Wednesday, October 18, 2017

DASAR ILMU TENTANG KAEDAH BITCOIN




Mungkin perlu di perjelas dulu beritanya. menurut BI *"Penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi dilarang di dalam Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP)".* artinya diluar PJSP ya gak dilarang, gak cuma Bitcoin saja, benda lain seperti emas, perak, pulsa, dollar, Yen, dll pun dilarang sebagai alat transaksi dalam PJSP. cuma Rupiah sebagai mata uang resmi yg diperbolehkan, klu mau masuk PJSP dollar pun harus di konversi dulu ke rupiah.
Seandainya suatu saat memang penggunaan Bitcoin dilarang dalam bentuk apapun, ya saya pikir tidak akan terlalu berpengaruh banyak

*Mungkinkah Indonesia akan mengikuti Jepang yang sudah resmi mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran?* Di luar negeri hampir semua bank sentralnya punya panduan untuk Bitcoin. Bitcoin di Jepang berada di bawah FSA, Financial Services Agency, semacam OJK-nya Jepang.
Sementara di Australia, Bitcoin itu dibebas pajakkan dari pajak pertambahan nilai atau dianggap setara seperti uang karena tidak kena PPN lagi.
Jadi, ya, uang tanpa kewarganegaraan seperti Bitcoin ini adalah masa depan, karena lebih baik.

kesimpulan:

*sifat dasarnya harus dipegang*
untuk alat pembayaran di indonesia yang dibolehkan adalah *rupiah*

otomatis anda pakai *dolar* , *yen* , *bitcoin* untuk transaksi pembayaran di indonesia tidak diperbolehkan kawan

*sifatnya komoditas namanya kalau di Indonesia*

sifatnya bitcoin sama halnya internet, prinsip dasarnya sama halnya internet pasarnya  luas dan tidak terpengaruh suatu negara, artinya *suatu negara misal tidak membolehkan pun, otomatis ke pasar negara lain yang melegalkan bitcoin* itu hukum pasar namanya

dan indonesia negara berkembang, jadi kadang butuh waktu updatenya, hehe

beda dengan singapura dan thailand yang lebih cepat menerimanya
*lambat laun sama halnya internet* 

tinggal belajar aja aslinya kawan, gak rumit
ini hanya dasarnya saja,.

*kalau dasar sudah kepegang*
otomatis gak akan bingung lagi, hehe

Bitcoin *sejak 2009* dan masa2 itu sudah lewat dimana dulu orang masih berdebat, *sama halnya internet yang dulu awal mula juga penolakan*

Saat ini orang terkaya..saham..asuransi..perbankan.. pemerintah atau  negara pun *sdh menerimanya*... *tinggal masalah waktu dan melek teknologi* 

Termasuk didalamnya google, overstock, microsoft, wallstreet, standart chattered, barclays, samsung, axa, dan banyak lainnya.

Yang mau check silahkan klik https://www.coindesk.com/bitcoin-venture-capital/



Dimana sejak awal hingga saat ini sudah diangka 1.899,58 Million dolar amerika telah diinvestasikan ke bitcoin *(bukan angka kecil kawan)*



bitcoin di Indonesia cuma sekian persen saja *(kecil sekali)*, dibandingkan dengan USA, JEPANG

siapa negara paling banyak bitcoin
https://bisnisdigitalsukses.blogspot.co.id/2017/06/siapa-negara-paling-banyak-bitcoin.html
http://bisnisdigitalsukses.blogspot.co.id/2017/10/5-negara-yang-mesra-terhadap-bitcoin.html


Mungkin perkembangan teknologinya lebih cepat dibanding proses pembuatan aturannya......dan persiapannya juga lebih represif. Padahal negara seperti Jepang sudah resmi mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran. Bahkan Rusia yang tertutup sekalipun akan melakukan seperti Jepang.
Mungkin sama dengan dulu, ketika internet pertama kali masuk Indonesia. Pemerintah juga ketakutan dengan internet--sebab bisa buat pornografi atau hal negatif lain. Padahal banyak yang positif.
Bitcoin bisa menggantikan alat pembayaran Rupiah di masa depan?Saya rasa sudah jelas, BI menyatakan bahwa Bitcoin dapat digunakan, diperjualbelikan atau disimpan sebagai aset atau suatu bentuk komoditas digital, namun tidak boleh digunakan sebagai alat pembayaran, karena satu-satunya alat pembayaran yang sah hanyalah Rupiah.

 
 
CONTOH HAL KE DEPAN PUN DI INDONESIA SUDAH MULAI DIPIKIRKAN (ANDA MUNGKIN BELUM CERMAT TENTANG BERITA INI)
Bank Indonesia (BI) mulai mengkaji kebijakan menerbitkan mata uang digital (digital currency). Sehingga tidak lagi bergantung dengan uang kartal atau giral. Mengingat di tengah tren teknologi informasi saat ini, penggunaan uang fisik juga akan berkurang. Bahkan, menurut BI, kebijakan digital currency ini sudah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.
“Jika hasil kajiannya itu nanti mendukung penerbitan uang digital, maka BI akan menerbitkan uang digital dalam mata uang rupiah,” jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ronald Waas, di komplek Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/9).
Sejauh ini, kata Ronald, dalam pertemuan gubernur bank sentral se-dunia pembahasan penerbitan uang digital juga tengah mengemuka. Mereka juga berencana untuk menerbitkan curreny digital.
“Sudah ada sebanyak 30 negara yang sedang menguji coba penerbitan uang digital ini,” jelas Ronald.
Bahkan, dia juga mengingatkan dengan adanya penerbitan uang digital ini, maka akan berdampak pada penghematan bagi BI sendiri. “Sebab BI tidak menyetak uang lagi kan,” ungkap Ronald.
Ia menegaskan, selama ini BI meminta PT Peruri menerbitkan uang dalam bentuk uang kertas dan uang logam. Sehingga tidak menutup kemungkinan ke depannya akan menerbitkan dalam bentuk digital.

“Kami masih mengkajinya, sebab kalau yang sekarang hanya ada uang digital pre paid atau ada proses uang kertas atau logam kemudian ditukarkan ke uang digital,” tutur dia.
Lebih jauh ia menegaskan, bagi masyarakat, untuk menerima uang digital itu perlu menyiapkan e-wallet atau semacam dompet elektronik. Namun demikian, dalam rangka menjamin peredaran uang digital tersebut perlu dimitigasi risiko terlebih dahulu agar tidak berpindah tangan tanpa sepengetahuan pemilik sah.

“Harus hati-hati, jangan sampai tiba-tiba e-wallet keluar dananya,” cetus dia.
Berbeda dengan uang kertas dan logam, nantinya uang digital tidak memiliki pecahan. Namun hanya tertera nilai sesuai dengan kepemilikannya.
Sebagai informasi, teknologi penerbitan uang digital selama ini telah digunakan oleh Bitcoin dan terdapat 700 perusahaan yang dapat membangun sistem penerbitan uang digital itu.
Ronald sendiri mengakui, dalam UU Mata Uang sejatinya sudah diatur soal uang digital yang penerbitaannya diberikan ke BI.

“Jadi sudah diatur di UU Mata Uang. Kalau kami mau menerbitkan currency digital maka tak akan melanggar aturan,” pungkas dia.


 

 


Jakarta - Bank Indonesia (BI) melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar di Indonesia. Penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi dilarang di dalam Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

"Kita melarang Bitcoin untuk ditransaksikan di PJSP, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran. Artinya ya kalau di luar PJSP dia melakukan at their own risk," kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Eny V Panggabean, di sela seminar Indonesia Banking Expo 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Eny menambahkan, transaksi Bitcoin biasanya dilakukan oleh kedua belah pihak yang sama-sama mengoleksi Bitcoin. Hanya saja Bitcoin tidak masuk ke dalam alat transaksi yang sah diatur oleh BI.
"Itu kan biasanya untuk transaksi bersifat bilateral dan investasi masing-masing, kayak emas aja. Kalau kamu perlakukan dia seperti itu kan boleh saja kamu mau simpan uangmu di situ," tutur Eny. (JADI BOLEH2 SAJA)

Dilarangnya penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi yang sah resmi diatur dalam undang-undang. Transaksi yang diperbolehkan dilakukan di Indonesia hanya rupiah.

Berbeda dengan mata uang asing yang bisa ditukar nilainya di money changer, sebab penerbitan uang asing dilakukan oleh bank sentral. Sedangkan Bitcoin tidak memiliki regulator yang mengatur.

"Kan tidak ada regulatornya kalau Bitcoin. Bitcoin sifatnya hanya adalah bilateral. Makanya negara-negara lain kebanyakan juga menganggap itu komoditas masing-masing," tutur Eny.

KESIMPULAN:
1.     SIFATNYA BITCOIN KOMODITAS KAYAK EMAS
2.     TRANSAKSI DI INDONESIA SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN HANYA RUPIAH
3.     MATA UANG ASING SEPERTI DOLAR, YEN DLL JUGA TIDAK BOLEH UNTUK ALAT PEMBAYARAN (TRANSAKSI), HANYA RUPIAH SAJA DALAM UNDANG2
4.     TRANSAKSI BERSIFAT BILATERAL DAN INVESTASI MASING-MASING, KAYAK EMAS AJA. KALAU KAMU PERLAKUKAN DIA SEPERTI ITU KAN BOLEH SAJA
 

Tuesday, October 17, 2017

PEMERINTAHAN VANUATU TERIMA BITCOIN UNTUK PEMBAYARAN URUSAN KEWARGANEGARAAN




Pemerintah negara kepulauan Pasifik Vanuatu telah mengumumkan bahwa pihaknya telah menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk program kewarganegaraannya.
Dalam program tersebut, orang asing dapat memperoleh kewarganegaraan Vanuatu melalui pembayaran satu kali sebesar $ 200.000, atau sekitar 43 Bitcoin, Newsweek melaporkan. Program kewarganegaraan dikelola oleh Development Support Program (DSP) dari Vanuatu Information Centre (VIC).
Menurut Ketua VIC Geoffrey Bond, penerimaan Bitcoin sebagai pembayaran merupakan bagian dari upaya pemerintah Vanuatu untuk memimpin adopsi teknologi baru di seluruh dunia.


Program Kewarganegaraan

Di bawah program kewarganegaraan, orang asing yang ingin menjadi penduduk Vanuatu harus membayar Bitcoin melalui pertukaran mata uang digital di Australia. Pertukaran juga harus sesuai dengan persyaratan yang dimandatkan oleh peraturan keuangan di Australia.
Karena Vanuatu adalah anggota Persemakmuran Bangsa-Bangsa, warganya diperbolehkan melakukan perjalanan di 113 negara, termasuk negara-negara Uni Eropa (UE), Rusia, dan Inggris Raya, tanpa visa. Hak istimewa ini juga akan diberikan kepada orang asing yang telah mendapatkan kewarganegaraan Vanuatu.
Menurut pakar migrasi investasi dan penasihat VIC, Christian Nesheim, kebijakan Vanuatu untuk menerima Bitcoin karena pembayaran akan memberikan keunggulan kompetitif di pasar kewarganegaraan global.


Ada banyak program investasi di mana investor dapat membayar real estate mereka dalam bentuk Bitcoin, namun Vanuatu adalah negara pertama yang menawarkan program kewarganegaraannya melalui Bitcoin. Langkah yang mengagumkan!

Saturday, October 7, 2017

BANK INVESTASI NEW YORK SIAP MEMASUKI JAGAT MATA UANG VIRTUAL



Bitcoin memperoleh banyak dukungan dari beberapa lembaga keuangan raksasa di dunia. Lembaga keuangan itu salah satunya berasal dari sebuah bank investasi yang berbasis di New York, Goldman Sach Group, Inc. Perusahaan ini mulai tertarik untuk memasuki area mata uang virtual dan mencari peluang memperdagangkan Bitcoin dan cryptocurreny lainnya.
Sebagaimana dilansir dari Bloomberg, Goldman Sach telah mendiskusikan rencana ini dengan pakar cryptocurrency. Meskipun belum diketahui pasti kapan rencana ini akan dirilis, namun hal ini merupakan kabar gembira buat pengguna uang kripto. Mereka bisa lebih mudah untuk memperdagangkan mata uang digital yang mereka miliki.
Hal-hal yang dipertimbangkan dan tengah dipelajari oleh Goldman Sach adalah terkait masalah bagaimana terpenuhinya sistem Know Your Customer (KYC), dan pemahaman tentang risiko dari volatilitas mata uang digital. Perusahaan ini berencana untuk mengadakan fasilitas perdagangan mata uang digital guna membantu para pelanggannya. Tiffany Galvin, Jurubicara Goldman Sach menjelaskan bahwa:
Hal ini adalah tanggapan terhadap minat pelanggan terhadap mata uang digital, kami mengeksplorasi cara terbaik untuk melayani mereka,”
Fakta baru ini merupakan bukti bahwa  jagat mata uang digital pada dasarnya bila saling bersinergi dengan lembaga keuangan yang ada. Selain Goldman Sach, ada Morgan Stanly, lembaga keuangan yang juga terbuka cryptocurrency.

Thursday, October 5, 2017

BITCOIN SAHABAT TERBAIK WANITA: TOKO BERLIAN SAMER HALIMEH MENERIMA BITCOIN



Fakta unik baru terkait adopsi Bitcoin datang dari New York. Toko berlian Samer Halimeh di New York akan mulai menerima dan memperdagangkan Bitcoin sebagai sistem pembayaran.
Merek berlian mewah skala internasional ini menyatakan bahwa pembelian berlian semula hanya menerima USD. Namun, pergeseran sistem keuangan baru-baru ini, melihat sentimen investor Asia dan Timur Tengah dalam mata uang digital, telah melahirkan permintaan untuk pembelian Bitcoin, dan terutama pada pembelian VIP lebih dari tujuh digit.
Perdagangan berlian adalah salah satu industri terbaru yang direvolusi oleh Blockchain. Blockchain juga digunakan untuk membantu memerangi perdagangan berlian darah dan penyebaran barang palsu.
Samer Halimeh, CEO pengecer berlian, mengatakan bahwa Bitcoin menyediakan kendaraan khusus untuk membeli berlian dan aset lainnya. Karena fleksibilitas cryptocurrency, banyak klien global meminta transaksi Bitcoin baik sebagai penjual maupun pembeli. Halimer menyatakan bahwa:
Karena perdagangan dan ritel via Bitcoin dapat dilakukan dari manapun di dunia, ini sangat bermanfaat bagi pemasok kami di Afrika dan klien kami dari negara berkembang seperti Cina, Brazil, Afrika Selatan, Nigeria, India dan Uzbekistan. Kami juga percaya bahwa ke depan mata uang akan merevolusi pasar barang mewah dan penggunaan mata uang digital ini akan membuat perdagangan dan pembelian untuk klien dan kontak kita lebih mudah, lebih murah dan lebih cepat. “
Perusahaan akan menggunakan BitPay sebagai penyedia layanan merchant yang juga akan menjadi tuan rumah dompet perusahaan dan pasokan Bitcoin.

Wednesday, October 4, 2017

pemilik address Bitcoin terkaya dan paling banyak di dunia

bagaimana sambutan masyarakat tentang Bitcoin ?
Bitcoin itu mata uang atau alat pembayaran digital yang tidak memiliki wujud fisik
jadi hanya virtual dan memiliki emas seperti halnya anda mempunyai investasi
yang tidak nampak tapi bisa anda jual dan beli kapanpun yakni 24 jam non stop
itulah kelebihan dari pada Bitcoin itu sendiri


Apakah Bitcoin bisa dimiiki semua orang ?

Ya, Bitcoin bisa dimiliki setiap orang di dunia ini, dimuka bumi ini tanpa memandang
seberapa usia anda, asal anda tahu cara kerja dari pada bitcoin dan bagaimana bitcoin bisa
berjalan sebagaimana mestinya yang digunakan sebagai alat transaksi yang berwujud digital
sama halnya internet internet adalah sebuah unformasi yang di olah dikelola yang wujudnya
digital namun kita bisa melihatnya dengan bantuan komputer,ponsel atau gadget dan Bitcoin
seperti itulah bedanya Bitcoin itu sendiri bisa mengirimkan nilai nominal dan nilai itu
mempunyai nilai kurs masing-masing sesuai dengan harga pasar , bursa Bitcoin dan
cenderung fluktuatif naik turun hragtanya bitcoin itu sendiri jadi pada saat beli maka saat harga
turun sedangkan, untuk pada saat harga naik itu adalah waktu yang terbaik untuk menjual bitcoin
secara besar-besaran karena anda akan mendapat keuntungan yang banyak dan maksimal

Berikut ini disajikan data seberapa banyak pemilik rekening Bitcoin
di dunia berdasarkan presentase jumlah kepemilikannya
 


BalanceAddresses% Addresses (Total)Coins$USD% Coins (Total)
0 - 0.001585254955.43% (100%)1,153 BTC700,057 USD0.01% (100%)
0.001 - 0.01173157616.4% (44.57%)6,132 BTC3,721,952 USD0.04% (99.99%)
0.01 - 0.1164190515.55% (28.17%)48,770 BTC29,600,818 USD0.31% (99.95%)
0.1 - 18243627.81% (12.62%)273,379 BTC165,928,420 USD1.71% (99.65%)
1 - 103662363.47% (4.81%)1,022,108 BTC620,372,011 USD6.41% (97.93%)
10 - 1001242971.18% (1.35%)4,190,653 BTC2,543,530,233 USD26.28% (91.53%)
100 - 1,000159630.15% (0.17%)3,642,368 BTC2,210,747,076 USD22.84% (65.25%)
1,000 - 10,00017590.02% (0.02%)3,565,963 BTC2,164,373,012 USD22.36% (42.41%)
10,000 - 100,0001230% (0%)3,062,535 BTC1,858,815,204 USD19.2% (20.05%)
100,000 - 1,000,00010% (0%)134,956 BTC81,911,871 USD0.85% (0.85%)



Berikut ini kami sajikan data terpercaya dan terlengkap mengenai pemilik bitcoin terkaya,terbanyak,
paling populer,dan penimbun kekayaan bitcoin terbanyak sebagai berikut ini :
Disini konten ini asli kepemilikan dan tertulis dari perstarwaw mengenai Bitcoin dan pemilik
Bitcoin rekening terkaya paling banyak membuat penasaran master paling kaya bitcoin
ini dia nilai dari pada Bitcoin sesuai dengan kurs dollar dan mata uang rupiah terkait
sesuai valid legal kurs saat itu bisa jadi berubah selisih sedikit saja namun yang tertera 
jelas ini adalah nilai aset orang-orang terkaya pemilik aset timbunan emas bitcoin 
digital currency
atau anda bisa cek sendiri di blockchain data base riwayat transaksi transparan di buku besar
Blockchain Bitcoin 

    alamat address Bitcoin                                                      Jumlah saldo Bitcoin
1.3Nxwenay9Z8Lc9JBiywExpnEFiLp6Afp8v                134,956 BTC ($81,805,547 USD)
                                       saldo Bitcoin IDR                  1,075,796,406,747 (1 triliun rupiah )


2.   3J5KeQSVBUEs3v2vEEkZDBtPLWqLTuZPuD       88,266 BTC ($53,503,951 USD)
                                      saldo bitcoin IDR                 707,652,267,509   ( 707 milyar rupiah )
3.  1FeexV6bAHb8ybZjqQMjJrcCrHGW9sb6uF           79,957 BTC ($48,494,249 USD)
                                      saldo bitcoin IDR                  639,212,954,095 ( 639 Milyar Rupiah)
4.   1HQ3Go3ggs8pFnXuHVHRytPCq5fGG8Hbhx       69,370 BTC ($42,073,193 USD)
     saldo bitcoin IDR                                                   555,574,080,941 ( 555 Milyar Rupiah)
5.   3Kg7Cmooris7cLErTsijq6qR1FH3cTiK2G             67,373 BTC ($40,861,829 USD)
            saldo bitcoin IDR        
6. 16ZbpCEyVVdqu8VycWR8thUL2Rd9JnjzHt            66,651 BTC ($40,423,802 USD)
      saldo bitcoin IDR        
7.  1KiVwxEuGBYavyKrxkLncJt2pQ5YUUQX7f            66,583 BTC ($40,382,940 USD)
                          saldo bitcoin IDR        
     
8.  1PnMfRF2enSZnR6JSexxBHuQnxG8Vo5FVK       66,452 BTC ($40,303,393 USD)
         saldo bitcoin IDR        
9.   1AhTjUMztCihiTyA4K6E3QEpobjWLwKhkR       66,379 BTC ($40,258,962 USD)
                                        saldo bitcoin IDR        
10. 1DiHDQMPFu4p84rkLn6Majj2LCZZZRQUaa  66,236 BTC ($40,172,241 USD)
       saldo bitcoin IDR       





Untuk sementara kami memberikan informasi mengenai 10 orang pemilik Bitcoin terbnyak dan paling kaya nomor satu atas aset kepemilikan bitcoin sedunia pemilik aset bitcoin sampai orang orang itu mempunyai bitcoin seniali triliunan rupiah.  dan ini benar nyata sama halnya pemilik perusahaan
pemilik saham, saham perusaan , pemilik rekening forex atau foreign exchange valuta asing atau valas dan itu semua di gemari dan digeluti oleh orang yang antusias dan bermodal banyak modal
uang pula.
apakah bitcoin aman ? ya bitcoin aman buktinya dengan aset kepemilikan uang sebanyak itu
tidak ada orang yang bisa membobolnya kecuali orang tersebut pemilik dari rekening bitcoin
itu sendiri atau orang  yang punya private key bitcoin itu sendiri

































































5 Negara yang Mesra terhadap Bitcoin




Tidak diragukan lagi bahwa teknologi Blockchain dan dengan itu, mata uang bitcoin merupakan aset penting hari ini. Semakin banyak negara mulai menyelidiki teknologinya, terutama bagaimana mengatur Bitcoin. Beberapa negara sudah mengenal atau berencana mengenali Bitcoin sebagai metode pembayaran yang sah.

Dalam posting ini, penulis akan mencantumkan 5 Bitcoin Friendly Countries. Tidak semua negara yang terdaftar mengenali Bitcoin, dan daftar ini memperhitungkan fasilitas yang tersedia bagi mereka yang ingin mengembangkan teknologi Blockchain di negara ini, seperti insentif pemerintah atau infrastruktur teknologi Blockchain.



JEPANG

 Sejak pengumuman pemerintah Jepang atas pengakuan Bitcoin sebagai metode pembayaran di negara ini, jumlah permintaan Bitcoin dari negara tersebut telah meningkat dan kini telah mengungguli pasar BTC / USD seperti yang terlihat di bawah ini.


Bitcoin di Jepang bukanlah hal baru, mengingat Mt. Gox, platform pertukaran terbesar di dunia sebelum ditutup telah beroperasi di Jepang selama beberapa tahun. Setelah ditutup, permintaan Bitcoin di negara tersebut turun sampai pemerintah Jepang mengumumkan akan mengeluarkan undang-undang baru tentang Bitcoin. Pengakuan pemerintah Jepang mengembalikan kepercayaan Jepang untuk mulai membeli Bitcoin, dan hari ini kita melihat bahwa hasilnya tercermin dari kenaikan harga Bitcoin.
Perusahaan bisnis besar di Jepang telah memulai rencana untuk menginstal perangkat lunak pembayaran Bitcoin di gerai mereka di seluruh Jepang. Bic Camera, perusahaan elektronik terbesar di Jepang, telah menerima pembayaran Bitcoin di cabangnya dengan berkolaborasi dengan pasangan mereka, Bitflyer, platform pertukaran terbesar di Jepang.
Integrasi perusahaan besar ini telah memulai momentum di seluruh negeri, dan sekarang, hampir 260.000 toko akan menerima pembayaran Bitcoin sampai akhir tahun, melalui AirRegi, perusahaan layanan Point-of-Sales (Pos) terkemuka di Jepang. Selain itu, sekarang ada 18 mesin ATM di Tanah Air, sehingga memudahkan orang Jepang untuk membeli Bitcoin dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.



AMERIKA SERIKAT
 
 Jepang mungkin adalah faktor utama Bitcoin yang semakin diterima secara luas, namun tak dapat dipungkiri bahwa Amerika Serikat adalah tempat di mana ia memulai. Negara ini memiliki jumlah pengguna Bitcoin terbesar dan juga volume pasar terbesar setelah Jepang. Karena Silicon Valley dianggap sebagai pusat perusahaan teknologi terbesar di dunia, tidak mengherankan jika sebagian besar proyek atau startup di teknologi Blockchain dan Bitcoin berasal dari sana.



  

Dengan begitu banyak mesin ATM Bitcoin (1014) di seluruh negara besar, hampir semua orang Amerika bisa mendapatkan akses ke Bitcoin dengan mudah. Selanjutnya, posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi dan politik terbesar di dunia telah membuat negara lain melihat negara tersebut sebagai panduan dalam hal mata uang bitcoin. Undang-undang tentang Bitcoin di negara ini bervariasi menurut negara, dan di antara negara-negara bagian yang dianggap sebagai tempat terbaik untuk teknologi Bitcoin dan Blockchain termasuk Nevada, Texas, San Francisco dan New Hampshire. 


AUSTRALIA 
Secara umum, Australia dianggap negara yang ramah terhadap Bitcoin. Negara ini tercatat sebagai negara kedelapan dalam perdagangan Bitcoin. Keberadaan beberapa platform pertukaran di dalam negeri serta 18 mesin ATM Bitcoin merupakan salah satu faktor utama meningkatnya permintaan Bitcoin. Selain itu, kegiatan penambangan semakin populer di Australia karena rendahnya biaya konsumsi listrik.

Baru-baru ini ada berita tentang Australia dalam jejak Jepang dan China dalam mengatur Bitcoin. Meskipun untuk saat ini negara tersebut tidak memiliki undang-undang khusus mengenai Bitcoin, Bitcoin dianggap sebagai properti dan transaksi Bitcoin dapat dikenai Pajak Keuntungan Modal atau Pajak Laba. Sebenarnya, transaksi Bitcoin yang melibatkan pertukaran mata uang fiat mungkin tunduk pada GST.












  

SWISS   

Sistem politik Swiss yang berbasis pada demokrasi langsung memberdayakan 26 kanton kecil di negara tersebut untuk menetapkan undang-undang mereka sendiri, sementara pada saat yang sama memberikan hak kepada setiap warga negara untuk membuat rekomendasi hukum. Akibatnya, infrastruktur pemerintah Swiss yang progresif dianggap sebagai negara terdekat dengan teknologi terdesentralisasi Blockchain, dan tidak mengherankan jika banyak perusahaan teknologi Blockchain mulai fokus ke negara tersebut.

  Swiss adalah rumah bagi Crypto Valley, area seluas 30km persegi di Zug, yang terlihat seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Berikut adalah lebih dari 18 perusahaan teknologi Blockchain, termasuk Ethereum Foundation, Shapeshift, ConsenSys, Xapo, Bitcoin Suisse dan Tezos. Selain itu, kanton lain di Swiss, Chiassa yang ingin dikenal sebagai CryptoPolis (baca: kota besar), telah mulai bersaing dengan Zug untuk menjadi pusat perhatian perusahaan teknologi Blockchain. Chiassa akan mengizinkan warga membayar pajak dengan menggunakan Bitcoin.

Baru-baru ini, dua lembaga keuangan terkemuka di Swiss, Falcon Private Bank dan Swissquote, telah mulai menawarkan layanan untuk mengelola Bitcoin sebagai aset investasi. Menurut mereka, pihak berwenang Swiss telah memberikan izin kepada kedua bank tersebut untuk kegiatan pengelolaan Bitcoin sebagai aset.


BELANDA

 Seperti CryptoValley di Swiss, Belanda juga memiliki Bitcoin versi Bitcoin City di Arnhem. Di kota ini, Anda bisa menghabiskan Bitcoin untuk membeli sesuatu seperti makanan dan pakaian, menyewa sepeda, membeli minyak dan banyak lagi.





Belanda tidak memiliki undang-undang tentang mata uang kripto di negara ini, juga tidak membatasi penggunaannya, jadi ada banyak perusahaan teknologi Blockchain yang beroperasi di negara ini. Selain itu, Belanda sering menyelenggarakan konferensi terkait Bitcoin dan teknologi Blockchain, dan pada bulan Juni sebuah konferensi untuk membahas masa depan Bitcoin diadakan di negara ini.
Banyak lagi negara yang sudah mulai meneliti teknologi Blockchain dan ada pula yang merencanakan akreditasi Bitcoin. Tidak diragukan lagi, pengakuan pemerintah terhadap Bitcoin menambahkan kepercayaan publik terhadap mata uang samar dan juga memberi kesempatan besar bagi perusahaan teknologi untuk berkecambah di negara ini.