan Blockchain yang bisa dimanfaatkan dalam membantu industri hiburan adalah smart contract, yang mana smart contract berupa sertifikasi secara digital yang menandai bahwa itu adalah sebuah karya seni dari seseorang.
Seperti proyek yang digarap oleh IAMA Coin, yang terdiri dari 100 karya seni fisik yang didigitalisasi melalui smart contract.
Source : coincentral.com
Written by : Febrian Surya

sumber: https://www.duniafintech.com/blockchain-mengubah-industri-hiburan/

Monday, April 9, 2018

5 TANDA BLOCKCHAIN SUDAH DITERIMA DUNIA



Di awal kemunculannya, Blockchain hanya dikenal sebagai teknologi yang mendasari kelahiran mata uang virtual. Blockchain adalah buku besar atau database digital bersama dan didistribusikan yang menyimpan daftar “blok” yang terus berkembang di dunia.
Blok A dapat berisi catatan transaksi mengenai aset digital, tetapi bisa juga mencakup fakta dan informasi. Setelah catatan diverifikasi dan divalidasi, sebuah blok ditambahkan ke rantai dengan catatan sebelumnya dalam urutan linear dan kronologis.

Sistem yang terurut dan tervalidasi ini lantas mulai dilirik oleh banyak orang untuk diterapkan sebagai bagian dari bisnis mereka. Meskipun masih banyak orang yang beranggapan bahwa masih terburu-buru untuk menganggap Blockchain sebagai sebuah revolusi. Popularitas Blockchain disebut terlalu berlebihan jika dibandingkan dengan sepak terjang sesungguhnya dari teknologi ini.  Terlepas dari berbagai kontroversinya, tak dapat disangkal jika teknologi ini sudah semakin diterima dunia. Lima hal di bawah ini adalah tanda yang tak bisa kita abaikan begitu saja.
  1. Adopsi yang Semakin Meluas di Kalangan Pengusaha
Para pengusaha (dalam hal ini pengusaha dengan basis teknologi) menjadi yang pertama berlomba-lomba untuk menggunakan teknologi Blockchain. Sebut saja Walmart, British Airways, UPS dan FedEx. Beberapa perusahaan berhasil melesatkan harga saham mereka pasca mengumumkan adopsi terhadap teknologi ini.
  1. Blockchain Mulai Menjadi Bagian dari Teknologi Bank Sentral
Teknologi Blockchain selain aman, ternyata diakui sangat praktis terutama jika digunakan untuk sistem pembayaran dan keuangan. Tak heran jika bank-bank sentral di seluruh dunia berusaha memanfaatkan kelebihan ini untuk meningkatkan layanan transaksi perbankan. Beberapa bank besar yang sudah mengadopsi Blockchain antara lain Bank of Canada, Bank of Australia, Mizuho Financial Group, Jepang dan Bank of America.
  1. Blockchain Telah Memecahkan Banyak Masalah Sosial
Salah satu sepak terjang Blockchain yang layak membuat teknologi ini mendapat pengakuan dunia adalah bagaimana ia berhasil memecahkan banyak permasalahan sosial demi memperbaiki kehidupan manusia. Beberapa masalah tersebut antara lain adalah kesehatan dan makanan.
  1. Memunculkan Kompetisi Regulasi
Secara signifikan, berbagai yurisdiksi sedang membuat langkah untuk mengintegrasikan teknologi berbasis Blockchain ke dalam kerangka hukum bisnis mereka. Ada pengakuan yang berkembang bahwa inovasi regulasi dapat memberi negara keunggulan kompetitif, membuatnya lebih menarik bagi bisnis dan investor.
  1. Memberi Peluang untuk Melakukan Berbagai Percepatan
Negara-negara berkembang memiliki insentif besar untuk ‘melompat’ dengan menggunakan Blockchain. Yang paling jelas, Blockchain memberi mereka kesempatan untuk melompati berbagai tahap dalam proses pembangunan. Misalnya, Fintech memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas, dan akses ke layanan keuangan untuk individu di pasar yang secara tradisional tidak mungkin dilakukan.
Dengan berbagai dampak positif yang berhasil diberikan Blockchain, memang benar adanya bahwa teknologi ini telah diterima dan akan segera menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.

sumber: https://www.duniafintech.com/blockchain-sudah-diterima-dunia/

PERUSAHAAN KESEHATAN GUNAKAN BLOCKCHAIN



Perusahaan kesehatan terkemuka asal Amerika Serikat, yaitu MultiPlan, Optum, Humana, Quest Diagnostics, United HealthCare sudah resmi mengumumkan pada 2 April 2018 akan menguji coba teknologi Blockchain.
Perusahaan kesehatan ini mengeksplorasi dan menguji coba dengan tujuanmeningkatkan kualitas data, memangkas biaya administrasi terkait perubahan pada layanan kesehatan perusahaan.
Uji coba yang dilakukan perusahaan kesehatan ini, untuk melihat sejauh mana dampak yang bisa diberikan dengan menerapkan teknologi Blockchain seperti data sharing, proses administrasi, dan juga peningkatan akses layanan pada 5 perusahaan kesehatan terkemuka di Amerika Serikat tersebut.
Hal ini dikarenakan sistem yang diterapkan saat ini dinilai kurang efektif yang disebabkan penyimpan data dari setiap divisi disimpan secara terpisah sehingga sering terjadi eror dan perbedaan data atau informasi. Namun dengan Blockchain dengan kemampuan plaformnya, data-data tersebut bisa disimpan secara aman dan diakses oleh pihak-pihak yang memang dipercaya ketika dalam kondisi yang dibutuhkan.
Semua ini bertujuan agar pelayanan pada untuk pasien dapat ditingkatkan terkait data-data dan juga riwayat kesehatan pasien tersebut.
Seperti yang dilansir dari Cryptovest, Michael Jacob, Insyiur dari Optum, memberi penjelasan terkait eksperimen dan uji coba penggunaan Blockchain sebagai berikut.
Dengan adanya Blockchain, pasien akan merasakan peningkatan layanan medis, yang mana mereka bisa mencari perawatan yang lebih cepat dan juga dengan biaya yang efisien. Dikarenakan, kami sudah memiliki sistem Blockchain yang dapat menampilkan data yang akurat terkait data pasien seperti saat pengajuan klaim dan juga proses pembayaran. Hal ini sangat baik untuk memangkas waktu bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut.
Hal tidak jauh berbeda juga disampaikan oleh David Murtagh, Vice President, MultiPlan.
Kami tidak sabar untuk melihat bagaimana Blockchain mampu mengatasi masalah yang terjadi terkait proses administrasi, data pasien, dll. Yang mana Blockchain mampu memberikan solusi seperti memangkas waktu dan biaya hingga meningkatkan pengalaman pasien.
Apa yang diutarakan oleh David Murtagh memang sejalan dengan visi dan misi Perusahaan MultiPlan. MultiPlan merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang penyedia layanan solusi management dalam sektor kesehatan.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Centers for Medicare & Medicaid Services, 52 % dari lokasi direktori penyedia yang terdaftar setidaknya ada satu ketidakakuratan seperti nomor telepon, alamat, sebagaimana yang dicatat oleh Walker, Marketing Communication, MultiPlan.
Namun project Blockchain ini bukanlah yang pertama kali digagas di Amerika Serikat melainkan sudah ada yang melakukan eksplorasi Blockchain pada sektor kesehatan sebelumnya. Seperti yang dilaporkan bahwa pada tahun lalu IBM Watson Health sudah bermitra dan berkolaborasi dengan Control and Prevention (CDC) yang merupakan lembaga kesehatan Amerika Serikat dalam menilai manfaat dan dampak yang diberikan oleh Blockchain pada sistem layanan kesehatan di negara tersebut.

sumber: https://www.duniafintech.com/perusahaan-kesehatan-gunakan-blockchain/