Wednesday, May 31, 2017

Bitcoin, Mata Uang Masa Depan yang Bernilai

KOMPAS.com — Hadirnya bitcoin, mata uang digital yang cukup fluktuatif, membuat jenis mata uang ini menjadi tren serta pilihan baru bagi transaksi di dunia internet.
Seperti yang dikutip dari newyorker.com, mata uang digital yang hadir pada Januari 2009 ini memiliki sistem yang jauh berbeda dari uang konvensional.
bitcoin bisa dianalogikan dengan tambang emas (atau mineral berharga lainnya). Para penambang adalah mereka yang mendedikasikan sumber daya komputer untuk memecahkan persoalan matematika melalui perhitungan yang "berat".
Penambang yang dimaksud pada awalnya mungkin hanya seseorang dengan komputer rumahan. Namun saat ini, di awal 2014, proses penambangan bitcoin dilakukan melalui perangkat yang dirancang khusus dan dilakukan secara kolektif (disebut node).
Simak berita-berita terkait topik ini di liputan khusus "Bitcoin, Mata Uang Masa Depan?".
Setiap 10 menit, sistem bitcoin akan menganugerahkan sejumlah unit bitcoin (25, misalnya) pada salah satu node penambang ini.
Jumlah yang ditambang per 10 menit akan turun seiring waktu, hingga habis pada lebih kurang tahun 2140. Dengan jumlah total bitcoin yang bisa ditambang sebanyak 21 juta unit.
bitcoin yang dihasilkan berfungsi layaknya mata uang konvensional dan diterima sebagai produk pembayaran untuk beragam transaksi online.
Berapa nilai satu bitcoin?
Mata uang yang bisa dikonversikan ke mata uang lain ini memulai debutnya dengan nilai satu bitcoin setara kurang dari 1 dollar AS dan terus menunjukkan nilai yang fluktuatif.
Situs seperti Preev.com menunjukkan secara sederhana berapa nilai satu unit bitcoin (1 BTC) dalam mata uang konvensional. Misalnya, pada 11 Januari 2014 pukul 21.30 WIB, nilainya adalah 911 dollar AS.
bitcoin bisa digunakan untuk berbagai hal, misalnya untuk pembelian barang pada toko (baik online maupun fisik) yang menerimanya.
Lihat saja pada bitcoinstore.com, pengguna dapat membeli barang elektronik, termasuk kamera, instrumen musik, dan komputer. Bahkan terdapat kasino bitcoin, seperti SatoshiBet.
Perkembangannya terlihat dengan semakin banyaknya merchant yang menerima pembayaran dengan bitcoin. Termasuk nama-nama besar seperti wordpress.com, namechap.com, serta reddit.com.
Desentralisasi
Pencetus bitcoin adalah sosok bernama Satoshi Nakamoto. Diduga sosok ini adalah nama samaran yang bisa jadi digunakan oleh sekelompok orang. Identitas aslinya masih belum diketahui.
Nakamoto sejak awal merancang bitcoin sebagai sistem terdesentralisasi. Berbeda dengan uang konvensional, tak ada satu lembaga yang bisa melakukan kebijakan yang berdampak pada nilai mata uang ini. Sedangkan mata uang konvensional selalu memiliki sebuah otoritas sentral.
bitcoin pun, terutama di masa-masa awalnya, jadi alternatif bagi mereka yang tidak suka memercayai pemerintah, bank pusat, atau institusi pihak ketiga untuk menjaga nilai dari mata uang dan menjamin transaksi pengguna.
Di bitcoin, semua itu digantikan dengan menggunakan perhitungan matematika dan kriptografi.
Setiap transaksi di bitcoin akan diuji melalui sistem kriptografi yang tersebar di jaringan peer-to-peer. Diperkirakan, ada puluhan ribu sistem yang turut melakukan pengujian ini.
bitcoin tidak bebas dari pencurian. Namun, setiap bitcoin yang dicuri akan tetap tercatat dalam sistem sehingga saat digunakan untuk bertransaksi pun, secara teori, akan selalu dilacak.
Sistem bitcoin yang terdesentralisasi membuat banyak pihak menyebutnya sebagai internet untuk uang. Jika internet merevolusi cara komunikasi global, bitcoin diyakini bisa mengubah cara dunia menggunakan uang.
Oleh karena itu, bitcoin kerap digadang-gadang sebagai mata uang masa depan.



Tak sedikit para pengguna yang kini tengah menjadi penambang Bitcoin. Lantas jika terus dibiarkan, apakah mata uang digital itu tak bakal habis?

Para penambang Bitcoin, yang biasa disebut miner, punya beberapa cara untuk mengumpulkan pundi-pundi uang digital tersebut. Mulai dari cara sederhana dengan alat kecil, hingga para profesional dengan alat lebih dari puluhan juta rupiah.

Bitcoin sendiri tercipta dari suatu sistem yang kerap mengeluarkan kombinasi angka-angka unik. Angka inilah yang kemudian ditangkap dengan alat dan software khusus, untuk diterjemahkan sebagai Bitcoin.

Penemu mata uang digital tersebut sepertinya ingin membuat Bitcoin layaknya emas. Sebuah alat tukar berharga yang tidak bisa terus dicetak seperti uang, oleh sebab itu jumlah peredaran Bitcoin juga terbatas.

"Bitcoin hanya akan tersedia sebanyak 20,999,999.9769, atau dibulatkan jadi 21 juta hingga 2140. Jadi dalam rentang waktu itu sistem akan mengeluarkannya (angka Bitcoin-red) secara berkala," kata Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia saat berkunjung ke kantor detikINET.

Lantas, jika sudah sampai pada masanya, apakah 'kepingan-kepingan' Bitcoin akan habis?

"Tidak. Karena fee dari setiap transaksi akan dikembalikan ke sumber, kemudian sumber tersebut akan menghasilkan angka baru yang akan ditangkap oleh para miner," lanjut Oscar.

Bitcoin sendiri merupakan sebuah satuan mata uang digital yang belakangan mulai populer. Hal ini dipicu oleh salah satu penggunanya yang sukses membeli pizza melalui uang tersebut, bahkan di Amerika Serikat sudah ada yang membeli mobil mewah melalui Bitcoin.

Dikutip dari: http://tekno.kompas.com/read/2014/01/11/2149541/Bitcoin.Mata.Uang.Masa.Depan.
dan http://inet.detik.com/cyberlife/d-2441054/sering-digali-apa-duit-digital-bitcoin-tak-bakal-habis

Lima Alasan Mengapa Harga Bitcoin Dipastikan Naik di Masa Depan


Lima Alasan Mengapa Harga Bitcoin Dipastikan Naik di Masa Depan


Terdapat banyak orang yang tertarik untuk menggunakan Bitcoin sebagai sarana investasi berkat harganya yang cenderung meningkat. Sebagai contoh, ibu saya dengan mudahnya mengabaikan semua usaha yang saya kerahkan untuk membangun komunitas Bitcoin selama dua tahun lamanya. Namun ketika ia mendengar berita di media yang menyebutkan bahwa Bitcoin bisa menjadi sarana investasi yang bagus, dia langsung menginterogasi saya habis-habisan tentang Bitcoin. Tentunya publikasi yang dilakukan oleh media ini tidak menjadi masalah dan justru menjadi alasan pertama mengapa publik bisa mengenal dan mulai berinvestasi dengan Bitcoin. Kalau media bisa mendapatkan perhatian ibu saya, artinya mereka sudah melakukan hal yang luar biasa.
Tapi harga Bitcoin yang secara umum terus naik itu hanyalah satu dari ratusan alasan mengapa Anda harus berinvestasi di “Mata Uang Masa Depan”. Namun berhubung kita sedang membahas hal ini, berikut adalah lima alasan mengapa saya yakin harga Bitcoin akan terus naik di masa depan, dan akan menarik semakin banyak investor baru untuk terjun ke dalam dunia mata uang digital.

1. Harga dan nilai Bitcoin memang didesain untuk bertambah seiring berjalannya waktu

Dengan volume transaksi Bitcoin yang semakin bertambah tiap harinya, jumlah suplai Bitcoin yang terbatas, dan semakin berkurangnya jumlah Bitcoin yang dicetak oleh sistem tiap sepuluh menit (khususnya sejak tanggal 10 Juli lalu), harga Bitcoin dipastikan akan terus menanjak di masa depan.
Dolar AS dan mata uang kertas (fiat) apapun yang terlintas di benak Anda saat ini selalu berkurang nilainya tiap tahunnya dengan adanya inflasi, yang merupakan penambahan suplai dari mata uang itu sendiri. Bitcoin, sebaliknya, didesain untuk mengalami deflasi. Suplai Bitcoin berkurang setiap empat tahun sekali, yang dikenal dengan nama Bitcoin “Halvings”, dimana jumlah Bitcoin yang diproduksi oleh sistem setiap sepuluh menit akan berkurang hingga setengahnya. Saat ini, ada 12,5 BTC yang muncul dari setiap block per 10 menitnya dan akan terus berkurang hingga tidak ada lagi Bitcoin yang dicetak oleh sistem.
Dolar AS tidak memiliki batasan dalam jumlah produksinya sehingga suplainya bisa bertambah dan muncul inflasi karena ada kebijakan dari pemerintah atau bank sentral yang mengatakan demikian. Kebijakan inflasi biasanya diaplikasikan untuk membayar hutang atau membayar kerugian akibat perang. Berhubung tidak ada hutang, tidak ada inflasi dan tidak ada peperangan di dalam dunia Bitcoin, saya rasa secara ideologi kita sudah bagus…

2. Kejenuhan dalam menggunakan uang kertas

Dengan kondisi Internet yang bisa diakses secara global dan banyaknya kasus keruntuhan mata uang kertas di berbagai negara (seperti Yunani, Cyprus, Venezuela, Argentina, Zimbabwe dan yang lainnya), kini sudah ada semakin banyak orang yang menginginkan adanya sistem ekonomi yang lebih baik yang tentunya tidak rentan dengan kegagalan-kegagalan yang menimpa mata uang kertas sebelumnya.
Mexico dan Ekuador sedang dalam diskusi untuk meniru teknologi Bitcoin blockchain dan menciptakan mata uang digital mereka sendiri. China juga sudah beberapa kali bertemu dengan Citibank dan Deloitte untuk melakukan hal yang sama. Tunisia, sebuah negara di daerah utara Afrika, bahkan sudah mengimplementasikan perekonomian berbasis Blockchain di negara mereka sendiri dan Jepang sudah mengkategorikan Bitcoin sebagai sebuah mata uang seperti halnya Yen.

3. Wall Street/Perusahaan Raksasa masih belum terjun ke dunia Bitcoin

Teknologi Blockchain yang menggerakkan Bitcoin selalu menjadi hal yang dielu-elukan di Wall Street, bukannya Bitcoin itu sendiri, dan penyebabnya sangat beralasan. Bitcoin kerap terlibat dalam skandal dan bermasalah dengan regulasi di beberapa negara, sehingga bisa dipandang sebagai sebuah hal yang masih dipertaruhkan di dunia finansial.
PayPal mengagumi konsep Bitcoin, namun belum menjadikan coin ini sebagai bagian pusat dari bisnisnya. Microsoft dan Dell adalah contoh pemain besar di dunia Bitcoin, namun hingga adopsi besar-besaran terjadi di kalangan merchant atau dipaksa untuk terjadi oleh suatu dorongan ekonomi yang begitu besar, Bitcoin akan tetap dianggap orang asing, bukan sebagai suatu bentuk taruhan terbaik.

4. Mata uang kertas semakin tidak digunakan dan akan tergantikan dengan pembayaran digital

Berbagai negara di seluruh dunia sudah mulai mengikuti aliran mainstream yang semakin menggunakan sistem pembayaran digital dan semakin menjauh dari mata uang kertas berkat adanya larangan-larangan halus seperti di artikel ini. Mereka mungkin melakukannya untuk mengontrol semua transaksi ekonomi dan juga untuk mencatat dan mengaplikasikan pajak pada setiap transaksi di masa depan, namun para konsumen secara perlahan akan semakin menyadari bahwa Bitcoin bisa menjadi pilihan mata uang digital yang terbaik untuk mereka.
Bitcoin memang belum menyebar luas dan saat ini memang masih mengembangkan berbagai macam aplikasi dan protokol baru untuk digunakan di masa depan, sehingga potensi yang belum muncul masih sangat besar. Kita baru menggosok permukaannya saja dan belum menunjukkan apa yang benar-benar bisa dilakukan Bitcoin ke dunia luar. Saat ini harga Bitcoin bergerak hampir mencapai angka 670 dolar AS per Bitcoin, atau setidaknya di masa depan akan menembus angka itu. Padahal lima tahun lalu, harga Bitcoin hanya 0,30 dolar AS saja.

5. Cadangan Mata Uang Global (The Global Reserve Currency) semakin kehilangan nilainya, sedangkan nilai Bitcoin semakin bertambah

Sementara dolar AS semakin bertambah tingkat inflasinya, dimana jumlah suplainya meningkat dan nilainya semakin berkurang tiap tahunnya, permintaan dunia global terhadap mata uang ini semakin menyusut, dan harga Bitcoin akan semakin mahal untuk dibeli dengan harga dollar yang semakin melemah. China bahkan kini sudah mulai mencari cadangan mata uang global yang baru.
Saat dolar AS kehilangan nilai sebesar 5-10% per tahunnya, tidak seperti yang dikatakan oleh pemerintah bahwa dolar AS hanya kehilangan nilai sebesar 1-2% per tahun, nilai Bitcoin terhadap dollar akan semakin meningkat. Dan ketika, bukan bila, dolar AS kehilangan statusnya sebagai “Global Reserve Currency”, orang-orang akan membanjiri pasar Bitcoin untuk mendapatkan coin ini.
Berhubung Bitcoin tidak terikat oleh negara atau paradigma ekonomi apapun yang dijalankan oleh sistem perbankan, Bitcoin bisa berdiri manis di pinggiran sambil melihat nilainya naik, seperti halnya Emas dan Perak, sementara sistem finansial yang kita kenal secara turun-temurun ini semakin hancur seiring berjalannya waktu. Tidak dapat dipungkiri bahwa ‘Emas Digital’ ini sudah menghasilkan profit yang sangat besar kepada para pemilik Bitcoin dalam enam-tujuh tahun terakhir ini.
Saya tidak akan memikirkan dan khawatir apakah harga Bitcoin akan naik atau tidak. Semakin banyak Bitcoin dibahas di media-media mainstream, semakin banyak juga yang memuji peningkatan nilai Bitcoin. Mungkin sebagian dari mereka bahkan berbicara dari pengalaman pribadi?
Pertanyaan yang sesungguhnya, apakah akan muncul pendapat yang sama di benak Anda? Mungkin tidak, bila Anda tidak mencari tahu dari sekarang. Semoga artikel ini membantu.
Artikel diambil dan diterjemahkan dari “5 Reasons Why Bitcoin Value Must Increase in Future” karya Evander Smart yang bisa Anda akses disini: https://cointelegraph.com/news/5-reasons-why-bitcoin-value-must-increase-in-future

Tuesday, May 30, 2017

Daftar Alat Mesin Tambang Bitcoin

Daftar Alat Penghasil Uang Virtual Bitcoin Yang Bisa anda Miliki

. Mari kita bahas Alat - Alat penghasil Uang Virtual Bitcoin. Yah.. Mungkin sobat pernah mendengar yang namanya alat Tambang Bitcoin / Bitcoin Miner. Ini merupakan suatu alat yang dikhususkan untuk para pemburu bitcoin. Hehe... Bukan berarti yang masih pemula Tidak dapat menggunakanya. Tapi memang alat ini dikhususkan bagi mereka yang sudah lebih jauh mengenal bitcoin.




Bagi para pemburu bitcoin pasti bertanya - tanya, apa benar bitcoin itu bisa dihasilkan atau diciptakan, Yah memang itu sedikit mustahil bagi sebaigian orang. Karena memang bitcoin tidak seperti mata uang Konvensional yang dalam proses pembuatanya tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang atau perusahaan, namun karena bitcoin itu virtual maka dapat di ciptakan dengan alat atau teknologi computerisasi. Kalau dalam istilah kerennya si menambang Bitcoin.

Kalau menurut pendapat saya pribadi mencari bitcoin dengan mengginakan alatu ntuk saat ini tidak di sarankan, karena memang membutuhkan biaya perawatan yang cukup banyak.
Nah, untuk sekedar pengetahuan sobat saya akan paparkan beberapa alat canggih untuk menghasilkan Bitcoin.

CPU Mining
Menambang Bitcoin dengan CPU cukup mudah, karena hanya membutuhkan sebuah perangkat komputer yang bisa terhubung dengan jaringan pertambangan bitcoin. Jaringan pertambangan Bitcoin ini, biasa disebut dengan mining pool.
Faktor tingkat kesulitan dalam proses mining bitcoin semakin tinggi, membuat para penambang bitcoin banyak yang meninggalkan perangkat CPU ini. Hal tersebut karena hasil Bitcoin yang didapatkan tidak sebanding dengan pengeluaran untuk biaya listrik dan koneksi internet.

GPU Mining
GPU (Graphical Processing Unit), biasa dikenal dengan kartu grafis. GPU, dapat digunakan untuk menambang Bitcoin. Jika dibandingkan dengan CPU, menambang dengan menggunakan GPU masih lebih baik ketimbang CPU.
GPU atau kartu grafis, adalah bagian dari sistem rendering video pada sebuah komputer. Garis besarnya, GPU, mempunyai fungsi-fungsi khusus yang tidak dilakukan oleh CPU, perbedaan inilah yang membuat mengapa GPU lebih menguntungkan untuk menambang Bitcoin ketimbang CPU.

FPGA Mining
Perangkat ini adalah sebuah hardware menambang bitcoin yang di cipatkan oleh perusahaan butterfly labs “ztex jerman”. Perangkat ini menggunakan teknologi chip dengan harga $1 – $2,5 per Mhs.

ASIC Mining
Perangkat menambang ASIC, berbasis algoritma SHA-256/GHS. Perangkat ini banyak digunakan oleh perusahaan cloud mining Bitcoin. Kemampuan menambang Bitcoinnya tentu sebanding dengan harganya yang bisa dibilang cukup mahal. Namun, menggunakan hardware ini, akan bisa mengoptimalkan hasil dalam menambang Bitcoin.

Scrypt Mining
Scryp mining ini menggunakan algoritma yang pada dasarnya lebih simpel dibandingkan dengan algoritma SHA-256. Disamping itu, rata-rata hash yang dihasilkan adalah dalam ukuran kilohashes per detik (kh/s), dan Megahashes per detik (MH/s). Harware yang dipakai untuk bisa menggunakan scrypt mining ini tidak harus dengan menggunakan ASIC atau hardware khusus lainnya.

Hanya dengan menggunakan CPU juga bisa dilakukan penambangan Scrypt mining. Scrypt mining ini lebih banyak dipergunakan di cryptocurrency baru seperti altcoins. Berkembang sekarang, tentang adanya varian baru Bitcoin yang disebut dengan Bitcoin Scrypt, yakni Bitcoin yang dihasilkan dengan pertambangan Bitcoin menggunakan Scrypt. 

1. USB Redfurry Miner


Kecepatan: 2 - 2.8 Ghs
Perkiraan pendapatan BTC / 24 jam: 0.00004584
Perkiraan Daya: Sama seperti Usb pada Umumnya
Koneksi: Internet Komputer
Perkiraan Harga: Rp. 500.000 ( Harga dapat berubah kapan saja)

2 Acis Miner Block  Erupter Cube


Kecepatan: 30 - 38 Ghs
Perkiraan pendapatan BTC / 24 jam: 0.00069673
Perkiraan Daya: 200 - 280 Watt
Koneksi: Ethernet /Lan ( maining dengan Komputer)
Perkiraan Harga: Rp 1.000.000

3. ANT Miner ACIS 180 Ghs

Daftar Alat Penghasil Uang Virtual Bitcoin Yang Bisa anda Miliki

Kecepatan: 180 - 200 Ghs
Perkiraan Pendapatan BTC / 24 jam: 0.00330032
Perkiraan Daya: 320 Watt
Koneksi: Ethernet / Lan / Wifi / Standalone ( Maining tanpa Komputer)
Perkiraan Harga: Rp 5.000.000

4. Avalon Acis Miner 200 Ghs


Kecepatan: 200 - 230 Ghs
Perkiraan Pendapatan BTC / 24 jam: 0.00366702
Perkiraan Daya: 800 Watt
Koneksi: Ethernet / Lan / Standalone ( Maining Tanpa Komputer)
Perkiraan Harga: Rp 5.000.000

5. Antminer S2


Kecepatan: 1000 Ghs
Perkiraan Pendapatan BTC / 24 jam: 0.01833509
Perkiraan Daya: 1000 Watt
Koneksi: Ethernet / Lan / Standalone ( Maining Tanpa Komputer)
Perkiraan Harga: Rp 14.000.000


6. Antminer S3

Kecepatan: 487 Ghs
Perkiraan Pendapatan BTC / 24 jam: 0.00876417
Perkiraan Daya: 360 Watt
Koneksi: Ethernet / Lan / Standalone ( Maining Tanpa Komputer)
Perkiraan Harga: Rp 7.000.000

7. Al Miner 2 TH


Kecepatan: 2000 Ghs
Perkiraan Pendapatan BTC / 24 jam: 0.03667019
Perkiraan Daya: 1800-2000 Watt
Koneksi: Ethernet / Lan / Standalone ( Maining Tanpa Komputer)

Perkiraan Harga: Rp 29.000.000

Nah...  Itulah beberapa alat Tambang Bitcoin untuk Pengetahuan sobat semoga dapat memperoleh Bitcoin lebih maksimal.

Sunday, April 30, 2017

Cara Memastikan Crypto Atau Bukan – Dengan Melihat Karakter Cryptocurrency




Bagaimana cara memastikan crypto atau bukan, bukanlah hal yang sulit bagi yang telah memahami bagaimana cryptocurrency bekerja. Namun cukup berbeda bagi orang yang tidak begitu memahami bagaimana dan cara kerja cryptocurrency.
Saat ini, telah cukup banyak beredar klaim-klaim sebagai sebuah cryptocurrency. Istilah yang cukup dikenal oleh komunitas cryptocurrency tentang hal ini adalah Era Shittcoin. Secara umum, mereka hanya menggunakannya sebagai kedok cryptocurrency belaka. Mencoba memanfaatkan peluang dibalik populernya cryptocurrency yang diawali dengan Bitcoin. Kebanyakan dari klaim-klaim ini, menggunakan pola skema piramida, dan mengejar keuntungan semata dari member-member baru. Seperti pola skema piramida pada umumnya, selalu berujung kolap pada akhirnya.
Sebelum kita membahas bagaimana cara memastikan crypto atau bukan, memahami bitcoin secara menyeluruh tentu adalah hal yang tepat sebagai acuannya. Karena bagaimanapun, cryptocurrency baru yang banyak bermunculan juga tidaklah bisa lepas dari bitcoin.
Makna Cryptocurrency
Sederhananya istilah cryptocurrency ini memang muncul pasca bitcoin diperkenalkan. Satoshi Nakamoto pada saat itu memperkenalkan Bitcoin tidaklah dianggap sebagai sebuah mata uang, melainkan sebagai sebuah sistem pembayaran elektronik berbasis peer to peer. Tentang hal ini, dapat dilihat di dalam papernya tentang Bitcoin. Ketika banyak orang di komunitas mampu melihat fungsinya yang dapat menjadi media pentransfer nilai dan juga mampu menyimpan nilai, orang mulai menambatkan predikat sebagai sebuah mata uang.
Meskipun Satoshi Nakamoto tidak pernah membicarakan sebagai sebuah mata uang secara verbal, kenyataan yang ada memang mampu berfungsi seperti hal itu. Karakter-karakter untuk bisa dianggap sebagai mata uang, relatif berpihak pada Bitcoin. Di lain sisi, banyak juga yang beranggapan bahwa predikat sebagai sebuah mata uang justru mengurangi esensi Bitcoin secara menyeluruh. Karena dianggap mempersempit peran bitcoin yang jauh lebih luas dari hanya sekedar sebagai sebuah mata uang.
Walaupun project crypto sebelum bitcoin telah banyak dilakukan, namun, crypto di era bitcoin adalah sebuah hal yang menjadi terobosan yang luar biasa. Terutama bagaimana sebuah sistem pembayaran elektronik dapat berjalan tanpa harus bergantung pada pihak dan otoritas manapun. Sejak saat itu pula istilah “Cryptocurrency” di era bitcoin dan setelahnya menjadi kian populer.
Sejak saat itu, banyak kalangan ilmuan, peneliti, akademisi, dan lain sebagainya di seluruh dunia makin tertarik untuk mengkaji, dan meneliti lebih jauh. Pra dan kontra pun berjalan mengiringi sepanjang jalannya. Namun pada akhirnya, makin banyak orang di belahan dunia yang mampu melihat potensi di dalamnya. Ada begitu manfaat yang dapat dijadikan pelajaran, digunakan untuk dapat diaplikasikan di banyak bidang.
Masyarakat dapat melihat semua hal ini karena transparansi yang cukup melekat kental di dalam bitcoin. Kajian-kajian dan penelitian tentang bitcoin dan blockchain yang menjadi tolak punggungnya juga cukup ilmiah. Hal itu tentu saja karena memang cabang ilmu kriptografi di dalam bitcoin dan cryptocurrency memegang peranan utama. Cabang ilmu yang mendasari inilah yang menjadi muara dari istilah cryptocurrency. Crypto adalah kriptografi, dan currency adalah mata uang. Sehingga tentu saja, cryptocurrency adalah mata uang berbasis kriptografi.
Desentralisasi Jadi Pondasi Utama
Jika kita telah memahami bahwa era bitcoin menjadi tolak ukur cryptocurrency saat ini, maka karakter yang tidak bisa terlepas adalah bagaimana desentralisasi itu dapat dicapai di dalam sistemnya. Cryptocurrency yang muncul setelahnya, atau yang bisasa disebut dengan altcoin, sama juga mendasarkan pada hal yang sama. Sebut saja seperti Litecoin, Dogecoin, Ethereum, dan banyak yang lain, sama juga mengedepankan tentang desentralisasi.
Bukanlah perihal menghindari otoritas yang berwenang yang menjadi latar belakang. Melainkan pada sisi keamanan yang berlapis jika cryptocurrency dapat berjalan sepenuhnya desentralisasi. Anggapannya tentu saja, pihak otoritas justru menjadi sumber kelemahan, pintu masuk segala permasalahan, menjadi obyek penipuan, banyak celah keamanan dan lain sebagainya.
Semua simpul node, sama-sama menjadi pusat kontrol satu sama lain. Menjadi garda terdepan berjalannya konsensus yang telah disepakati dan dijalankan dan dipatuhi secara bersama-sama. Dengan kedudukan dan posisi yang sama antara satu dengan yang lain. Hal ini, tentu saja menjadi benteng yang paling kokoh, mampu mengatasi berbagai macam persoalan yang sebelumnya menjadi hantu yang paling ditakuti dalam sistem pembayaran elektronik.
Seiring berjalan waktu, telah banyak modifikasi, banyak developer yang mencoba berinovasi, saling mengisi dalam berbagai macam hal tentang cryptocurrency. Hal ini memang relativ menjadi memungkinkan dapat dilakukan karena memang source code Bitcoin secara gamblang dan terbuka dapat dipelajari dan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh siapapun. Inisiatif yang ada selanjutnya, adalah berusaha untuk membuat cryptocurrency yang cukup berbeda, sentralisasi. Inisiatif ini lebih banyak muncul dari kalangan pihak jasa keuangan, atau juga startup di berbagai belahan di dunia. Konsorsium perbankan di banyak negara saling berkumpul untuk mencoba menerapkan teknologi blockchain sebagai sebuah sistem yang tersentral untuk industri keuangan.
Sementara inovasi dan ide tentang hal ini, tidak terlepas juga dari kepentingan-kepentingan lain yang mencoba memanfaatkan peluang dibalik makin populernya cryptocurrency. Tidak lain adalah adanya pihak-pihak dengan klaim menggunakan private blockchain dan apapun istilah yang mereka gunakan. Padahal, tujuan utama hanyalah untuk mengeruk keuntungan semata, pada orang-orang awam yang belum banyak mengerti tentang cryptocurrency.
Karakter Project Baru Cryptocurrency
Transparansi, desentralisasi, telah banyak disinggung pada penjelasan diatas. Dua hal ini tentulah menjadi tolak ukurnya. Fungsinya, tentu saja agar masyarakat dapat melihat, dan memberikan penilaian atas kelayakan, keamanan, prospek kedepan yang baik atau tidak, dan mengetahui tipikal cryptocurrency yang ditawarkan.
Jadi secara garis besar, dengan mengetahui karakter bagaimana project baru cryptocurrency ini, adalah hal yang paling tepat untuk dapat melihat cara memastikan crypto atau bukan. Berikut adalah beberapa hal mendasar yang telah menjadi kebiasaan atas munculnya project cryptocurrency baru.
Announcement
Announcement ini adalah memperkenalkan project cryptocurrency tersebut kepada khalayak. Cryptocurrency, tentu saja lebih banyak diadopsi oleh basis komunitas crypto itu sendiri. Sehingga, sasaran yang diharapkan adalah akan banyak orang di komunitas crypto yang nantinya akan mengadopsi atau menggunakan crypto baru tersebut. Biasanya komunitas yang dituju untuk memperkenalkan project baru ini adalah di bitcointalk.org, ataupun di reddit/cryptocurrency.
Selanjutnya, dari announcement inilah, yang kemudian seolah menjadi forum untuk penilaian, menentukan kadar project baru cryptocurrency itu akan ramai diadopsi atau tidak. Dalam hal ini, bagi pemula thread yang mengumumkan project, seringkali dilihat dari tingkatan rank yang disandang pada forum tersebut.
Bagi developer yang identik dengan para scammer, biasanya membuka akun baru pada forum tersebut. Hal ini, tentu saja sudah menjadi penilaian tersendiri bagi komunitas crypto atas tawaran project barunya tersebut. Terlebih, memang bagi developer yang menyamarkan dengan akun baru ini, biasanya sebagian besar dari mereka adalah scammer lama yang membuat project lagi dengan akun baru.
Secara umum, pada perkenalan ini, developer atau penggagas project akan mengumumkan segala sesuatu yang berkaitan dengan cryptocurrency mereka. Pada perkenalan project baru ini, segala opini, penilaian baik dan buruk dari komentar banyak orang dapat memberikan gambaran kita akan crypto baru itu. Semakin banyak penilaian negatif yang muncul, maka kita dapat mengambil kesimpulan lebih untuk menjauhinya. Beberapa hal tersebut lebih lanjut adalah:
Spesifikasi
Spesifikasi koin crypto ini berelasi dengan banyak hal, seperti:
Total supply
Total supply adalah jumlah keseluruhan unit koin yang nantinya akan diciptakan dalam keseluruhan jangka panjang di project crypto tersebut. Jumlah total supply di setiap project cryptocurrency tentu akan beraneka ragam. Total supply juga berpengaruh dalam hal sisi ekonomi yang hendak dikonsepkan pada project itu.
Perlu menjadi catatan penting, bahwa garis besar cryptocurrency di era Bitcoin, cenderung memilih untuk lebih membatasi jumlah total supply koin yang diciptakan. Tujuannya tidak lain adalah mencoba mengusung ekosistem seperti dalam ekosistem komoditas emas, dan diterapkan secara digital dalam cabang ilmu kriptografi.
Emas, tentu terbatas jumlahnya yang ada di alam. Lambat laun, supply emas juga akan habis ditambang, selanjutnya juga tidak akan ada lagi emas yang dapat ditambang, karena sumber daya emasnya telah habis. Begitupun halnya dalam cryptocurrency. Karakter ini kemudian diterjemahkan dalam konsensus yang selanjutnya ditambatkan dalam protokol core bitcoin, ataupun cryptocurrency lainnya. Jadi sifat terbatasnya sumber daya emas ini, diterjemahkan melalui total supply dalam protokol cryptonya. Jika telah mencapai total supply, maka artinya tidak ada lagi unit baru yang dapat tercipta.
Sebagai perbandingan, total supply bitcoin berjumlah 21 juta. Namun perlu diketahui, bahwa unit satuan bitcoin terdiri dari 8 digit. Sehingga tentu saja, meski dengan total 21 juta dengan satuan 8 digit itu tentu sudah dianggap lebih dari cukup. Pembatasan itu, selain mencoba melekatkan karakter dan sifat emas, juga sebagai upaya untuk mencoba lebih tahan atas laju inflasi yang tak terbendung pada FIAT Money.
Pada sebuah project baru cryptocurrency, jika dinilai total supply yang terlalu banyak, menjadi enggan diadopsi oleh para pengguna crypto secara umum. Hal tersebut, sisi ekonomi jangka panjang pada project tersebut lebih rentan akan inflasi, hingga menurunnya nilai atau harga crypto tersebut. Semakin banyak koin yang nantinya beredar, tentu saja akan mempengaruhi harga pada akhirnya. Maka tepatlah total supply ini menjadi acuan yang penting juga dalam memberikan penilaian atas crypto tersebut.
Dalam hal ini, kebanyakan para scammer justru bertindak sebaliknya, mereka menggunakan total supply yang relatif cukup besar. Jika anda menjumpai project crypto semacam ini, maka patutlah untuk dihindari.
Algoritma
Algoritma ini sebenarnya digunakan sebagai sebuah sarana untuk pencapaian konsensus di dalam cryptocurrency. Jika di dalam bitcoin, menggunakan sha256, namun altcoin secara umum, lebih beragam dan menggunakan alternatif lain selain sha256. Untuk Altcoin, biasanya menggunakan scrypt, ada yang gunakan sha512, scrypt-jane, ataupun yang lain. Masing-masing pilihan itu, juga memberikan sisi tingkat keamanan yang berbeda pula. Sehingga, dari keterangan ini, menjadi pertimbangan penting untuk diketahui oleh para calon pengadopsi crypto baru itu. Jika anda tidak menjumpai detail tentang hal ini pada sebuah project crypto baru, maka sudah sepatutnya anda meninggalkannya.
Rentang Waktu Block Baru Tercipta
Sacara umum, altcoin juga mengadopsi block ini. Transaksi-transaksi cryptocurrency, dimasukkan kedalam tiap-tiap block. Masing-masing block ini, dapat secara runtut menunjukkan kesejarahannya. Sehingga validitasnya juga akan saling berelasi satu block, dengan block lainnya. Rentan waktu setiap block baru, menjadi sebuah sistem pola pendistribusian unit-unit koin baru yang tercipta. Umumnya, ada rentan waktu rata-rata setiap block baru yang berusaha dicapai. Jika di dalam bitcoin, rentan waktu block baru tercipta selama kurang lebih 10 menit. Pada setiap project altcoin baru, umumnya berbeda. Ada yang lebih cepat dari itu.
Sehingga secara umum, jika semakin cepat rentan waktu block baru tercipta, maka artinya unit-unit baru koin tersebut tercipta lebih cepat. Dan distribusi koin juga berjalan lebih cepat, dan tentunya, berujung juga implikasinya pada total supply koin yang beredar. Seperti yang telah disinggung diatas, semakin banyak koin beredar, maka akan mempengaruhi juga supply and demand.
Di dalam cryptocurrency, setiap bagiannya akan saling berelasi dengan banyak hal. Dalam hal ini, rentan waktu block baru ini tentu juga akan berelasi juga pada pola pendistribusiannya. Sekaligus, berujung juga nanti rentan waktu total supply yang bisa diketahui kisaran waktunya. Di dalam bitcoin, total jumlah supply akan berakhir, dapat diperkirakan berakhir pada tahun 2041 mendatang. Hal ini bisa diketahui dari rentang waktu block baru ini. Selain itu, karena rentang waktu block berelasi dengan pola pendistribusian, maka berelasi juga nantinya pada besaran reward block untuk para penambang. Pola distribusi ini, ada yang menggunakan POW, dan ada yang lebih memilih POS. Lebih jelas tentang ini bisa anda baca disini: Proof Of Work Sebagai Insentif.
Block Reward
Block reward ini, digunakan sebagai pola pendistribusian unit baru. Sehingga, tentu saja, akan menjelaskan lebih lanjut apakah project baru tersebut dapat ditambang secara umum, atau tidak. Muncul istilah baru, tentang adanya premined. Artinya, keseluruhan total supply itu telah ditambang sebelumnya oleh developer mereka. Project crypto baru yang sifatnya premined, menjadi penilaian tersendiri bagi komunitas crypto. Banyak orang yang lebih cenderung tidak menyukai hal ini. Tentu saja, alasan utamanya adalah dalam sisi keamanan. Project crypto baru yang dapat ditambang secara umum, secara tidak langsung akan menarik pengadopsi baru. Hal ini berujung pada makin banyaknya simpul node yang membantu menjaga validitas jaringan di sistemnya.
Halving Reward
Berkaca dari bitcoin, pengurangan reward block ini, memberikan dampak untuk mengatur tingkat distribusi unit baru yang tercipta. Umumnya setelah beberapa periode waktu tertentu yang telah ditetapkan di dalam konsensus protokol core. Jika di dalam bitcoin, halving ini secara otomatis terjadi jika telah mencapai 210.000 block tercipta. Dengan kisaran waktu block baru tercipta adalah rata-rata 10 menit. Maka dapat dihitung kisaran waktu block yang telah mencapai 210.000 block itu adalah kurang lebih selama 4 tahun. Dalam hal ini, kita dapat melihat bahwa semuanya dapat terhitung secara pasti. Saling berelasi satu dengan yang lain. Jadi tidak ada proses Sim Salabim.
Selain itu, pengurangan reward block ini, juga sebagai antisipasi atas meningkatnya pertumbuhan teknologi. Perkembangan teknologi yang cenderung berjalan lurus kedepan, tentu juga akan berdampak pada ekosistem pertambangan. Misalnya saja makin meningkatnya perkembangan teknologi dalam perangkat pertambangan. Seperti yang kita tahu, bahwa ekosistem perangkat pertambangan di dalam bitcoin telah mengalami beberapa fase. Semuanya juga sebagai implikasi atas perkembangan teknologi ini. Nampaknya, ide cemerlang Satoshi Nakamoto, membaca situasi ini dengan apik. Mempertimbangkan juga pengurangan block reward ini karena pertimbangan jauh kedepan, masa juga akan dipermudah dengan makin efektifnya perangkat pertambangan crypto.
Block Exploler
Parameter yang cukup memungkinkan melihat database transaksi atau yang lebih banyak dikenal dengan Blockchain, dapat dilihat dari block exploler ini. Untuk membedakan antara crypto yang benar atau yang abal-abal, dapat juga dilihat dari sini. Kita dapat dengan mudah membedakan bagaimana block exploler yang ada pada bitcoin, dengan crypto baru tersebut. Jika ada cukup banyak kejanggalan disana, maka sudah dapat dipastikan project baru tersebut hasil cipta karya para scammer.
Bitcoin Block Exploler:
Pool ini adalah tempat para penambang melakukan pertambangan secara bersama-sama. Pool ini hampir sama dengan mining pool pada bitcoin, muncul sebagai upaya untuk memudahkan penambang kecil. Agar penambang kecil ini dapat ikut berpartisipasi dalam ekosistem pertambangan. Tidak adanya informasi detail tentang dimana pool mereka, menjadi indikasi penting project baru itu bukanlah crypto.
Source Code
Source Code, menjadi tolak ukur utama untuk menilai apakah project crypto baru ini benar-benar crypto atau bukan. Biasanya, publikasi tentang source code ini juga akan diiringi dengan adanya whitepaper yang telah dipublikasikan. Dua hal tersebut, telah dianggap sebagai elemen yang saling melengkapi antara keduanya. Umumnya, source code ini dipublikasikan di github.
Dari source code ini, publik akan secara terbuka dapat melihat dan menilai konsep project crypto itu. Kebanyakan project crypto baru yang benar-benar berbeda dari bitcoin maupun altcoin lain yang telah ada cukup jarang. Yang lebih banyak muncul adalah hasil sedikit modifikasi saja dari source code yang telah ada sebelumnya. Jika source code itu hanya berasal dari copy paste saja atas project yang telah ada sebelumnya, maka penilaian negatif pula yang banyak didapat. Apalagi jika copy paste source code tersebut tidak menyertakan sumber aslinya. Sebab, Cloning github repository ini, tentu masih menyertakan source code aslinya.
Whitepaper
Seperti yang dijelaskan tentang source code diatas, whitepaper ini menjelaskan secara terperinci konsep project crypto baru tersebut. Jika ada ketidak sesuaian antara penjelasan konsep yang ada di whitepaper dengan source code yang telah dipublikasikan, maka tentu dapat diambil kesimpulan negatif pada project itu. Sehingga, dapatlah kita ambil kesimpulan yang memudahkan kita dalam mengetahui cara memastikan crypto atau bukan, dari adanya whitepaper ini juga.
Raodmap
Kita dapat menyebut, roadmap ini adalah serangkaian target pengembangan yang hendak dicapai pada sebuah project crypto baru. Transparansi roadmap yang jelas, tentu memberikan penilaian tersendiri. Termasuk juga memberikan gambaran inovasi developer akan project yang selalu berkembang. Jika pengembangan berjalan stagnan, hal ini juga berimplikasi pada ekosistem project crypto itu secara global.
Developer
Selanjutnya, untuk cara memastikan crypto atau bukan, bisa dilihat dari siapa developer dibalik project tersebut. Kejelasan tentang kualifikasi developer yang menggarap project crypto baru, tentu juga menentukan. Kita dapat menilai apakah developer tersebut memang cukup qualified atau tidak. Jika developer project tersebut telah banyak dikenal dalam dunia crypto, maka akan menambah sisi trust pada project itu. Sebaliknya, jika developer unknown, maka sudah sepatutnya kita hindari.
Market
Seringkali, banyak orang menilai cara memastikan crypto atau bukan hanya dari sisi ini saja. Padahal, hal-hal penting yang menentukan adalah seperti hal-hal diatas. Market, dapat dikatakan sebagai tujuan akhir atas banyaknya pengadopsi crypto baru tersebut. Umumnya, pada sebuah project crypto baru, berusaha agar dapat dimasukkan dalam market kapitalisasi crypto (coinmarketcap). Hal ini berjalan beriringan pula dengan adanya market yang menjembatani crypto baru tersebut.
Dalam hal ini, perkembangan yang ada ada beberapa crypto yang telah berhasil menembus market crypto. Namun jangan berhenti dulu sampai disitu. Sebab, kita perlu mengetahui apakah crypto baru tersebut masuk juga pada banyak market crypto besar yang telah ada. Dalam hal ini, banyak pula dijumpai market yang dibuat-buat sendiri oleh para developer project crypto baru itu. Jika anda menjumpai hal semacam ini, maka bisa anda simpulkan bahwa anda akan menyesal nantinya.

Thursday, March 30, 2017

Beli Bitcoin di Indonesia

Bitcoin adalah salah satu penemuan paling fenomenal di era digital ini. Uang digital yang ditemukan oleh seseorang bernama samaran Satoshi Nakamoto ini tidak hanya menjadi “konsumsi” para maniak IT, tapi juga menjadi perhatian para investor, pedagang, ekonom, aktivis, politisi, dan masyarakat umum. Mereka memiliki motivasi yang beragam dalam menggunakan Bitcoin, mulai dari motif ekonomi hingga ideologis. Namun, apa pun motivasinya, penggunaan Bitcoin telah menjadi semakin lumrah di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Perkembangan Bitcoin di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar.
Lalu, di manakah kita bisa membeli Bitcoin di Indonesia?
Ada beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi untuk membeli Bitcoin secara langsung di Indonesia. Namun, di antara berbagai situs yang timbul tenggelam, ada tiga situs ternama yang layak menjadi pilihan Anda. Simak ulasan singkat berikut.

1. Bitcoin Indonesia


Bitcoin Indonesia adalah tempat jual-beli Bitcoin yang populer di Indonesia dan memiliki lebih dari 50.000 anggota. Bitcoin Indonesia mengklaim memiliki keunggulan dalam proses yang cepat, pelayanan pelanggan 24 jam, metode pembayaran yang beragam, dan prioritas keamanan.
Untuk membeli Bitcoin secara online, Anda dapat mengunjungi bitcoin.co.id. Setelah melakukan registrasi dan mengonfirmasi email, Anda bisa mulai melakukan transaksi. Pertama-tama, Anda perlu melakukan deposit Rupiah ke rekening milik Bitcoin Indonesia. Ada beberapa metode transfer yang bisa Anda pilih, misalnya menggunakan voucher, tunai, transfer bank (BCA, Mandiri, BRI, Sinarmas, CIMB Niaga, dan bank lainnya), atau menggunakan e-wallet. Setelah Anda memiliki saldo Rupiah, Anda dapat segera menggunakannya untuk membeli Bitcoin. Masuk ke Market Bitcoin, lalu masukkan jumlah Rupiah dan harga yang diinginkan.
Selain menyediakan tempat untuk melakukan jual-beli Bitcoin, Bitcoin Indonesia juga memberikan layanan lain seperti forum, blog, chat room, aplikasi Android, program afiliasi, serta aktivitas di dunia nyata. Pada tahun 2014 lalu, Bitcoin Indonesia telah memasang ATM Bitcoin pertama di Indonesia di Bali. Meski belum bisa digunakan untuk menarik uang secara langsung, tetapi ATM ini sudah dapat digunakan untuk membeli Bitcoin dengan minimal transaksi pembelian sebesar Rp10.000. Sempat pula beredar kabar bahwa Bitcoin Indonesia bekerja sama dengan Indomaret agar pelanggan bisa membeli Bitcoin di waralaba tersebut. Sayangnya, kabar ini ternyata tidak benar dan hanya kesalahpahaman belaka.

2. LocalBitcoins

Tempat lain untuk membeli Bitcoin adalah melalui Local Bitcoins. Meski penyedianya bukan perusahaan yang bertempat di Indonesia, LocalBitcoins menyediakan layanan untuk membeli Bitcoin secara lokal, termasuk di berbagai kota di Indonesia. Di LocalBitcoins, Anda dapat melakukan jual-beli Bitcoin dengan manusia lain secara langsung, bahkan Anda dapat melakukan kopdar dan membayar secara tunai. Model ini diklaim lebih cocok dengan semangat dan sifat Bitcoin yang ter-desentralisasi.
Setelah melakukan pendaftaran, Anda dapat memilih pembelian Bitcoin, memasukkan jumlah Rupiah, memilih lokasi kota dan negara, dan menentukan metode pembayaran. Pembayaran dapat dilakukan secara online lewat deposit, MoneyPak, Western Union, Paypal, Moneygram, dan transfer bank; ataupun secara tunai. Setelah itu, akan muncul daftar penawaran dari para penjual yang terdaftar. Anda dapat memilih penawaran dengan harga terendah reputasi yang baik. Setelah memilih penjual yang cocok, Anda dapat mengirim pesan kepada penjual tersebut dan menentukan jumlah Bitcoin yang ingin Anda beli. Setelah melakukan pembayaran lewat metode yang telah Anda pilih, Anda harus melakukan konfirmasi terlebih dahulu agar Bitcoin yang Anda beli dapat ditransfer.

3. Luno


Luno adalah penyedia jasa jual-beli Bitcoin berbasis mobile yang kini telah mendukung transaksi dengan mata uang Rupiah secara langsung. Untuk menggunakan Luno dalam bahasa Indonesia, Anda dapat mengunjungi https://www.luno.com/. Lewat situs bernuansa modern ini, Anda bisa melakukan pembelian Bitcoin secara instan.
Pembelian Bitcoin secara instan adalah fitur yang disediakan Luno agar Anda dapat membeli Bitcoin secara mudah dan cepat. Hal ini sesuai dengan moto Luno, yaitu “Bitcoin made easy”. Anda hanya perlu memilih mata uang Anda (Rupiah), menentukan jumlahnya, dan menekan tombol. Fitur ini sangat cocok bagi pemula yang tidak ingin dibuat pusing berbagai penawaran dari para penjual. Namun bila Anda ingin lebih bebas dalam memilih harga dan penawaran, Anda dapat menggunakan fasilitas Limit Buy yang lebih kompleks.
Untuk mata uang Rupiah di Luno, penarikan lewat transfer bank dikenakan biaya Rp25.000, sementara deposit Rupiah dapat dilakukan lewat lalu lintas giro tanpa biaya tambahan.
Selain melalui tiga situs rekomendasi di atas, Anda juga dapat mencari penjual Bitcoin di forum-forum yang mulai menjamur. Tentu saja, Anda harus ekstra hati-hati sebelum memutuskan untuk membeli Bitcoin secara mandiri. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan medium lain seperti ATM Bitcoin meskipun jumlahnya masih sangat sedikit. Selain ATM dari Bitcoin Indonesia yang sudah disebutkan di atas, situs Coin ATM Radar juga menunjukkan bahwa ATM Bitcoin dari BitXatm telah terpasang LTC-Glodok GF 1.
Dengan semakin banyaknya pengguna Bitcoin dan prospek investasinya yang semakin menggiurkan, kita dapat berharap bahwa jual-beli Rupiah dan Bitcoin akan semakin mudah di masa depan

Tuesday, March 21, 2017

Nigeria Akan Mengadopsi Bitcoin Dengan Segera

Adopsi Bitcoin di Afrika kini sudah dimulai dari tanah Afrika Selatan, Kenya dan Ghana. Bahkan, di tahun 2016 kita akan menyaksikan peningkatan mengenai penetrasi Bitcoin di Republik Federal Nigeria.

Pada bulan Oktober 2016 lalu, Bursa BitX yang berada di Nigeria mengumumkan bahwa dompet mereka sudah tersedia di Google Play Store yang tercatat sampai 100.000 download an. Selain peningkatan volume, bursa ini juga memberikan tingkatan harga yang sangat menguntungkan. Misalnya, ketika harga Bitcoin berada di sekitar $ 800, namun di Nigeria mampu bertahan di $ 1.000.
 
 Banyak dari para analis yang yakin bahwa Bitcoin di sana akan terus berkembang dan bisa menyalip negara-negara lain seperti Kenya dan Ghana. Berita BTC memutuskan untuk mencari tahu apa yang mendorong langkah positif ini di Wilayah Afrika Barat ini.

Ada salah satu faktor yang mendorong tumbuhnya perkembangan Bitcoin di sana, karena hanya 32,5 persen dari populasi orang dewasa di Nigeria yang memiliki akses ke rekening bank dan sisanya masih belum mampu atau belum mempunyai akun rekening di bank. Situasi seperti inilah yang membuat Cryptocurrency sangat cocok untuk diadopsi disana.

Semua faktor ini dapat menunjukkan bahwa Bitcoin bisa berkembang dengan baik di Nigeria dan memiliki masa depan yang cerah. “Dalam lima tahun ke depan, bahkan di desa-desa/pelosok, orang-orang disana akan menggunakan Bitcoin untuk membeli barang kebutuhannya.”
 

10 Perusahaan Besar Yang Menerima Bitcoin




Anda dapat menggunakan Bitcoin untuk melakukan pembelian dengan beberapa perusahaan terbesar di dunia, bahkan pada perusahaan yang tidak secara teknis menangani Bitcoin. Berikut adalah beberapa perusahaan yang menerima Bitcoin:

  • Expedia. Salah satu situs travel terbesar di dunia yang memungkinkan pelanggan untuk membeli layanan penerbangan, hotel dan akomodasi wisata lainnya melalui pasangan mereka Coinbase. Beberapa kritikus akan mengatakan bahwa Expedia tidak benar-benar menerima Bitcoin karena mereka menggunakan vendor untuk menangani transaksi. Tapi setiap perusahaan di dunia beroperasi dengan cara ini. Jika Anda menggunakan Visa atau kartu American Express untuk melakukan pembelian Anda, Expedia akan menerima pembayaran Anda dalam Dolar dari Visa atau American Express. Coinbase, seperti Visa atau American Express, adalah platform perdagangan yang kebetulan menerima Bitcoin dan mendistribusikan mata uang tradisional.
  • Overstock.com– EO Patrick Byrne, yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bisnis terkemuka di dunia Overstock.com, merupakan pendukung teguh Bitcoin. Itulah mengapa perusahaannya menerima pembayaran Bitcoin di situs dan bahkan memegang beberapa Bitcoin bukannya mengubah itu semua ke mata uang tradisional.
  • WordPress. Salah satu platform terbesar di dunia untuk pengembangan web, WordPress adalah pengguna pertama dari Bitcoin. Sejak 2012 mereka telah memberikan pengguna untuk melakukan pembayaran dengan mata uang. Dalam pengumuman mereka, mereka mengatakan mereka membuka pintu mereka untuk Bitcoin secara khusus untuk mencapai bagian dunia di mana jaringan pembayaran tradisional tidak bisa mencapainya, karena campur tangan pemerintah atau birokrasi perusahaan.
  • Beepi. Anda dapat membeli mobil menggunakan Bitcoin. Beepi membuat percikan dalam berita tahun 2014 dengan mengumumkan akan membiarkan penggunanya membayar kendaraan menggunakan mata uang digital. Perusahaan mengkhususkan diri dalam pelayanan jual dan beli mobil.
  • VRBO. Dalam gelombang baru perusahaan yang memungkinkan setiap orang untuk menjual jasa mereka langsung ke konsumen dengan menggunakan platform teknologi tinggi (think Uber, Amazon, dll), VRBO memungkinkan penggunanya menyewakan rumah atau apartemen mereka secara jangka pendek untuk orang yang mencari kenyamanan akomodasi di bawah harga hotel. Mereka juga memungkinkan pengguna untuk mengatur pembayaran mereka menggunakan Bitcoin.
  • Florida Golf Coast University. Anda mungkin tidak berada di pasar untuk menempuh pendidikan tinggi, tapi itu tidak mengurangi makna dari sebuah universitas publik yang menerima pembayaran Bitcoin. FGCU adalah yang paling utama, yang dibiayai lembaga publik yang telah mengakui nilai dan membuka pintu untuk metode pembayaran alternatif.
  • Dell. Perusahaan komputer raksasa ini adalah salah satu vendor terbesar produk teknologi di dunia. Laptop, sistem suara, monitor, Anda dapat membelinya dengan Bitcoin di Dell.
  • eGifter. Ini adalah solusi yang memungkinkan Anda untuk menggunakan Bitcoin di hampir setiap toko besar yang dapat Anda pikirkan – Best Buy, Home Depot, JC Penny – semua dari mereka. Cukup menggunakan Bitcoin untuk membeli kartu hadiah di eGifter, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan pembelian Anda di toko. Proses membeli kartu hadiah digital untuk benar-benar melakukan pembelian di toko brick and mortar dapat memakan waktu kurang dari dua menit.
  • PayPal. Perusahaan ini merintis jejak awal dalam dunia eCommerce dengan menyediakan sebuah platform yang aman untuk transaksi online. Mereka baru-baru ini bermitra dengan Braintree untuk memungkinkan banyak jutaan pengguna yang menggunakan Bitcoin untuk membeli, menjual, atau transfer dana.
  • DISH. Penyedia kabel terbesar DISH Network mengumumkan akan mulai menerima pembayaran Bitcoin pada 2014. 
Tentu saja ada yang tak terhitung jumlahnya perusahaan lain yang menerima Bitcoin atau sedang dalam perjalanan mereka untuk memasukkan Bitcoin. Kita hanya bisa berharap akan keuntungan besar bagi masyarakat Bitcoin.