Friday, July 13, 2018

Bursa Berjangka RI Ini Akan Dagang Bitcoin Cs di Akhir 2018




Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) saat ini tengah mempersiapkan proses peresmian perdagangan mata uang digital (cryptocurrency) sebagai salah satu komoditas yang diperdagangkan di bursa berjangkanya.


Direktur Utama Lamon Rutten persiapan tersebut telah mencapai 80%, sehingga ditargetkan mata uang digital tersebut dapat diperdagangkan paling lambat pada Desember tahun ini.

"Tahun ini rencana kami ada empat cryptocurrency, saya belum bicara cryptocurrency-nya. Saya belum tahu bulan pastinya, namun kami akan menggunakan kontrak cryptocurrency futures, mungkin sekitar  80% sudah selesai," ujar Lamon di sela acara Halal Bihalal ICDX di The Westin Hotel, Jumat (13/7/18).

Sementara itu, nantinya ICDX sebagai salah satu bursa berjangka di Indonesia akan menawarkan harga kontrak berjangka dengan nilai minimum US$ 10 ribu.

Nilai kontrak minimum tersebut sangat rendah dibandingkan dengan bursa berjangka di Indonesia yang menawarkan kontrak seharga minimum US$ 100 ribu.

Dengan angka kontrak yang minimum tersebut, pihaknya berharap bahwa investor Indonesia akan tertarik dan menggunakan cryptocurrency futures sebagai salah satu format investasinya.

Hingga saat ini, ICDX masih melakukan berbagai strategi untuk mempopulerkan mata uang digital sebagai salah satu komoditas perdagangan yang popular di Indonesia.

Strategi tersebut diantaranya dengan melakukan identifikasi mata uang digital yang layak diperdagangkan, persiapan jaringan dan software hingga brand management untuk keperluan promosi.

"Cryptocurrency diregulasi masuk menjadi kontrak berjangka kami kan pertama permisi ke regulated, ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan juga Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jadi selamat sudah bisa ya," ungkap Lamon.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah menetapkan mata uang digital (cryptocurrency), seperti Bitcoin dan Ethereum, menjadi salah satu komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.

Penetapan tersebut menyusul keputusan yang dibuat oleh Bappebti setelah melalui kajian dan pertemuan dengan berbagai instansi, lembaga, dan kementerian dalam menetapkan uang digital sebagai komoditas.

sumber: https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20180713200533-37-23524/bursa-berjangka-ri-ini-akan-dagang-bitcoin-cs-di-akhir-2018

Saturday, July 7, 2018

Gempar Karena Li Xiaolai Bocorkan Monkey Business Dunia Kripto




Miliarder Bitcoin, Li Xiaolai, membeberkan monkey business dunia kripto. Hal tersebut diketahui setelah bocornya rekaman pembicaraan yang banyak mengungkap rahasia gelap dunia kripto. Rekaman pembicaraan dengan panjang durasi selama 50 menit tertanggal 4 Juli lalu itu didapatkan pertama kali melalui aplikasi WeChat. Bocornya rekaman tersebut lalu banyak dipublikasikan di media elektronik Cina.
Li Xiaolay, sebelumnya cukup banyak dikenal di komunitas kripto Asia karena telah banyak membuat situs-situs faucet bitcoin. Selain Xiaolai adalah salah satu investor kripto, dia juga diketahui mempunyai aset senilai USD 3,5 miliar. Bahkan, selama ini, Li Xiaolai juga banyak terlibat untuk mempromosikan beberapa proyek kripto seperti Qtum dan beberapa lainnya.
Pada rekaman pembicaraan yang bocor tersebut, Li banyak mengungkap rahasia gelap banyak proyek kripto maupun beberapa bursa kripto besar. Diantaranya adalah NEO, Ripple, Tron, dan beberapa bursa seperti Binance, OKCoin.
Li didalam rekaman tersebut mengecam bursa kripto Binance sebagai sebuah “bursa penipu”. Anggapannya, alasan utama keberhasilan Binance dimulai ketika banyak bursa kripto di Cina yang harus ditutup bulan September karena adanya larangan. Tapi menurut Li hanya Binance yang dapat bertahan dan secara ajaib bisa selamat dari larangan tersebut.
Tidak hanya itu, Li juga mengungkapkan alasan utama adanya perpecahan antara pendiri dan CEO Binance, Zhao Changpeng, dengan Xu Mingxing pendiri OKCoin. Ia menyebut karakter Zhao Changpeng tidaklah baik, begitupun juga dengan Xu yang punya sejarah kelam. Nada bicara Li Xiaolai di rekaman tersebut terkesan cukup berapi-api. Li bahkan banyak menggunakan diksi “stupid X” sebanyak 24 kali.
Terkait dengan banyak proyek-proyek kripto, meskipun dia juga banyak ikut mempromosikan sebagaian besarnya, namun Li menganggap bahwa sebagian banyak platform kripto maupun ICO adalah tidak berharga. Di pernyataannya, Li menyebut beberapa proyek tersebut seperti NEO, Ripple, Tron, EOS, Litecoin, dan lainnya.
Menurut Li, sebagian proyek ICO yang sukses, bukanlah dibangun melalui sebuah konsep yang benar-benar bagus, melainkan karena dibangun dengan membuat sebuah pool para followers dengan pulikasi yang sungguh agresif dan meledak-ledak saja. Li beranggapan sebagian token yang populer saat ini tidak lain adalah scam, tidak berharga.
Proyek kripto yang mempunyai bernilai adalah karena nilai paling tinggi dari blockchain adalah “Konsensus”. Sebagian besar proyek ICO saat ini, berhasil memanipulasi dan membungkus menjadi sebuah hype, tidak lebih dari itu. Padahal menurutnya, sebagian besar proyek kripto palsu tidak didukung oleh sesuatupun yang kongkrit.
Apa yang dibicarakan oleh Li tersebut, seakan menjadi sebuah petuah bagi komunitas kripto lainnya di Cina, lantaran sosoknya yang telah banyak dikenal. Hal tersebut membawa implikasi besar terhadap banyak investor di komunitas kripto untuk lebih memperhatikan kondisi nyata yang ada.
Meski apa yang dilontarkan Li berapi-api dengan nada yang terkesar kasar, namun ada sebuah kenyataan yang harus disadari. Hampir sudah bukan menjadi rahasia lagi, bahwa bursa kripto saat ini dibangun dengan pondasi yang penuh spekulasi dan manipulasi.

Friday, July 6, 2018

Tidak bisa curi bitcoin, curi komputernya Saja




Tidak bisa curi bitcoin, curi komputernya. Seperti itulah yang terjadi Santa Clara California pada akhir pekan lalu. Peristiwa itu bermula ketika sebuah keluarga berniat untuk pindah dan mengangkut semua barangnya dari kediamannya di Fourth Street.


Tidak bisa curi bitcoin, curi komputernya. Seperti itulah yang terjadi Santa Clara California pada akhir pekan lalu. Peristiwa itu bermula ketika sebuah keluarga berniat untuk pindah dan mengangkut semua barangnya dari kediamannya di Fourth Street.
Agar proses pemindahan barangnya itu lebih mudah, pihak keluarga tersebut menyewa tiga orang untuk membantu dengan mengangkut seluruh barangnya dengan sebuah truk. Ketika harga jasa sudah ditentukan, ternyata tersangka meminta tarif lebih tinggi. Alasannya mereka membutuhkan waktu hingga dua jam lebih untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Karena menuntut tarif lebih tinggi dari sebelumnya, pihak keluarga tersebut menolak membayar. Namun, ketiga tersangka tetap melaksanakan pekerjaannya. Namun dibalik itu, ketiganya mempunyai caranya sendiri.

Menurut deputi Sheriff Santa Clara yang menangani perkara itu, ketiga tersangka kemudian mengambil TV dan sebuah komputer merk Apple iMac. Belakangan, pihak keluarga menerangkan bahwa pada komputer yang dibawa lari tersangka didalamnya berisi sejumlah Bitcoin dengan total nilai setara dengan USD 10.000 atau kurang lebih 142,5 juta rupiah lebih.
2 orang dari ketiga tersangka telah berhasil ditangkap. Sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian. Kedua tersangka yang tertangkap berasal dari San Jose, yakni Yessica Barajas, 18 tahun bersama dengan Welbar Quintanilla, 24 tahun.
Ketika pihak berwenang menggeledah rumah kedua tersangka, kedua barang curian TV dan komputer tersebut tidak ditemukan. Saat penangkapan itu, salah seorang tersangka berhasil lolos dengan menggunakan mobil sedan Lexus SC400 berwarna abu-abu.

Tuesday, July 3, 2018

Regulasi Kripto, Filipina Ambil Pendekatan Berbeda



Berbeda dengan pemerintah Thailand, pemerintah Filipina memilih mengambil pendekatan berbeda tentang regulasi kripto. Tertanggal 26 Juni lalu, melalui CEZA (Cagayan Economic Zone Authority), mengumumkan hanya akan ada 25 perijinan saja yang akan dikeluarkan pemerintahnya.

25 perijinan yang dikeluarkan oleh otoritas Filipina itu berlaku untuk bursa kripto, Mining Farm, ICO, atau entitas lain dibidang kripto yang beroperasi di negara tersebut. Langkah itu diambil sebagai langkah pencegahan untuk dapat melindungi investor dari potensi penipuan dan scam.
Sedangkan terkait dengan persyaratan yang harus dipenuhi, bursa kripto harus mempunyai nilai investasi minimal sebesar USD 1 juta dalam jangka waktu selama 2 tahun. Persyaratan lainnya adalah harus mempunyai kantor di Filipina, terdaftar di Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina, dan membayar USD 100.000 untuk perijinannya. Sebagai kompensasi, entitas yang mengantongi ijin dan mematuhi persyaratan tersebut berhak mendapat keringanan pajak dari pemerintah Filipina.

Memberikan komentar di Reuter, Raul Lambino dari pihak CEZA, “Kami akan memberikan 10 perijinan untuk bursa-bursa kripto dari Jepang, Hongkong, Malaysia, dan Korea. Mereka bisa berbentuk penambangan kripto, ICO, atau bursa kripto. Pertukaran uang fiat ke kripto atau sebaliknya harus dilakukan di luar negeri agar tidak melanggar peraturan di Filipina,” terangnya.
Terkait dengan upaya pencegahan penipuan dan scam, Lambino menambahkan, “Saat ini masih dalam proses menyusun peraturan yang bisa memberikan proteksi investasi cryptocurrency,” ungkapnya. Dalam hal ini, CEZA bertindak sebagai sebuah hub yang terkait dengan investasi dunia teknologi finansial.
Peraturan untuk memberikan perlindungan terhadap potensi penipuan dan scam itu lebih menekankan pada tidak akan mengijinkan skema ponzi. Potensi itu umumnya banyak diketahui dari proyek ICO. Lambino sendiri menilai proyek ICO banyak para penipu. Menurut Lambino, ada banyak scammer yang beroperasi dan terkait pada bursa kripto dengan modal serta kapitalisasi pasar kecil. “Kami tidak ingin Filipina menjadi surga bagi penipu, maupun skema penipuan yang berasal dari luar negeri”, tegasnya.

Undang-Undang Kripto di Thailand Tanpa Ribet


Jika kebanyakan negara cukup pelik untuk merumuskan undang-undang kripto, di Thailand proses itu justru berlaku tanpa ada perdebatan yang panjang. Umumnya, perdebatan panjang untuk merumuskan perundang-undangan kripto terkait pada penilaian apakah kripto dikategorikan sebagai sekuritas atau tidak.

Sejak bulan April lalu, Pemerintah Thailand juga sudah ambil ancang-ancang serius untuk segera meregulasi pasar untuk kripto. Oleh menteri keuangan Thailand, Apisak Tantivorawong pada pertemuan kabinet saat itu, sudah mengumumkan rencana peregulasian mata uang kripto.
Alhasil, pemerintah Thailand menggunakan undang-undang kripto yang bersifat. Mata uang kripto (cryptocurrency) dan token digital yang umumnya disebut melalui program ICO dipandang sebagai sebuah bisnis aset digital. Tidak hanya itu, Pemerintah Thailand juga siap mengubah undang-undang perpajakan mereka, agar bisa mengambil pendapatan dari industri-industri baru di segmen tersebut.
Regulasi pemerintah Thailand itu, secara detail mengatur aturan pelaku bisnis yang berkaitan dengan dunia kripto seperti bursa, broker, maupun tentang regulasi ICO (Initial Coin Offerings). Khusus tentang ICO ini, nantinya token ICO tersebut harus dipasangkan dengan salah satu dari tujuh mata uang kripto yang telah ditentukan. Ketujuh mata uang kripto tersebut seperti Bitcoin, Ethereum, Ethereum Klasik, Litecoin, Stellar, BCash, dan Ripple.

Terkait dengan penarikan pajaknya, Pemerintah akan menarik 15% sebagai pajak yang diambil dari laba. Secara lebih spesifik, pajak untuk perdagangan aset digital dikenakan 7% untuk PPN di setiap perdagangan.
Penarikan pajak PPN di tiap perdagangan kripto ini kemudian dianggap cukup menghambat industri-industri baru nantinya untuk bisa berkembang. Salah satu firma hukum yang mempunyai klien dari industri kripto, Baker McKenzie menilai PPN itu sebaiknya dihilangkan. Menurutnya, aturan penarikan pajak khusus untuk perdagangan itu adalah sisa dari aturan perpajakan yang lama.
Secara garis besarnya, langkah yang diambil oleh Pemerintah Thailandtentang peregulasian mata uang kripto adalah langkah yang cukup berani. Namun terkait dengan regulasi itu, pihak Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand memang mencoba untuk mampu menyeimbangkan antara yang pro dan kontra kripto.
Disamping itu, jika melalui undang-undang kripto yang terlalu ketat, justru akan menyebabkan pelaku industri baru akan memilih untuk lari keluar negeri. Dengan upaya tersebut, pemerintah Thailand telah mencoba peluang baru untuk berkompetisi dengan negara-negara lain yang memproyeksikan sebagai pusat kripto. Negara lain tersebut seperti Jepang, Korea Selatan, dan juga Taiwan.

Saturday, June 30, 2018

Hujan Deras, Puluhan Ribu Perangkat Pertambangan Terendam Air



Hujan deras beserta badai yang terus terjadi sejak 27 Juni di Propinsi Sichuan Cina berimbas pada sejumlah mining farm bitcoin. Kurang lebih 25.000 penduduk telah direlokasi oleh pemerintah setempat sejak hari Rabu.

DIlaporkan dari Xinhuanet, banjir tersebut telah menelan kerugian ekonomi hingga 688 juta yuan lebih, setara dengan 104 juta dolar AS. Selain itu, juga kerugian fasilitas pemeliharaan air yang mencapai 191 juta yuan lebih.
Salah satu media di Cina, Golden Finance, melaporkan bahwa cuaca buruk dengan banjir lebat diiringi badai terus melanda beberapa daerah seperti Sichuan Mianyang, Guangyuan, Chengdu, Aba, Meishan dan beberapa tempat lainnya.
Puluhan Ribu Perangkat Pertambangan 2
Curah hujan yang tinggi dan terus-menerus itu akhirnya menyebabkan banjir, longsor dan derasnya sungai. Beberapa pembangkit listrik tenaga air dan fasilitas komunikasi dikabarkan rusak berat. Daerah seperti di Sichuan dan Aba, menjadi banyak daerah yang tinggi cadangan listrik, sehingga banyak digunakan untuk lokasi pertambangan kripto.




Akibatnya, banjir deras itu juga mendera sejumlah mining farm atau lokasi pertambangan bitcoin dan kripto yang ada di Sichuan dan Aba. Kurang lebih sekitar puluhan ribu perangkat pertambangan itu juga tergenang air, sebagian besar juga terseret arus air.
Puluhan Ribu Perangkat Pertambangan 2
Foto-foto begitu banyaknya perangkat ASIC dan GPU untuk pertambangan Bitcoin dan Altcoin itu cukup banyak beredar di Twitter dan Baidoo. Dengan kisaran puluhan ribu perangkat pertambangan yang menjadi imbasnya itu, total kerugiannya mungkin mencapai jutaan USD lebih.
Puluhan Ribu Perangkat Pertambangan 4
Berimbas di jaringan bitcoin, dilihat dari chart hasharate bitcoin pada tanggal 27 lalu memang turun. Total Hashrate itu adalah besaran daya komputasi secara keseluruhan yang terhubung kepada jaringan bitcoin. Nampak di salah satu foto diatas, para penambang mencoba peruntungan untuk membersihkan perangkat tersebut.

Akibatnya, banjir deras itu juga mendera sejumlah mining farm atau lokasi pertambangan bitcoin dan kripto yang ada di Sichuan dan Aba. Kurang lebih sekitar puluhan ribu perangkat pertambangan itu juga tergenang air, sebagian besar juga terseret arus air.
Puluhan Ribu Perangkat Pertambangan 2
Foto-foto begitu banyaknya perangkat ASIC dan GPU untuk pertambangan Bitcoin dan Altcoin itu cukup banyak beredar di Twitter dan Baidoo. Dengan kisaran puluhan ribu perangkat pertambangan yang menjadi imbasnya itu, total kerugiannya mungkin mencapai jutaan USD lebih.
Puluhan Ribu Perangkat Pertambangan 4
Berimbas di jaringan bitcoin, dilihat dari chart hasharate bitcoin pada tanggal 27 lalu memang turun. Total Hashrate itu adalah besaran daya komputasi secara keseluruhan yang terhubung kepada jaringan bitcoin. Nampak di salah satu foto diatas, para penambang mencoba peruntungan untuk membersihkan perangkat tersebut.
View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter
we don't mine anymore, we don't mine anymore, like we used to do...
not my machine xD

Wednesday, June 27, 2018

Lupa Password Wallet Anda? Apa Yang Anda Lakukan?

Keamanan bitcoin memang cukup menjanjikan untuk penggunanya. Namun bagaimanapun, seseorang tetap bisa saja melakukan kesalahan, seperti lupa password wallet sendiri. Pada berbagai jenis atau varian wallet dalam dunia kripto telah ada begitu banyak versi, baik yang bersifat hot storage maupun cold storage.
Berbagai karakter wallet apapun bentuknya, pada dasarnya berfungsi sebagai media untuk menangani dan mengelola key pair antara public dan private key saja. Kedua key pair tersebut dipergunakan bersama-sama sebagai akses mutlak pada wallet tersebut.
Untuk pengguna yang tidak begitu mengetahui hingga perihal teknis tentang bitcoin maupun kripto secara umum, kadang-kadang juga tidak terlepas dari kesalahan yang diperbuatnya sendiri. Termasuk juga, urusan soal lupa password walletnya sendiri tersebut. Password wallet ini, sebagian besar menjadi sebuah fitur tambahan di sebagian besar versi wallet kripto yang ada sekarang.
Kenyataannya, memang telah banyak juga pengguna bitcoin yang telah kehilangan hak aksesnya di wallet mereka. Padahal, jika kita menengok perjalanan harga bitcoin dari beberapa tahun sebelumnya hingga saat ini telah menjulang tinggi. Tentu saja nilainya juga akan menjadi meningkat lebih tinggi jika aset itu telah tersimpan beberapa tahun sebelumnya.
Lantas bagaimana jika memang lupa password wallet dan kesulitan lagi untuk mengaksesnya? Sebenarnya, jika password wallet ini hilang, atau bahkan lupa private key maupun seed yang berelasi dengan wallet itu, maka sama saja hak akses mutlak atas wallet itu juga hilang. Terlebih, jika tingkat kerumitan password wallet itu terdiri dari 15 karakter lebih.

Hampir tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk bisa mengembalikan password tersebut kecuali pemiliknya sendiri yang mungkin di kemudian hari mengingat betul password yang digunakan. Namun ada secercah harapan, mengingat sejak tahun 2013 lalu, ada sebuah layanan bernama Walletrecoveryservices yang mungkin dapat membantu persoalan itu.

Meski demikian, tentu saja ada beberapa kondisi bakal menjadi dasar, namun berdasarkan apa yang dijelaskan di situs itu, pihaknya menyebut bahwa layanan mereka bisa menangani untuk banyak varian wallet yang ada saat ini.
Jika layanan itu terbukti dapat membantu kasus lupa password wallet, mengapa tidak sekalian saja mengambil atau mencuri sejumlah aset kripto tersebut? Pertanyaan ini tentu saja adalah pertanyaan logis yang cukup mempunyai dasar yang kuat.
Jangan terlalu cepat memberikan konklusi dulu, mari kita tengok bagaimana kemungkinan itu bisa dilakukan tanpa harus mengungkapkan private key yang berelasi dengan wallet tersebut. Untuk bisa membantu, yang dibutuhkan hanyalah beberapa bagian saja dari file wallet yang digunakan, namun tidak berelasi dengan file private key itu disimpan.
Kalau kita melihat pada bitcoin misalnya, pada bitcoin core, file wallet bitcoin tetap akan tersimpan di dalam perangkat yang digunakan. Sedangkan, setiap seseorang menggunakan bitcoin pertamakali, sebenarnya secara otomatis akan membuat hingga 100 address baru yang langsung tersimpan ke dalam “key pool” (tempat key pair disimpan). Dalam hal ini, hanya sebagian saja informasi dari address yang umumnya tidak pernah terpakai itu. Karena sebagian besar pengguna, kebanyakan hanya menggunakan satu atau beberapa address saja, kecuali jika pengguna itu adalah pengguna aktif dan mengetahui betul bahwa memang sebaiknya 1 address bitcoin, digunakan untuk sekali transaksi saja. Address bitcoin ini, bisa digenerate sendiri sebanyak yang kita mau.
Potongan informasi tersebut, selanjutnya dikombinasikan dengan metode brute force decryption. Cara itu adalah satu-satunya cara yang memungkinkan dapat dilakukan. Namun tentu saja hal itu akan membutuhkan resource yang cukup untuk bisa menanganinya. Namun jika password tersebut terdiri dari 15 random karakter lebih, maka itu menjadi cukup sulit untuk untuk dilakukan, terlebih untuk wallet bitcoin.
Tertarik untuk menggunakannya? Mungkin jika anda beruntung bisa memulihkan password wallet anda yang terlupa, anda hanya akan dikenakan 20% dari total nilai aset yang ada di dalam wallet tersebut. Percaya atau tidak? Lebih baik lagi jika anda mengenali dulu desain wallet kripto secara mendetail, lalu mengetahui bagaimana hal itu dapat dilakukan.