Friday, February 2, 2018

Jokowi Buka Suara Soal Peredaran Bitcoin, Apa Katanya?

Presiden Joko Widodo buka suara mengenai perkembangan mata uang virtual cryptocurrency termasuk bitcoin yang sedang ramai dibicarakan. Jokowi menyebut, perkembangan teknologi digital di dunia semakin berkembang. 



Hal tersebut dikatakan oleh Jokowi di depan mahasiswadan dosen Universitas Indonesia saat menghadiri Dies Natalis UI di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018). 
Jokowi mengatakan, Indonesia harus siap menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat. 



"Seperti advance robotic yang bisa mengambil alih peran manusia, begitupun artificial intelligence, dan virtual reality yang terus berkembang. Kemudian blockchain dan cryptocurrency mata uang tanpa bank sentral yang sekarang sedang ramai diperebutkan oleh banyak orang," ujar Jokowi di UI, Depok, Jumat (2/2/2018).

Kemudian juga diiringi perkembangan bioteknologi yakni ilmu pengetahuan berbasis teknologi, biologi sintetik, edit dna dan teknologi yang memungkinkan penyembuhan penyakit agar bisa lebih mendadar dan murah.


Dikatakan Jokowi, perkembangan teknologi yang ada saat ini memberikan pengaruh pada perekonomian nasional. 

"Perkembangan teknologi tersebut sangat memengaruhi landscape ekonomi, sosial budaya, politik, nasional bahkan internasional," tambah dia.

5 PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN PADA TAHUN 2018




Sebagai teknologi yang digadang-gadang akan menjadi teknologi masa depan di dunia, Blockchain terus saja mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sehingga teknologi canggih satu ini bisa digunakan dalam berbagai aspek kehidupan di masyarakat seperti keamanan identitas pribadi, pendaftaran kepemilikan tanah dan properti,  dan pelacakan emas secara digital, digital asset dan juga untuk memberantas kejahatan perdagangan anak-anak di bawah umur di PBB (Persatuan Bangsa-bangsa). Selain itu teknologi Blockchain juga bisa digunakan untuk software open source yang bisa dinikmati oleh banyak kalangan masyarakat secara gratis.
Manfaat penggunaan Blockchain tersebut merupakan hasil eksplorasi Blockchain yang dilakukan oleh beberapa perusahaan besar berbasis teknologi di dunia seperti IBM, Hyperledger, Microsoft, Oracle, MasteCard, dan masih banyak lagi perusahaan teknologi dan perbankan yang ikut serta dalam pengembangan teknologi Blockchain di dunia.
jika kita melihat perjalanan dan track record penggunaan Blockchain hingga saat ini sepertinya teknologi Blockchain sebagai teknologi masa depan, hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka.
Kegunaan Blockchain diatas menjadi bukti bahwa Blockhain mampu menjadi jawaban atas masalah-masalah yang terjadi di masyarakat dunia. Namun bagaimana perkembangan teknologi Blockchain pada tahun 2018?
Untuk lebih jelasnya, Anda bisa simak uraian berikut ini.
-Kawasan Asia dan Timur Tengah Akan Secara Agresif Mendorong Penggunaan Blockchain
Minat penggunanaan di Asia dan Timur Tengah sangat tinggi, di mana beberapa institusi perbankan terbesar terus maju dengan proyek-proyek Blockchain untuk penawaran layanan, terutama dalam pembayaran.
Misalnya, bank-bank di Jepang dan Korea Selatan yang baru saja mulai menguji teknologi Blockchain dengan melakukan transfer uang secara internasional pada hari yang sama. Dimana hasil dalam pengujian tersebut menghasilkan pemotongan biaya transfer hingga 30 persen dengan dibantu teknologi Blockchain.
-Cybersecurity Akan Mendorong Adopsi Blockchain
Faktor keamanan terkait penggunaan identitas pribadi memang sudah menjadi fokus utama di dunia saat ini, dimana pada tahun 2018 ini penerapan teknologi Blockchain pada sistem keamanan cyber pasti akan meningkat. Seperti halnya Bitcoin yang menggunakan teknologi Blockchain sebagai dasar sistem keamanan.
Dimana sistem keamanan saat ini dinilai belum aman, oleh karena itu Blockchain diyakini bisa menjadi kunci dan solusi untuk mengatasi masalah serangan cyber seperti maraknya Hacker yang sering meretas identitas pribadi nasabah.
-Perkembangan ICO Akan Meroket
Ada lompatan ICO pada tahun 2017, dan ekosistem kripto yang terus mengalami perkembangan dengan sangat baik.  Pada tahun 2018, laju ICO akan tumbuh secara signifikan menjadi lebih cepat dan diprediksi akan menyalip dana modal ventura.
-Adopsi Teknologi Blockchain Mencakup Keuangan dan asuransi
Sektor asuransi dan keuangan adalah dua hal yang paling mungkin mengalami gangguan dan ancaman baik kejahatan cyber maupun lainnya.
Kehadiran Blockchain dalam bidang keuangan dan asuransi sangat baik bagi proses klaim asuransi, mengatur privasi pasien, identitas nasabah, dan juga bisa digunakan untuk merawat peralatan medis di dunia maya. Apalagi hal ini sering menyangkut peggunaan identitas pribadi.
-Privasi Blockchain
Hadirnya teknologi Blockchain secara tidak langsung juga akan mendorong transformasi digital bagi perusahaan-perusahaan di dunia. Seperti proses pembayaran, validasi identitas pribadi yang diatur secara otomatis. Mengapa?
Dikarenakan di zaman serba modern ini, perlindungan akan privasi seseorang sangat diutamakan. Oleh karena itu penggunaan Blockchain pada sektor ini dianggap sangat besar. Seperti dialami oleh Bitcoin (Segwit2X) yang dianggap memperlambat pertumbuhan Bitcoin. Hal ini yang akan mendorong private “Blockchain” dimana cara ini dianggap tidak akan memperlambat perkembangan digital currency.
Demikianlah informasi terkait perkembangan dan prediksi penggunaan teknologi Blockchain di dunia pada tahun 2018.
Source : coindesk.com

Thursday, February 1, 2018

Pertama Kali di Dunia, Klub Bola asal Turki Beli Pemain Pakai Bitcoin





ANKARA - Memakai bitcoin sebagai alat transaksi kian meluas. Kini bitcoin juga dipakai saat klub sepakbola transfer seorang pemain incarannya.
Dilansir dari BBC, sebuah klub amatir Turki, Harunustaspor menggunakan bitcoin saat membeli Omer Faruk Kiroglu. Saat penandatangan kontrak, Harunustaspor menghargai Omer seharga 0,0524 BTC atau setara £ 386. Nilai bitcoin itu saat harganya berada di £ 7.367.
Harga Omer itu masih ditambah 2.500 lira Turki atau setara £467. Jika ditotal, Harunustaspor membuat kesepakatan harga dengan Omer senilai 4.500 Lira Turki atau sekitar £ 850.
Presiden klub Harunustaspor, Haldun Sehit mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari transaksi pertama kali dalam sejarah ini. "Ini adalah yang pertama di Turki dan dunia," kata Sehit Selasa (30/1).

sumber: http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/01/31/pertama-kali-di-dunia-klub-bola-asal-turki-beli-pemain-pakai-bitcoin

Samsung Mulai Produksi ASIC Pertambangan Bitcoin




Perusahaan besar yang berpusat di Suwon, Korea Selatan, Samsung Elektronik mulai produksi ASIC pertambangan bitcoin yang sudah dimulai sejak tahun lalu. Pengembangan produksi ASIC tersebut, dikabarkan telah rampung sejak 29 Januari lalu.

Dikabarkan di TheBell.co kemarin, Samsung Elektronik telah menandatangani kontrak dengan salah satu produsen ASIC miner dari China. Untuk produksi masal ASIC miner itu, kabarnya akan segera dimulai di bulan Januari ini juga.
Perusahaan manufaktur yang menjadi partner Samsung adalah TSMC dari Taiwan. TMSC dikenal sebagai sebuah perusahaan pengecoran logam khusus semikonduktor pertama di dunia. Lebih khusus tentang chip ASIC khusus untuk pertambangan bitcoin, perusahaan ini juga telah banyak memasok chip ASIC mereka kepada beberapa pemasok ASIC Miner seperti halnya Bitmain.
Namun tidak hanya untuk produksi ASIC Miner untuk Bitcoin saja, Samsung juga sudah memproduksi massal DRAM kartu grafis yang juga diproyeksikan cocok untuk pertambangan kripto lain. Salah satu produk yang sudah diproduksi massal adalah DRAM GDDR6 10 nanometer 16gb. Kabarnya pada versi barunya ini, GDDR6 bahkan dua kali lebih cepat dari versi sebelumnya, DRAM GDDR5.
Terhitung sejak tahun 2013, ekosistem pertambangan bitcoin memang sudah beralih dari VGA mining ke ASIC. Melalui perangkat berbasis sirkuit terpadu untuk aplikasi khusus atau yang disingkat ASIC ini, memang memberikan kecepatan dan efektifitas yang memadai untuk hashing pertambangan bitcoin.
sumber: https://edukasibitcoin.com/samsung-elektronik-mulai-produksi-asic-pertambangan-bitcoin/

Tuesday, January 30, 2018

BANK INDONESIA SEGERA GUNAKAN BLOCKCHAIN UNTUK TERBITKAN RUPIAH DIGITAL?



Peredaran uang palsu memang kerap menjadi permasalahan bank sentral di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Indonesia melontarkan sebuah ide untuk mulai menggunakan teknologi blockchain demi memantau peredaran Rupiah dan mengkonversi mata uang kita ke dalam bentuk digital.
Kemungkinan penggunaan teknologi blockchain ini akan dimanfaatkan untuk menerbitkan rupiah dalam bentuk digital yang artinya juga mengurangi penggunaan uang fisik.

Langkah tersebut dilakukan untuk membuat industri pembayaran dalam negeri menjadi lebih efisien. Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran BI Susiati Dewi menyebut bahwa ujicoba penggunaan teknologi tersebut akan mulai dilakukan tahun ini.

Mencegah Pemalsuan Uang

Ketika uang digital diterbitkan melalui sistem blockchain, bisa dipastikan pemalsuan rupiah akan menjadi sulit. Hal ini tentu saja akan memangkas angka kriminal dari pelaku pemalsuan uang


Mungkin saja suatu saat sebagian uang fisik akan mulai diedarkan dalam bentuk digital. Memang tidak akan dilakukan dalam waktu dekat karena saat ini pun belum ada negara di dunia yang melakukannya,” ungkap Susi sebagai mana dilansir oleh Kontan, Jumat (26/1) lalu.
Lantas apa bedanya uang rupiah digital ini dengan cryptocurrency seperti Bitcoin? Meskipun sama-sama menggunakan teknologi blockchain, nilai aset yang akan diterbitkan tentu akan jauh lebih besar dari mata uang virtual yang selama ini beredar. Jika mata uang virtual hanya dimiliki oleh perusahaan, maka uang Rupiah digital ini merupakan milik negara.
Sistem buku besar publik alias blockchain yang bisa dilihat dengan jelas adalah seperti yang dilakukan oleh Stellar. Sebagai sebuah perusahaan penyedia cryptocurrency, mereka mencatat semua transaksi dan persebaran mata uang yang mereka terbitkan.

Langkah Bank Indonesia dalam teknologi blockchain sebenarnya sudah lama mulai berhembus. Namun karena masih ada beberapa risiko yang harus dipelajari, semuanya masih dipertimbangkan secara matang.
Bank Central Asia bersama Bank Danamon Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Permata dan Bank Rakyat Indonesia disebut-sebut akan mengadopsi sistem blockchain.

sumber: https://www.duniafintech.com/bank-indonesia-segera-gunakan-blockchain-untuk-terbitkan-rupiah-digital/

HARI INI KOREA SELATAN KEMBALI IZINKAN TRADING MATA UANG VIRTUAL



Larangan pertukaran cryptocurrency di Korea Selatan beberapa waktu yang lalu memang diakui banyak mempengaruhi harga Bitcoin dunia. Sebagai negara dengan pengguna mata uang virtual yang sangat banyak, wajar saja jika penutupan bursa trading di negeri ginseng tersebut membuat harga Bitcoin dan kawan-kawannya yang lain menurun drastis.

Namun tampaknya pemilik aset digital di sana boleh mulai berlega hati. Pasalnya hari ini, 6 bank besar di Korea akan membuka kembali izin bagi pengguna cryptocurrency untuk membuka akun, melakukan deposit, mencairkan dana dan juga mentransfer antar akun dan melakukan pertukaran mata uang virtual.

Ada Beberapa Persyaratan Penting yang Ditetapkan

Pertukaran yang kembali dibuka hari ini di Korea Selatan tentu saja diiringi dengan beberapa aturan yang bisa dibilang lumayan ketat. Hal ini demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kejahatan pencucian uang, pendanaan terorisme dan berbagai kegiatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi blockchain ini.
Pemerintah Korea Selatan sepertinya sedang melanjutkan upayanya untuk mengendalikan perdagangan mata uang virtual seperti Ethereum dan Bitcoin dengan pengumuman baru dari Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan.
Investor sekarang akan diminta untuk mengubah rekening bank virtual mereka dengan nama sebenarnya (identitas asli) rekening bank untuk melanjutkan perdagangan. Simpanan dan penarikan hanya diperbolehkan antara rekening bank yang dibuat dengan menggunakan identitas asli dan pencocokan akun pertukaran cryptocurrency di bank yang sama.
Sistem registrasi dengan nama sebenarnya untuk perdagangan cryptocurrency akan dimulai pada 30 Januari 2018 (hari ini), dengan enam bank, termasuk Bank Nonghyup dan Shinhan Bank.

Orang-orang Korea telah menemukan cryptocurrency sebagai pilihan investasi imbal hasil tinggi yang menarik. Diperkirakan Korea Selatan menyumbang 20 persen perdagangan Bitcoin di seluruh dunia. Pemerintah Korea telah berusaha membatasi perdagangan cryptocurrency baru-baru ini dengan menutup beberapa platform trading dan melarang penggunaan cryptocurrency.
Langkah bijak pemerintah Korea Selatan ini sebenarnya bisa ditiru oleh negara-negara lain yang ingin tetap mencegah kejahatan siber lewat mata uang virtual, namun tidak ingin meninggalkan teknologi digital currency ini.

sumber: https://www.duniafintech.com/hari-ini-korea-selatan-kembali-izinkan-trading-mata-uang-virtual/

Friday, January 26, 2018

Pemerintah bebaskan masyarakat berinvestasi Bitcoin




Ilustrasi Bitcoin. Pemerintah membebaskan masyarakat berinvestasi lewat Bitcoin. Tapi melarang keras menggunakannya sebagai alat tukar. 
Pemerintah membebaskan masyarakat menggunakan Bitcoin atau cryptocurrency menjadi alat investasi. Tapi risiko ditanggung sendiri. 

Jika dijadikan alat tukar atau sistem pembayaran, pemerintah melarang keras karena berisiko dan tak ada landasan hukumnya. 

Pemerintah hanya mengakui rupiah sebagai alat tukar dan sistem pembayaran yang sah di Indonesia, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Sebagai pemerintah kami akan terus menyampaikan pandangan. Kalau sebagai alat investasi, itu keputusan pada masyarakat, tapi sudah diingatkan (risikonya)," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/1/2018) seperti dikutip dari Kompas.com. 

Sebagai alat investasi, Bitcoin atau cryptocurrency nilainya sangat berisiko karena nilainya naik turun dengan tajam (fluktuatif). 

Tiga pekan lalu di bursa Bitcoin Indonesia, satu keping Bitcoin harganya sempat tembus Rp255 juta. Kemarin, Selasa (23/1/2018), harganya sempat menyentuh Rp142 juta.

Salah satu langkah pemerintah agar Bitcoin atau cryptocurrency tak digunakan sebagai alat tukar adalah melarang lembaga keuangan atau tempat usaha menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran.

Bank Indonesia (BI) menginvestigasi ada 44 tempat usaha di Bali yang ditengarai menggunakan Bitcoin sebagai alat tukar. Mereka berupa kafe, hotel, agen perjalanan, toko perhiasan, hingga vending machine.

Menurut Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Causa Iman Karana pada Desember 2017 dijelaskan kalau Bitcoin tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. 

Hasilnya, ada 42 unit usaha yang berhenti menerima pembayaran dengan Bitcoin. Sisanya, ada dua kafe masih menggunakan Bitcoin. 

Causa menyatakan, petugas telah mengidentifikasi dan meminta pemilik kedua kafe tersebut menghentikan transaksi dengan Bitcoin, namun belum dipatuhi. 

"Yang dua (usaha) lagi nanti akan saya datangi," ujar Causa seperti dipetik dari Katadata.co.id, Selasa (23/1/2018). Untuk penindakannya, menurut Causa, masih akan dibahas.

BI melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar lewat Peraturan BI (PBI) Nomor 18 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP). 

Dalam peraturan tersebut, PJSP yang diketahui bertransaksi menggunakan cryptocurrency akan dikenai sanksi teguran, denda, hingga pencabutan izin.

Di tingkat global, lembaga keuangan International Monetary Fund (IMF) menyerukan dunia bekerja sama untuk mencegah imbas karena terjunnya harga cryptocurency.

Juru bicara IMF Gerry Rice di Washington, Amerika Serikat menyatakan risiko investasi dalam cryptocurrency harus dipahami benar. Manajemen risiko perlu diberlakukan dalam investasi ini. 

"Saat harga cryptocurrency naik sangat cepat, risikonya ikut terakumulasi. Khususnya jika para investor menggunakan duit utang untuk membelinya," ujar Rice, seperti dikutip dari Bloomberg.

Menurut poling firma pinjaman personal LendEDU kepada 672 investor Bitcoin, 18,15 persen investor Bitcoin menggunakan kartu kredit untuk membeli Bitcoin. Poling yang dipublikasikan Desember lalu menunjukkan, 22,13 persen dari mereka tak melunasi tagihan kartu kreditnya. 

Firma itu menjelaskan, berinvestasi Bitcoin dengan kartu kredit bukan keputusan yang bijak. Sebab, tak ada jaminan investasi ini pasti menguntungkan. Jika mereka berinvestasi dengan tak tepat, imbasnya bisa terlilit uang yang serius. 

Pakar cryptocurrency Andreas Antonopoulos menyarankan, investor tetap menyebar (diversifikasi) investasi mereka ke dalam beberapa instrumen. 

Penulis beberapa buku soal cryptocurrency ini menyatakan, hanya berinvestasi dalam cryptocurrency sebanyak apa yang bisa ia tanggung.


sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/5a67d2a314088d6a498b4576/pemerintah-bebaskan-masyarakat-berinvestasi-bitcoin/?utm_term=Autofeed&utm_campaign=Echobox&utm_medium=Social&utm_content=hotthread&utm_source=Facebook#link_time=1516832449
Pemerintah bebaskan masyarakat berinvestasi Bitcoin