Tuesday, January 16, 2018

Mengapa harga Bitcoin berbeda di tiap negara?

Harga Bitcoin kini semakin meroket karena penggunaan Bitcoin semakin berkembang pesat. Banyak pengguna Luno lalu bertanya kepada kami:
“Mengapa harga Bitcoin lebih tinggi/rendah di setiap exchanger dibandingkan harga yang ditampilkan di Google dan Exchange (perusahaan) lain?”



Ketika mengecek harga Bitcoin, Anda perlu mengingat bahwa tidak ada standar harga global Bitcoin tertentu. Bitcoin tidak terikat dengan mata uang, negara, atau bursa apapun.
Pertanyaan tersebut sama seperti jika Anda bertanya: “Mengapa harga beras lebih mahal di supermarket ini, atau di kota/negara ini dibandingkan negara lain?”. Jawaban yang singkat namun tepat adalah “karena permintaan dan penawaran”, namun mari pelajari lebih dalam penjelasan teknis mengenai hal ini.

Kurs “Google”

Ketika Anda menuliskan “1 BTC to USD” di Google, Anda akan melihat tampilan ini.
usd price of bitcoin on google
Kurs yang ditampilkan Google dan penyedia harga Bitcoin lainnya adalah perkiraan rata-rata harga Bitcoin dari pertukaran (trade) yang terjadi di bursa Bitcoin internasional. Google menggunakan API dari Coinbase, yang menunjukkan perkiraan harga Bitcoin dalam Dollar US, tanpa memperhitungkan biaya.
Walaupun Anda memiliki Dollar US di akun Coinbase Anda, harga yang akan Anda bayar untuk sejumlah Bitcoin bisa saja berbeda dari “harga Google”, tergantung biaya dan faktor lainnya.
BTC/USD price on Coinbase

Kenapa Bitcoin Jadi Populer? Trust dan Limited Jawabannya

 Bitcoin menjadi primadona baru 
Peneliti senior The Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, bitcoin menjadi sangat menarik karena menawarkan kepercayaan kepada investor yang tidak diberikan oleh investasi menggunakan mata uang sah.
"Bitcoin bisa tumbuh dan harganya naik terus karena ada trust. Nah, trust ini harganya mahal," ujar Aviliani dalam acara Economic Challenge, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Aviliani menjelaskan kepercayaan itu tumbuh lantaran bitcoin memberikan kepastian investasi. Sedangkan mata uang sah seperti Dolar Amerika, nilainya cenderung tidak dapat diprediksi. Sehingga, investor mulai mencari alternatif lain dalam investasi yang lebih memberikan kepastian keuntungan, yaitu dalam bitcoin.
"Bitcoin ini kalau kita lihat dengan metode logaritma itu kan dengan jumlah tertentu. Dia tidak akan unlimited. Sedangkan negara-negara lain kita lihat cetak uang terus menerus. Sehingga nilainya menjadi tidak menentu," jelas dia.
Sekadar gambaran, nilai investasi yang ditawarkan Bitcoin makin fantastis. Dalam Kontrak berjangka, yang berakhir pada Januari, naik 19,9% ke USD18,545 atau Rp250,35 juta jika mengacu kurs Rp13.500 per USD. Sementara mata uang digital itu sendiri, naik lebih dari 14% menjadi USD17.261 (Rp233,02 juta), menurut indeks harga bitcoin Coin Desk.



Kapitalisasi Pasar Uang Virtual Tembus US$1 Triliun di 2018


Total nilai seluruh uang virtual atau cryptocurrencies, seperti bitcoin dan ether di dunia diperkirakan bakal menembus US$1 triliun atau sekitar Rp13.500 triliun (kurs Rp13.500 per dolar AS). 

Berdasarkan data Coinmarketcap.com, saat ini, terdapat sekitar 1.300 yang virtual di seluruh dunia dengan kapitalisasi pasarnya mencapai US$587 miliar atau sekitar Rp7.925 triliun. 

CEO Blokchain Peter Smith memperkirakan, kapitalisasi pasar uang virtual bakal tumbuh dua kali lipat pada tahun depan. Blokchain sendiri merupakan perusahaan dompet elektronik untuk mata uang virtual atau cryptocurrencies. 


"Saya pikir, kita akan melihat kapitalisasi pasar aset digital menembus satu US$1 triliun pada 2018. Saya tak tahu apakah ini akan bertahan di triuliunan dolar AS, tapi saya pikir ini (kapitalisasi pasar uang virtual) akan membuat sejarah baru," ujar Smith, dikutip dari CNBC.com, Selasa (19/12).

Bitcoin menyumbang lebih dari 50 persen dari total pangsa pasar uang virtual, mencapai sekitar US$ 317 miliar atau sekitar Rp4.280 triliun. Ether adalah mata uang digital terbesar kedua dengan selisih pasar sebesar U$ 68,9 miliar. Keduanya memiliki kenaikan yang besar di tahun ini. 

Beberapa pelaku pasar berpikir bahwa bitcoin sendiri akan bernilai US$ 1 triliun dalam waktu dekat. Pendiri Standpoint Research Ronnie Moas memperkirakan, bisa dihargai setinggi US$ 400.000 per koin digital, dengan kapitalisasi pasar mencapai mencapai $ 1 triliun.


Beberapa bank sentral, menurut dia, sudah mulai melakukan penelitian guna menerbitkan uang digitalnya. Minggu lalu, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi bekerjasama untuk menerbitkan uang virtual untuk perdagangan linas negara. Bank sentral China juga menyebut akan menerbitkan uang virtual baru. 
Cadangan Devisa
Selain menembus kapitalisasi pasar mencapai US$1 triliun, Smith juga mmeperkirakan pada tahun depan, bank sentral bakal mulai menyimpan mata uang virtual sebagai cadangan devisa. Smith menyebut, bank sentral dapat membeli bitcoin dan ether, seperti halnya emas dan mata uang asing lainnya yang dapat digunakan untuk bertindak saat pasar mengalami guncangan.

"Bitcoin saat ini sudah masuk dalam 30 besar mata uang berdasarkan suplai, tekanan untuk menjadikan uang digital ini sebagai cadangan bagi bank sentral juga akan mengakselerasi kenaikan harganya," ungkap dia.

Smith yang banyak berbicara dengan regulator menyebut, bank sentral sejumlah negara akan mengambil step baru dan menerbitkan sendiri 'digital aset'-nya tahun depan. 

Pencipta Ethereum Yakin Bisa Kalahkan Bitcoin Tahun Ini




Pencipta mata uang digital ethereumSteven Nerayoff menyatakan, nilai ethereum bakal meningkat sangat tajam hingga melampaui bitcoin. Ini didorong oleh peningkatan proyek yang dilakukan untuk membangun ethereum.
"Apa yang kita lihat dengan ethereum adalah peningkatan eksponensial pasa proyek. Ada miliaran dollar AS yang digelontorkan pada ekosistem (ethereum) saat ini," ujar Nerayoff seperti dikutip dari CNBC, Selasa (9/1/2018).
Bitcoin dirancang untuk berfungsi sebagai sistem pembayaran elektronik peer-to-peer. Sementara itu, ethereum dirancang untuk kontrak-kontrak pintar yang dieksekusi ketika memenuhi syarat-syarat tertentu.
Nerayoff pun mengakui bahwa penggunaan ethereum kini semakin meningkat. Pasalnya, ethereun bisa memproses transaksi lebih cepat dan murah ketimbang rival-rivalnya.

"Orang-orang menggunakannya sebagai mata uang juga. Biaya transaksi yang lebih rendah meningkatkan penggunaan keseluruhan jaringan," sebut Nerayoff.
Meskipun yakin dengan masa depan ethereum, namun Nerayoff tidak mengecilkan bitcoin. Menurut dia, bitcoin telah berhasil meningkatkan minat terhadap mata uang digital sepanjang tahun 2017.
"Ada minat yang besar di kalangan publik dan ada lebih banyak area yang dapat dijadikan investasi oleh publik, bahkan dalam bitcoin," tutur dia.
Nerayoff berpandangan, ethereum akan berkinerja cemerlang pada tahun 2018 ini. Pada pusat penukaran bitcoin Bitstamp yang berkantor di Luxemburg, nilai bitcoin merosot 8,73 persen ke level 14.766 dollar AS atau setara sekitar Rp 198,6 juta.
Adapun kapitalisasi pasar bitcoin saat ini mencapai 248 miliar dollar AS. Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar ethereum mencapai 110 miliar dollar AS.

Raup Rp 21,6 Miliar per Bulan, Ini Tambang Bitcoin Terbesar Rusia



 Bitcoin sukses menarik perhatian banyak orang berkat nilainya yang terus bertambah. Tak sedikit dari penduduk dunia pun yang memutuskan berinvestasi di mata uang virtualsatu ini. Namun, tahukah Anda dari mana asalnya bitcoin?

Pengusaha asal Rusia Dmitry Marinichev tahu betul bagaimana bitcoin ini bisa dihasilkan. Ia juga percaya bahwa fenomena mata uang virtual (cryptocurrency) ini bisa jadi peluang bisnis yang menggiurkan bila dimanfaatkan dengan baik.
Bagi Dmitry, cryptocurrency merupakan koin virtual yang bisa ditambang menggunakan komputer yang telah diatur dengan algoritma kompleks. Bitcoin yang merupakan cryptocurrency terpopuler saat ini berasal dari jaringan data bersama yang disebut blockchain.
Itulah mengapa pria yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin ini kemudian membangun tambang bitcoin terbesar di Rusia. Tambang yang dibangun di gudang bekas pabrik mobil itu mampu meraup 600 bitcoin per bulan yang setara dengan US$ 1,6 juta atau Rp 21,6 miliar.


Dilansir dari CNN, Rabu (3/1/2018), Dmitry dan rekannya berinvestasi sebanyak US$ 10 juta dalam proyek ini. Mereka juga mampu mendapat tambahan US$ 43 juta di penawaran koin awal atau Initial Coin Offering.
Tambang bitcoin ini dilengkapi dengan berbagai komputer khusus yang telah dibuat sendiri oleh tim Dmitry. Ada juga tim yang disiapkan khusus untuk melacak semua perlengkapan selama 24 jam. Sistem pengawasan video juga dipasang demi menghindari kebakaran atau kecelakaan lain yang terjadi dalam proyek.

Dmitry berharap proyek yang ia garap saat ini bisa membuktikan kepada pihak berwenang Rusia bahwa cryptocurrency dan teknologi blockchain merupakan bagian penting dari masa depan Rusia.
"Misi utama tambang ini bisnis. Tapi selanjutnya, ini merupakan tonggak sejarah baru dalam perkembangan umat manusia," jelas Dmitry.


Selanjutnya
Sebelumnya, pemerintah Rusia melalui Lembaga Pajak Federal Rusia secara resmi telah melegalkan penggunaan bitcoin dan mengakuinya sebagai salah satu mata uang yang beredar di negara tersebut per November 2016 lalu.
Pengesahan mata uang digital ini mengakibatkan peningkatan harga bitcoin di negara Beruang Merah tersebut hingga menembus Rp 10 juta/bitcoin.
Rusia menjadikan bitcoin sebagai mata uang yang legal didasari atas kesadaran bahwa teknologi digital cryptocurrency akan semakin besar dan sering digunakan oleh masyarakat dalam bertransaksi pada masa depan.
Dengan adanya pengesahan mata uang digital tersebut, pihak pemerintahan Rusia dapat memonitor transaksi cryptocurrency yang terjadi di negaranya sehingga mengurangi risiko terhadap penggunaan mata uang digital, seperti money laundry dan pendanaan terorisme.
Populasi penduduk yang cukup besar sekitar 146 juta menjadikan pemerintah Rusia yakin negaranya berpotensi menjadi penguasa pasar yang sejajar dengan negara lain, seperti China dan Amerika Serikat.



sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/3213937/raup-rp-216-miliar-per-bulan-ini-tambang-bitcoin-terbesar-rusia

GIRLBAND JEPANG INI MENGAJARI ORANG TENTANG CRYPTOCURRENCY LEWAT LAGU



Tidak ada orang di dunia ini yang tidak tahu betapa kreatifnya orang Jepang. Bukan hanya soal teknologi, mereka rupanya jago juga mempengaruhi orang banyak. Soal mata uang digital misalnya. Alih-alih memakai cara biasa, girlband asal Jepang ini mengajari orang tentang mata uang digital lewat lagu.
Diberi nama Kasotsuoka Shoujo (yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya “gadis-gadis mata uang virtual” ingin mengajarkan tentang kripto pada orang di seluruh dunia.
Kami ingin mempromosikan gagasan tersebut melalui hiburan bahwa mata uang virtual bukan hanya alat untuk spekulasi tapi juga teknologi hebat yang akan membentuk masa depan,” kata pemimpin kelompok tersebut, Rara Naruse yang berusia 18 tahun.
Masing-masing anggota dari delapan kelompok ini mewakili kripto yang berbeda. Bitcoin bergabung dengan Ethereum, Ripple, dan bahkan ada logo Green Cash Bitcoin untuk mewakili mata uang yang muncul akibat hard fork yang terjadi pada bulan Agustus lalu.
Kelompok ini akan mengadakan konser debut mereka di Tokyo pada hari Jumat, menurut perusahaan manajemen Cinderella Academy. Semua yang datang akan dapat membeli barang dagangan di acara tersebut, namun hanya mata uang virtual yang akan diterima sebagai alat pembayaran.
Sejak Jepang melegalkan mata uang virtual pada  bulan April 2017, cryptocurrecny telah menjadi bagian dari ekomomi nasional. Bulan ini saja, Ripple yang fokus pada bisnis telah diadopsi oleh tiga perusahaan kartu kredit Jepang, dan penyedia informasi keuangan Jepang Fisco telah mengumumkan peluncuran dana investasi senilai $ 2,6 juta. Jpbitcoin.com mengklaim bahwa sekitar sepertiga transaksi Bitcoin global pada bulan Desember didenominasi dalam Yen.
Gadis-gadis Mata Uang Virtual ini tampaknya telah memanfaatkan tren utama dengan peluncuran mereka, namun konsep yang mereka gunakan mungkin saja masih bisa berubah. Dengan lonjakan minat seputar Tron, dan pengumuman akan diluncurkannya cryptocurrency baru Kodak, mungkin tidak lama lagi girlband ini akan menambahkan anggota baru.

Monday, January 15, 2018

Perbedaan Ethereum Dan Bitcoin

Perbedaan Ethereum Dan Bitcoin – Beberapa Perbedaan Mendasar

Perbedaan Ethereum dan Bitcoin. pada dasarnya hampir mirip dengan Bitcoin. Sama-sama sebagai sebuah cryptocurrency terdesentralisasi menggunakan jaringan peer-to-peer. Dan penciptaan koin digital baru juga dilakukan dengan melakukan pertambangan.

Namun, di Ethereum ada beberapa hal mendasar yang membedakannya dari Bitcoin yang lebih banyak kita ketahui sebelumnya. Berikut adalah beberapa perbedaan Ethereum dan Bitcoin:
EthereumBitcoin
Penciptaan BlokRata-rata 1 blok dalam 12 DetikRata-rata 1 blok dalam 10 Menit
EkonomiBlock Reward 5 Ethereum. Jumlah blok reward akan tetap dalam tiap tahunnya. Karena blok bisa diciptakan dalam waktu yang lebih cepat (12 detik) maka akan ada tingkat inflasi yang tinggi di beberapa tahun pertama. Namun akan mengalami deflasi selanjutnya. Reward blok bisa tetap ada di Ether karena masih memiliki 15.6 juta unit yang bisa dikeluarkan dari peningkatan marginal money supply.Block Reward dibagi setengah setiap mencapai 210.00 Blok dalam jangka waktu 4 tahun.
Blok Reward Bitcoin akan habis di tahun 2140.
Fee TransaksiBergantung pada daya komputasi masing-masing klien. Termasuk dengan bandwidth, dan ruang penyimpanan yang dibutuhkan dalam 1 blok. Hal ini disebut GAS dalam Ethereum.Tidak dibedakan
CodingMenggunakan Turing complete code. Sehingga bisa ada peluang untuk mengirim script dengan “loop” yang tidak terbatas. Dengan berdasarkan pada daya komputasi dan waktu yang dibutuhkan.Tidak menggunakan Turing Complete Code. Lebih detail tentang Turing Complet:
PendirianDidirikan dari crowdfunding. Penggalangan dana pertama itu dilakukan pada pertengahan tahun 2014. Jumlahnya kurang lebih 60 juta ETH (60.102.216 ETH). Unit Ether dirilis 1000-2000 Ether per BTC.
Nantinya, dari 9,9% hasil akan dialokasikan untuk Ethereum Foundation sebagai konpensasi kontributor awal.
Sejumlah 9,9% lagi digunakan sebagai cadangan jangka panjang. Sehingga jumlah total koin sebelum dirilis ada 72 juta.
Mata uang Ether ini akan dirilis per tahun setelah blok Genesis mencapai 26% di tahap pendanaan awalnya, yg berjumlah 60 juta ETH.
Nantinya, jumlah koin yang dirilis per tahun akan konstan sebanyak 15,6 juta unit Ether.  Dalam lima tahun, diperkirakan pada bulan July 2020, penambang baru akan mencapai 50% dari yang telah ditambang.
Bitcoin dirilis dari pertama, tanpa ada crowdfunding.
Resistensi SentralisasiEthereum bisa menghindari adanya sentralisasi pool mining karena menjalankan Ghost Protocol, dan algoritma consensus Proof of work Ethereum yang bisa resisten terhadap penambangan ASIC. Sehingga para penambang akan bisa lebih kompetitif pada alat pertambangan yang digunakannya. Di dalam Ethereum, algoritma yang digunakan ini disebut dengan Ethash.Mempunyai kendala dan ada potensi terjadi sentralisasi pertambangan jika pool mining berhasil mendominasi pertambangan. Terlebih, saat ini pertambangan Bitcoin telah banyak didominasi oleh pertambangan ASIC. Sehingga keragaman dan kompetitifnya pertambangan Bitcoin menjadi kurang beragam.
PertambanganBisa dilakukan dengan Perangkat CPU dan GPU. Resisten terhadap ASIC.Pertambangan CPU dan GPU masih bisa dilakukan, namun saat ini lebih didominasi oleh pertambangan ASIC.
Orphan BlockOrphan blok di Ethereum disebut dengan Uncle. Jika penambang saat menemukan blok berhasil juga menemukan uncle, maka akan mendapat tambahan reward.Disebut dengan orphan block. Tidak berpengaruh dalam reward blok.

Nah, kini kita kurang lebih bisa mengetahui beberapa perbedaan Ethereum dan Bitcoin.
Semoga bermanfaat